PSIS Sudah Terdegradasi dari Liga 1, PSS dan Barito Putera Terancam Menyusul

Dua tim Jawa bagian tengah dan non-Jawa berpeluang besar mengisi susunan tiga klub terdegradasi dari Liga 1 Indonesia pada musim ini.

12 Mei 2025 15:01 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Setelah BRI Liga 1 Indonesia musim 2024-2025 menyelesaikan laga pekan ke-32, PSIS Semarang dipastikan menjadi tim pertama yang terdegradasi. Tersisa jatah dua tim turun kasta ke Liga 2 musim depan yang berusaha dihindari oleh lima klub. Dilihat dari performa terkini, PSS Sleman dan Barito Putera paling berpeluang menemani PSIS.

Hasil imbang 1-1 yang dibawa pulang Semen Padang dari kandang Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (11/5/2025) malam, membantu tim ”Kabau Sirah” mempertahankan posisi ke-15 di Liga 1. Di sisi lain, koleksi satu poin Semen Padang itu memastikan PSIS tidak bisa keluar dari zona merah di sisa dua laga pada musim ini.

PSIS hanya mengoleksi 25 poin dari 32 pertandingan. Dengan dua laga tersisa, tim ”Mahesa Jenar” sudah tidak bisa menggapai 32 poin milik Semen Padang yang berada di peringkat aman terakhir untuk bertahan di Liga 1.

Selama 2025, PSIS hanya meraup tujuh poin dengan koleksi 1 menang, 4 imbang, dan 10 kekalahan. Kemenangan terakhir mereka dapatkan ketika menaklukkan PSBS Biak, 3-1, pada 26 Januari lalu. Tak ayal, Liga 2 akan kembali menyambut PSIS pada musim 2025-2026.

Mereka terakhir kali tampil di kompetisi kasta kedua nasional pada edisi 2017. Kala itu, mereka menjadi salah satu tim yang merebut tiga tiket promosi bersama Persebaya Surabaya dan PSMS Medan.

Bek Semen Padang FC, Tin Martic (tengah), merayakan gol kemenangan yang ia cetak di menit akhir bersama rekan-rekannya pada pertandingan pekan ke-29 BRI Liga 1 2024/2025 melawan PSIS Semarang di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (17/4/2025). Semen Padang menang dramatis 3-2 atas PSIS Semarang.

Hukuman degradasi seakan menjadi klimaks bagi permasalahan yang selalu memayungi Mahesa Jenar di musim ini. Permasalahan itu meliputi perselisihan antara kelompok suporter dan manajemen hingga keterlambatan pembayaran gaji pemain yang berimbas hengkangnya sejumlah pemain impor.

Puncaknya, kekalahan 1-2 dari PSS, Jumat (9/5/2025), di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, mempertegas kelayakan PSIS untuk menjadi salah satu dari tiga tim terdegradasi ke Liga 2. Pada dua laga tersisa, PSIS juga akan dihadang oleh dua tim yang masih memiliki kepentingan.

Quote

Target kami adalah menang di dua laga terakhir.

Malut United menjadi lawan di pekan ke-33 yang masih berusaha mengejar peringkat kedua, lalu Barito adalah rival pamungkas di Liga 1. Barito berusaha mengejar poin sebanyak-banyaknya untuk tidak mengikuti jejak PSIS.

Kandidat terkuat degradasi

Dua tim lain yang menghuni zona merah, yakni Barito dan PSS, menjadi kandidat terkuat untuk mengikuti langkah PSIS turun kasta ke Liga 2 musim depan. Barito, misalnya, belum lagi merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.

Jika tidak mampu mengumpulkan poin penuh pada dua laga tersisa, yaitu versus PSM Makassar dan PSIS, sebutan Barito sebagai tim yang selalu lolos degradasi akan berakhir. Sejatinya, Barito sempat menunjukkan peningkatkan performa signifikan pada paruh kedua musim ini.

Pemain Persib Bandung Febri Hariyadi saat menghadapi hadangan pemain Barito Putera dalam laga pekan ke-32 Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, pada Jumat (9/5/2025).  Laga kedua tim berakhir imbang 1-1.

Mereka sempat mengemas lima kemenangan dalam tujuh pertandingan periode Januari hingga awal Maret. Namun, kemenangan menjauhi Barito setelah jeda Idul Fitri.

Di tengah kondisi yang tidak ideal itu, Barito memetik modal penting untuk kembali ke jalur positif pada dua laga terakhir. Hal itu didasari raihan hasil imbang pada dua laga beruntun menghadapi dua tim teratas, Persib Bandung dan Dewa United. Kedua laga itu berakhir imbang 1-1.

”Dalam dua laga itu, kami menunjukkan dapat berjuang untuk bertahan di Liga 1. Kami menghormati dua lawan, PSM dan PSIS. Target kami adalah menang di dua laga terakhir,” tutur Pelatih Barito Vitor Tinoco.

PSS, yang duduk di peringkat ke-17 dengan 28 poin menjadi tim yang berpeluang paling cepat menyusul PSIS. Hal itu bisa tercipta apabila mereka kalah dari Persija Jakarta pada pertandingan pekan ke-33, Sabtu (17/5/2025), di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta.

Bahkan, jika mengemas enam poin pada dua laga pamungkas kontra Persija dan Madura United, skuad ”Super Elja” belum tentu terbebas dari degradasi. Alasannya, mereka harus berharap tiga tim di atas mereka, yaitu Barito (peringkat ke-16), Semen Padang (16), dan Madura (33), gagal mengemas satu pun poin.

Para pemain Semen Padang FC merayakan gol pembalik keunggulan dari penyerang Bruno Gomes (tengah) saat melawan PSS Sleman pada laga pekan ke-20 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (26/1/2025). Semen Padang menang 2-4 atas Sleman melalui drama "comeback" di babak kedua setelah tertinggal dua gol.

Adapun PSS adalah peraih tiket promosi dari Liga 2 2018 meskipun kelolosan mereka ke Liga 1 diwarnai kasus pengaturan skor yang berujung pengurangan tiga poin di musim ini.

Gustabo Tocantins, penyerang tengah PSS, memiliki optimisme untuk membawa timnya lolos dari jeratan degradasi. Super Elja memiliki bekal dua kemenangan beruntun menghadapi PSM dan PSIS. Pada dua laga itu, Tocantins menyumbang tiga gol.

”Saya senang bisa mempertahankan tren mencetak gol, tetapi yang terpenting adalah kemenangan tim. Jika mampu melanjutkan kemenangan, kami bisa bertahan. Kami berjuang untuk lepas dari zona merah,” tutur Tocantins.

Belum aman

Sementara itu, tiga tim lain yang belum aman adalah Persis Solo (peringkat ke-13 dengan 35 poin), Madura (ke-14, 33 poin), dan Semen Padang (ke-15, 32 poin). Dari tiga tim itu, Persis menjadi tim yang mendekati zona aman. ”Laskar Sambernyawa” hanya butuh mengalahkan Dewa di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (17/5/2025), untuk memastikan tempat di Liga 1 2025-2026.

Walaupun lebih berpeluang bebas dari zona degradasi, Persis akan berjuang lebih keras dibandingkan tiga tim lain yang berada di batas zona aman. Selain bakal menghadapi Dewa, Persis akan menjadi tim terakhir yang dihadapi Persib pada laga kandang pada musim ini. Seusai menghadapi Persis di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jawa Barat, Persib akan menerima medali dan trofi juara.

Infografik Persib Bandung Juara Liga 1 Indonesia 2024-2025

Kemenangan penting 2-0 atas PSBS Biak, Minggu, meningkatkan moral skuad Persis. Pelatih Persis Ong Kim Swee berharap anak-anak asuhannya tidak terlena.

”Kami belum aman. Perjuangan kami untuk bertahan belum usai. Jadi, kami harus berusaha tampil maksimal pada dua laga terakhir,” ujar Ong yang berasal dari Malaysia.

Adapun Madura mengalami penurunan performa pada dua laga terkini. Mereka tumbang dari Semen Padang, juga kalah 2-3 dari Borneo FC yang bermain dengan 10 orang. Hasil itu menyebabkan Madura wajib membawa pulang poin dari kandang Bali United dan menutup laga kandang musim ini dengan koleksi tiga poin kontra PSS.

Angel Alfredo Vera, Pelatih Madura United, bertekad membantu timnya melakukan pembenahan sebelum menjalani laga tandang di Bali. Menurut dia, skuad Madura memiliki waktu yang cukup panjang untuk memperbaiki kekurangan dan tampil lebih baik melawan Bali United.

”Kami harus lupakan dua kekalahan beruntun ini. Kami hanya melihat ke laga-laga tersisa untuk melanjutkan kerja keras demi meraih poin maksimal,” ucap Vera.

Pesepak bola Madura United Luiz Marcelo Morais (kanan) berebut bola dengan penjaga gawang PSM Makassar M. Reza Arya Pratama (kedua kanan) pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/3/2025). PSM Makassar mengalahkan Madura United dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/nym.

Adapun Semen Padang berpeluang besar untuk lolos dari ancaman degradasi dan terhindar dari sebutan tim ”yoyo”. Alasannya, Kabau Sirah bakal menjamu dua tim asal Jawa Timur yang sudah bermain tanpa target, Persik Kediri dan Arema FC.

Bermodal performa membaik selama Mei ini, Semen Padang tidak akan kesulitan untuk setidaknya mengemas empat poin dari dua laga pamungkas musim 2024-2025.

Terlepas dari persaingan yang sangat sengit di papan bawah, satu hal yang wajib tersaji adalah pertandingan yang menjunjung tinggi unsur fair play. Jangan lagi, pertandingan tim-tim yang tengah berjuang lolos dari degradasi diselimuti intrik adanya dugaan keberpihakan wasit untuk membantu mereka.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono