PANJAT TEBING

Semua ’Kan Baik-baik Saja, Desak Made Rita...

Seperti lagu band favoritnya, Dewa 19, pemanjat Desak Made Rita yakin semua akhirnya akan baik-baik saja.  Emas, rekor Asia, dan tiket Asian Games bukti resiliensi.

10 Apr 2026 07:42 WIB · Olahraga

WORLD CLIMBING

Oleh Rebiyyah Salasah

Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet Indonesia, akhirnya berekspresi. Setelah menepuk tombol finis dan melihat angka yang tertera pada penghitung waktu, Desak menangkupkan kedua tangan seperti sedang bersyukur. Pemanjat tebing disiplin speed ini lantas mengepalkan tangannya, berteriak, dan tersenyum.

Angka yang tertera adalah 6,07 detik, catatan waktu yang cukup membuat Desak menajamkan rekor Asia atas namanya sendiri yang dipecahkan kurang dari satu jam sebelumnya. Catatan yang diukir di Kejuaraan Asia 2026, ajang kualifikasi untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis (9/4/2026), ini mengantar Desak meraih medali emas setelah lebih cepat dari wakil tuan rumah, Yafei Zhou.

Pada semifinal di Meishan, China, ketika sudah memastikan kelolosan ke Asian Games 2026, Desak memecahkan rekor Asia milik Deng Lijuan di Olimpiade Paris 2024. Desak merebut kembali takhta pemegang rekor Asia yang sebelumnya hilang dari genggaman.

”Impian Desak buat lolos ke Asian Games, lolos ke Olimpiade, lebih besar dari yang lainnya, lebih besar dari apa pun (cobaannya),” kata Desak pekan lalu.

Di pemusatan latihan nasional panjat tebing di Bekasi, Jawa Barat, Desak bercerita tentang keinginan utamanya untuk bisa tampil lagi di Asian Games. Jika itu sudah terpenuhi, ia juga ingin meraih medali emas dan memecahkan rekor. Semua itu terwujud.

Pemanjat tebing Indonesia disiplin speed, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah), menjuarai Kejuaraan Asia 2026 dan memecahkan rekor Asia setelah memastikan kelolosan ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Meishan, China, Kamis (9/4/2026).

Bagi Desak, juga tim panjat tebing Indonesia, keberhasilan itu bagaikan hari yang cerah setelah badai. Dua bulan sebelum lomba, tim panjat tebing Indonesia diterpa kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik oleh mantan pelatih mereka, Hendra Basir.

Kabar itu seperti petir di siang bolong. Desak tak cuma kaget, tetapi juga mengalami perasaan campur aduk. Kekosongan pelatih terjadi, para atlet pun dipulangkan. Program latihan tidak jelas.

Padahal, di depan mata ada Kejuaraan Asia menanti Desak dan kawan-kawan. Sebagai peraih emas di Asian Games Hangzhou 2022, Desak tentu ingin mengulangi pencapain itu di Aichi-Nagoya 2026. Namun, ia terlebih dahulu harus lolos ke ajang yang kini menerapkan kualifikasi.

Dua tahun lalu, ketika para atlet ditanya siapa orang yang berjasa dalam karier panjat tebingnya, hampir semuanya menjawab Hendra Basir. Medali emas Olimpiade Paris 2024 menjadi bukti bahwa Hendra mumpuni dan total dalam tugasnya.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri) memenangi laga final setelah finis lebih cepat dari wakil tuan rumah Yafei Zhou sekaligus memecahkan rekor Asia 6,07 detik di Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, Kamis (9/4/2026). Kejuaraan Asia menjadi ajang kualifikasi untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Hendra juga yang ”menemukan” dan menempa Desak sejak sekitar delapan tahun lalu. Pada beberapa kejuaraan, Desak sebenarnya tidak selalu menjadi juara. Namun, Hendra punya pandangan berbeda sehingga memilihnya dari ratusan atlet untuk masuk ke pelatnas.

Di tangan Hendra pula, Desak menjelma menjadi pemanjat putri terbaik Indonesia. Setelah emas Asian Games, lalu emas Kejuaraan Asia, Desak lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Kasus kekerasan

Maka, tak heran jika Desak begitu tak menyangka ketika Hendra jadi sosok yang diduga melakukan kekerasan terhadap atlet-atletnya. Dugaan itu membawa Hendra dinonaktifkan, lalu dipecat dan digantikan.

”Mau melupakan pun enggak bisa karena pada saat itu semuanya kaget, bingung,” ujar Desak.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berlaga di babak kualifikasi Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, Kamis (9/4/2026). Kejuaraan Asia menjadi ajang kualifikasi untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Investigasi internal terkait dugaan kekerasan itu berjalan. Begitu juga dengan laporan ke polisi yang diajukan lima atlet putri. Di tengah proses itu, para atlet tetap profesional dengan menjalani tugas berkompetisi.

Namun, tugas yang dijalani para pemanjat ini tak semata-mata menunjukkan mereka adalah atlet profesional. Ketika tampil di Kejuaraan Asia, bahkan hingga meraih medali seperti Desak, hal lain yang juga ditunjukkan adalah resiliensi ketika ada cobaan.

Daya lenting itu didorong keyakinan bahwa mimpinya lebih besar dari apa pun sehingga layak diperjuangkan dan tak boleh terganggu cobaan. Desak butuh waktu sedikitnya satu bulan untuk berada pada tahap penerimaan atas apa yang terjadi.

”Hidup harus terus berjalan, jadi Desak coba nikmati saja seumpama masih teringat. Rasakan sakitnya, belajar untuk tidak menolak dan tetap melanjutkan hidup. Mungkin lama-lama juga akan lupa, lama-lama akan baik-baik saja,” ujarnya.

Atlet panjat tebing Indonesia disiplin speed, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berlatih di pemusatan latihan nasional panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Kota Harapan Indah, Bekasi, Sabtu (12/4/2025).

Ketika dipulangkan, Desak lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga. Kata Desak, ayah dan ibunya jadi menjadi pendorong pertama untuk fokus pada mimpi besarnya di tengah ”badai” yang menerpa.

”Mereka bilang, ’Oke, fokus dulu di sini, apa pun yang terjadi. Selama tidak melewati batas, tidak melakukan indisipliner atau apa pun, lanjutkan perjuangan.’ Desak jadi tersadar punya mimpi yang lebih besar,” ucapnya.

”Jadi, siapa pun pelatihnya, apa pun programnya, jalani saja. Karena yang utama (untuk meraih mimpi) itu ternyata bukan pelatih atau orang lain di luar diri kita, tapi ya diri kita sendiri,” kata atlet asal Buleleng, Bali, ini.

Fase sulit Veddriq

Seperti Desak, Veddriq juga harus lebih dahulu mengalami fase yang menurut dia sulit setelah kasus dugaan kekerasan itu mencuat. Sebelum itu, ia didera cedera dan kesulitan menembus waktu di bawah lima detik.

Veddriq mengatakan, cederanya perlahan sudah membaik. Begitu pula dengan catatan waktunya dalam latihan.

Ketika semua aspek seolah mendukung Veddriq untuk bangkit di kompetisi, ia malah sakit sepekan sebelum berangkat ke Meishan. Dokter bahkan memintanya untuk benar-benar istirahat sehingga harus absen latihan.

Pelatih baru tim speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengatakan, jika tidak dipaksa demikian, Veddriq akan tetap nekat latihan. Apalagi, kata Galar, Veddriq menyadari, persaingan sangat ketat meski akhirnya dia menang dengan meraih tiket ke Asian Games bersama Aditya Tri Syahria.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Veddriq Leonardo, bersiap tampil di Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, Kamis (9/4/2026). Kejuaraan Asia menjadi ajang kualifikasi untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Di sektor putri, Desak akan ditemani Berthdigna Devi Surya Kusuma untuk berlaga di Asian Games. Rajiah Sallsabillah, meskipun sama-sama tersingkir di perempat final seperti Devi, punya catatan waktu lebih lambat di babak itu sehingga gagal lolos ke Asian Games.

Sebenarnya Rajiah sudah memenuhi syarat pertama untuk lolos, yaitu menembus delapan besar. Rajiah gagal ketika harus bersaing dengan rekan sendiri untuk jadi dua pemanjat terbaik, sesuai kuota yang tersedia per jender dan negara.

Rajiah juga mengatakan, kasus dugaan kekerasan oleh Hendra memenuhi pikirannya dalam waktu lama. Namun, ia tersadar untuk fokus karena punya mimpi kembali tampil di Olimpiade seperti pada 2024.

”Di panjat tebing, kan, ada batas waktunya. Jadi, saya memang ingin memberi semacam pembuktian terakhir. Selain itu, apa pun yang terjadi, enggak boleh menghalangi mimpi saya. Jadi, sebisa mungkin soal kasus itu ditutup di pikiran dan kembali fokus. Ikhlaskan yang terjadi dan jalani yang sekarang,” ujar Rajiah, yang telah tampil di Asian Games Jakarta-Palembang 2018 dan Hangzhou 2022.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Rajiah Sallsabillah (kiri), berlaga di babak kualifikasi Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China, Kamis (9/4/2026). Kejuaraan Asia menjadi ajang kualifikasi untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sepekan setelah Rajiah, Veddriq, dan Desak bercerita soal fase sulit yang menimpa mereka, hari cerah itu tiba, setidaknya untuk tim panjat tebing Indonesia. Saat menuruni papan panjat setelah memastikan medali emas dan menajamkan rekor Asia, senyuman pun menghiasi wajah Desak.

Senyuman selepas menghadapi cobaan itu seperti penegasan keyakinan Desak bahwa pada akhirnya, semua akan baik-baik saja. Persis lirik lagu dari band favorit sang atlet, Dewa 19.

”Hadapi dengan senyuman/Semua yang terjadi biar terjadi/Hadapi dengan tenang jiwa/Semua ’kan baik-baik saja….”


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti