Aryna Sabalenka masih berada di jalur juara turnamen tenis WTA 1000 Miami. Tunggal putri nomor satu dunia itu lolos ke semifinal.
26 Mar 2025 11:56 WIB · Olahraga
MIAMI, SELASA — Aryna Sabalenka tak tergeser dari puncak peringkat dunia sejak Oktober 2024. Dia memiliki tiga gelar Grand Slam dan menjadi finalis pada hampir semua turnamen WTA 1000. Namun, baru kali ini Sabalenka akan merasakan semifinal WTA 1000 Miami.
Tiket semifinal dalam penampilan ketujuh di Miami, Floria, Amerika Serikat, itu didapat setelah mengalahkan Zheng Qin Wen. Dalam perempat final di Stadion Hard Rock, Selasa (25/3/2025) malam waktu setempat, Sabalenka menang dengan skor 6-2, 7-5. Di semifinal, Sabalenka akan berhadapan dengan Jasmine Paolini yang menang atas Magda Linette, 6-3, 6-2.
Seperti Sabalenka, Paolini pun untuk pertama kalinya lolos ke semifinal di Miami. Hasil terbaik Paolini pada empat penampilan sebelumnya adalah babak ketiga pada tahun 2024. Adapun Sabalenka mencapai perempat final 2021 dan 2023, tetapi kalah dari Ashleigh Barty dan Sorana Cirstea.
WTA Miami menjadi salah satu dari sedikit tempat yang sulit ditaklukkan Sabalenka meski dia memiliki groundstroke yang keras dan datar sebagai senjata bermain di lapangan keras. Padahal, petenis Belarus itu memiliki tiga gelar juara Grand Slam dari jenis lapangan yang sama, yaitu dari Australia Terbuka 2023 dan 2024, serta AS Terbuka 2024.
Selain di Miami, perjalanannya juga tak begitu mulus di WTA 1000 Beijing dan Dubai. Padahal, Sabalenka memiliki catatan sebagai finalis dalam enam turnamen level WTA 1000 lainnya, yaitu di Doha, Indian Wells, Madrid, Roma, Montreal, Cincinnati, dan Wuhan.
”Saya senang akhirnya bisa ke semifinal, bermain di hadapan penonton yang selalu suportif. Saya juga bangga bisa memenangi pertandingan tadi karena bisa mengatasi tekanan pada set kedua. Pertandingan melawan Zheng selalu tak mudah,” komentar Sabalenka.
Setelah merebut set pertama dengan cukup cepat, Sabalenka mendapat perlawanan ketat Zheng di set kedua. Kedua petenis mempertahankan servis masing-masih pada gim pertama hingga ke sepuluh dengan skor 5-5.
Gim ke-11, saat Zheng memegang servis akhirnya menjadi kunci kemenenangan Sabalenka. Dia mencuri servis Zheng dan mempertahankan servis pada gim berikutnya hingga menang. Sabalenka mempertahankan statistik kemenangannya atas Zheng, menjadi 6-0, sejak pertama kali bertemu di final Australia Terbuka 2024.
Sementara kemenangan atas Linette tak hanya membawa Paolini pada semifinal pertama di Miami. Dia juga menjadi petenis Italia pertama yang memenangi perempat final WTA 1000 Miami. Sejak turnamen ini diselenggarkaan pada 1985, terdapat enam perempat final yang melibatkan petenis Italia, seperti Sara Errani, Roberta Vinci, dan Martina Trevisan, tetapi petenis-petenis Italia kalah pada pertandingan tersebut.
Pertemuan keenam dengan Sabalenka yang akan berlangsung Kamis waktu setempat menjadi semifinal pertama Paolini pada 2025. Hasil terbaik dari empat turnamen sebelumnya adalah babak keempat WTA 1000 Indian Wells. Pada dua turnamen WTA 1000 lainnya, di Doha dan Dubai, Paolini kalah pada babak ketiga.
”Saya bermain tidak terlalu buruk pada musim ini, tetapi tidak mendapat hasil yang bagus. Rasanya memang berat, tetapi saya mengingatkan diri sendiri, mungkin harus lebih percaya diri,” kata petenis yang membuat kejutan dengan mencapai final Grand Slam Perancis Terbuka dan Wimbledon pada 2024 itu.
Dua tiket semifinal lain di tunggal putri akan diperebutkan melalui pertandingan pada Rabu waktu setempat. Remaja Filipina, Alexandra Eala, akan mencoba memperpanjang kejutannya saat berhadapan dengan pemilik lima gelar Grand Slam, Iga Swiatek, pada sesi siang. Eala ke perempat final setelah menyingkirkan dua juara Grand Slam, Jelena Ostapenko dan Madison Keys, pada babak kedua dan ketiga, serta menang walkover (WO) atas Paula Badosa di babak keempat.
Perempat final lain, pada Rabu sesi malam, mempertemukan Jessica Pegula dengan Emma Raducanu. Pertemuan ketiga dengan Pegula itu menjadi perempat final pertama Raducanu di level WTA 1000 meski dia peraih gelar juara AS Terbuka 2021.
Pada babak keempat tunggal putra di Miami pada level ATP Masters 1000, Novak Djokovic menang melalui laga yang ditonton mantan rekan sprofesi, Serena Williams dan Juan Martin Del Potro. Djokovic mengalahkan Lorenzo Musetti, 6-2, 6-2.
Perempat final di Miami (melawan Sebastian Korda) menjadi yang pertama bagi Djokovic sejak menjadi juara pada 2016. Setelah itu, Djokovic hanya tampil pada 2018 dan 2019 dengan hasil babak kedua dan babak keempat.
Seusai tak diselenggarakan pada 2020 karena pandemi Covid-19, Djokovic absen di Miami Masters pada 2021-2024 dan baru kembali pada 2025. Ekspektasinya tak begitu tinggi setelah kalah tiga kali beruntun, yaitu pada semifinal Australia Terbuka, babak pertama ATP 500 Doha, dan babak kedua Indian Wells Masters.
Di Miami, dia berusaha mengasah kembali semangat kompetitifnya, termasuk saat disaksikan Del Potro dan Serena di stadion. Del Potro, bahkan, duduk di tribune tim Djokovic.
”Saya terpesona. Luar biasa melihat DelPo di boks. Dia adalah rival yang juga teman lama. Saya berterima kasih dia sudah datang,” komentar Djokovic.
Djokovic juga terkejut dengan kedatangan Serena. Namun, saat menyadari keberadaan pemilik 23 gelar Grand Slam itu, Djokovic sempat melakukan kontak.
”Saat saya melakukan down the line passing shot, saya melihat Serena dan bertanya, apakah hasilnya baik. Dia bilang ’Ya, itu bagus’. Jika Serena bilang bagus, artinya memang bagus,” kata Djokovic yang dengan usia 37 tahun menjadi petenis tertua di jajaran bintang top dunia.
Petenis senior lain yang juga melaju ke perempat fnal adalah Grigor Dimitrov. Atlet yang juga sahabat Serena ini menang atas Brandon Nakashima pada babak keempat dan akan melawan Francisco Cerundolo pada tantangan berikutnya. Jika Dimitrov dan Djokovic bisa melewati tantangan perempat final, mereka akan bertemu di semifinal. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .