Remaja Filipina Singkirkan Juara Grand Slam

Alexandra Eala pernah menjadi juara yunior Grand Slam bersama petenis Indonesia. Kini, petenis Filipina itu lolos ke babak ketiga WTA 1000.

22 Mar 2025 15:28 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MIAMI, JUMAT — Filipina tak punya banyak petenis profesional yang berada dalam daftar ranking WTA atau ATP. Namun, negara itu mempunyai petenis putri potensial, Alexandra Eala, yang sudah bisa tampil di ajang Grand Slam dan WTA 1000.

Eala, yang berusia 19 tahun, pernah berpasangan dengan petenis putri Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, dan menjadi juara ganda putri yunior Grand Slam Australia Terbuka 2020. Setelah itu, perjalanan mereka berbeda. Priska masih bersaing di turnamen profesional Sirkuit ITF, sedangkan Eala sudah naik level ke ajang WTA 1000 dan Grand Slam.

Akhir pekan ini, Eala mencapai langkah terjauh sejak bermain di arena profesional pada 2020. Dia menembus babak ketiga tunggal putri turnamen WTA 1000 Miami di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat.

Lawan yang dikalahkan pada babak kedua, Jumat (21/3/2025) waktu setempat, bukan petenis sembarangan. Dia adalah juara Grand Slam Perancis Terbuka 2017, Jelena Ostapenko, yang menjadi unggulan ke-25. Eala menang dengan skor 7-6 (2), 7-5.

Dalam pertandingan selama 1 jam 53 menit itu, Eala bisa bertahan dari pukulan keras Ostapenko, terutama servis yang biasanya menjadi senjatanya. Eala mengembalikan servis dengan sudut tajam hingga Ostapenko kesulitan mengantisipasi arahnya.

Petenis Filipina, Alexandra Eala, memukul bola ke arah Jelena Ostapenko dalam pertandingan babak kedua WTA 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida,  Jumat (21/3/2025). Eala menang dengan skor 7-6 (2), 7-5.

Kedua petenis mengontrol permainan secara bergantian. Eala tertinggal 0-3 pada set pertama, lalu unggul 4-0 pada awal set kedua. Ostapenko, yang pernah memiliki gaya permainan unik dengan forehand dan backhand dua tangan, memiliki kesempatan memenangi set kedua saat unggul 5-4. Akan tetapi, Eala merebut tiga gim berikutnya untuk lolos pertama kalinya dalam turnamen WTA 1000. Dia menangis sesaat setelah mendapat poin terakhir.

Tantangan berikutnya datang dari petenis yang juga juara Grand Slam, Madison Keys. Petenis AS yang menjuarai Australia Terbuka pada Januari ini mengalahkan Elina Avanesyan, 6-3, 6-3.

Eala bermain di WTA Miami karena mendapat wild card. Turnamen ini memiliki kesan tersendiri bagi petenis kelahiran Quezon City, Filipina, 23 Mei 2005, itu. WTA Miami menjadi panggung pertama Eala dalam bersaing di level WTA 1000, yaitu pada 2021 sebagai petenis kualifikasi.

Sejak saat itu, dia tampil di sana setiap tahun hingga mencapai perjalanan terjauh pada 2025. Turnamen WTA 1000 lain yang pernah diikuti Eala adalah WTA Madrid dan Wuhan dengan hasil terbaik babak kedua di Madrid pada 2024.

Eala juga sudah bisa menembus persaingan Grand Slam meskipun masih melalui babak kualifikasi. Dia bermain pada semua Grand Slam 2024, selain Australia Terbuka 2023 dan 2025 walaupun belum bisa lolos ke babak utama.

Reaksi petenis Filipina, Alexandra Eala, saat berhadapan dengan Jelena Ostapenko dalam pertandingan babak kedua WTA 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, Jumat (21/3/2025). Eala menang dengan skor 7-6 (2), 7-5.
Quote

Menjadi satu-satunya petenis Filipina dalam Tur WTA sangat berarti bagi saya. Itu identitas kebanggaan saya.

Semua itu dicapainya sebagai satu-satunya petenis putri profesional dari Filipina. Dalam daftar ranking WTA, hanya ada nama Eala dari negara itu, yaitu di posisi ke-140 dunia. Dia melampaui petenis putri terbaik Filipina sebelumnya, yaitu Maricris Gentz, yang menempati peringkat ke-284 pada 1999.

Semua perjalanan berharga itu dilalui karena Eala mengasah kemampuannya di salah satu tempat latihan tenis terbaik, Akademi Rafa Nadal di Mallorca, Spanyol, sejak berusia 12 tahun dan lulus pada 2023. Tempat tersebut didirikan mantan petenis nomor satu dunia Rafael Nadal.

”Menjadi satu-satunya petenis Filipina dalam Tur WTA sangat berarti bagi saya. Itu identitas kebanggaan saya,” katanya dalam laman tennis.com.

Eala, yang memiliki ibu sebagai mantan perenang dan saudara laki-laki yang juga petenis, tak menduga bahwa pengorbanan jauh dari keluarga bisa membawanya ke dunia tenis profesional. Dia menyebutkan, tak hanya tenis yang dipelajari selama berada di akademi, dirinya juga belajar menjadi sosok yang mandiri.

”Belajar di sana membawa perubahan besar pada kemampuan saya. Itu adalah titik perubahan dalam hidup saya. Jika saya tidak memutuskan ke Mallorca, saya tidak tahu perjalanan saya akan seperti apa,” tuturnya.

Petenis Kanada, Victoria Mboko, melawan petenis Spanyol, Paula Badosa, dalam pertandingan babak kedua WTA 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida,  Jumat (21/3/2025). Mboko kalah 5-7, 6-1, 6-7 (3).

Selain Eala, ada petenis remaja lainnya yang memukau penonton pada babak kedua, yaitu Victoria Mboko, saat melawan semifinalis Australia Terbuka yang menjadi unggulan ke-10, Paula Badosa. Namun, berbeda dengan Eala, Mboko kalah 5-7, 6-1, 6-7 (3).

Petenis Kanada berusia 18 tahun itu juga mendapat wild card untuk bermain di Miami. Sebelum ini, dia hanya pernah bermain di WTA 1000 Toronto dan WTA 250 Granby 2022 dalam turnamen WTA sebelum bersaing di Miami.

Kedua remaja itu mencuri perhatian di tengah kemenangan yang didapat para unggulan, seperti Iga Swiatek (2), Jessica Pegula (4), Keys (5), dan Amanda Anisimova. Mirra Andreeva (11) juga mengawali perjalanannya dengan kemenangan 6-0, 6-2 atas Veronika Kudermetova. Andreeva dalam perjalanan menjuarai WTA 1000 untuk ketiga kali beruntun setelah menjadi juara di Dubai dan Indian Wells.

Alcaraz tersingkir

Pada persaingan petenis putra di tempat yang sama dalam level ATP Masters 1000, upaya Carlos Alcaraz untuk bisa bermain kembali dengan kemampuan terbaik gagal terwujud. Dia disingkirkan petenis senior, David Goffin, pada babak kedua dengan skor 7-5, 4-6, 3-6.

Tak ada alasan lain bagi Alcaraz selain menyalahkan diri sendiri yang tak mencapai level terbaik pada pertandingan tersebut. Performanya membuatnya kalah dari petenis di luar peringkat 30 besar dunia untuk pertama kali pada 2025.

Alcaraz mengatakan mulai merasa lelah pada bagian kaki meski tidak mengalami cedera atau sakit. Sebelum bertanding, petenis dengan empat gelar juara Grand Slam itu bahkan merasa sangat siap.

Reaksi Carlos Alcaraz setelah dikalahkan David Goffin pada pertandingan babak kedua ATP Masters 1000 Miami di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida,  Jumat (21/3/2025). Alcaraz kalah dengan skor 7-5, 4-6, 3-6.

”Saya pun mengira akan bermain baik, tetapi rupanya itu tidak terjadi. Selain itu, David bermain sangat baik, terutama pada servis pertama yang menjadi kunci kemenangan dia,” kata Alcaraz dalam laman resmi ATP.

Dengan kekalahan itu, Alcaraz baru sekali mencapai final pada tahun ini, yaitu di ATP 500 Rotterdam yang menghasilkan gelar juara. Di Indian Wells Masters, pekan lalu, Alcaraz disingkirkan Jack Draper pada semifinal sehingga gagal menciptakan hattrick juara. Adapun dalam persaingan Australia Terbuka, dia kalah dari Novak Djokovic di perempat final.

Selain Alcaraz, unggulan sepuluh besar lainnya yang tersingkir pada babak kedua adalah Daniil Medvedev. Unggulan ketujuh itu kalah dari Jaime Munar, 2-6, 3-6.

Sementara Djokovic memenangi penampilan pertamanya di Miami dalam enam tahun ketika berhadapan dengan Rinky Hijikata. Enam kali juara Miami Masters itu menang 6-0, 7-6 (1) dan akan melawan petenis lucky loser Camilio Ugo Carabel pada babak ketiga. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata