Panas ekstrem membuat sejumlah pertandingan Australia Terbuka dihentikan sementara. Jannik Sinner mampu lolos dari sengatan cuaca panas tersebut.
24 Jan 2026 13:42 WIB · Olahraga
AFP
MELBOURNE, SABTU — Jannik Sinner selamat dari panas ekstrem dan keram untuk melaju ke babak keempat Australia Terbuka di Melbourne, Australia, Sabtu (24/1/2026). Petenis nomor dua dunia itu kehilangan satu set saat mengalahkan Eliot Spizzirri, 4-6, 6-3, 6-4, 6-4, di Rod Laver Arena.
Di tengah pertandingan, petenis Italia itu terlihat tertatih-tatih menuju player box, tetapi tetap diminta oleh pelatihnya, Darren Cahill, untuk bermain—bahkan jika dengan hanya berjalan—untuk melewati sisa set ketiga demi mencapai jeda.
Panas yang melewati angka 36 derajat celsius membuat Sinner kesulitan. Pelatihnya sempat melakukan penanganan pada otot betis untuk meringankan keram Sinner.
Meski servisnya berhasil dipatahkan dan tertinggal 3-1, Sinner kemudian mendapatkan jeda waktu yang sangat krusial ketika kebijakan panas ekstrem turnamen diberlakukan, yaitu ketika permainan dihentikan untuk menutup atap stadion.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/24/6f01757033c2d2cdd3829acb6906791f-wires_photo_69_.jpg)
Pemain dan penonton memang terpanggang panasnya suhu pada hari ketujuh di Melbourne Park, dengan suhu udara diperkirakan bakal mencapai 40 derajat celsius.
Turnamen ini memiliki skala panas (heat stress scale) dari 1 sampai 5, dengan 5 sebagai yang tertinggi. Pada siang hari, skala panas mencapai 5, saat suhu mendekati 36 derajat celcius, sehingga memaksa pertandingan dihentikan sementara. Pertandingan antara Sinner dan Spizzirri terhenti selama 10 menit untuk menutup atap stadion.
Momen ini terbukti menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut. Itu membantu Sinner pulih dari keramnya.
Saat pertandingan dilanjutkan, Sinner mematahkan servis Spizzirri dua kali untuk merebut set tersebut, lalu kembali melakukannya pada gim ketujuh set penentuan—mengantarkan dirinya menuju salah satu kemenangan paling dramatis dalam kariernya.
Meski gagal mempertahankan rekor 12 pertandingan tanpa kehilangan satu set pun, Sinner lolos ke babak selanjutnya. Sinner akan berhadapan dengan sesama petenis Italia, Luciano Darderi, demi memperebutkan satu tempat di perempat final sembari melanjutkan misinya meraih gelar ketiga berturut-turut di Melbourne Park.
Agar bisa segera melakukan pemulihan, Sinner memotong wawancaranya di lapangan setelah mendiskusikan tantangan yang dihadapi saat pertandingan. ”Fisik saya mengalami kesulitan hari ini. Saya beruntung dengan aturan soal panas. Saya tahu mereka akan menutup atap,” kata Sinner.
Sinner mengungkapkan bahwa ia awalnya mengalami keram di kaki, tetapi kemudian tangannya pun mengalami keram. ”Jadi, saya mengalami keram semuanya. Ini olahraga, jadi saya tahu ini adalah area yang perlu saya tingkatkan. Pada akhirnya, tenis adalah permainan mental. Saya hanya berusaha bermain setenang mungkin,” tuturnya.
Pada tunggal putri, sang juara bertahan, Madison Keys, juga berhasil mengatasi lawannya, Karolina Pliskova, dalam suhu panas, 6-3, 6-3. Keys akan bertemu Jessica Pegula pada babak selanjutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/24/09ebdc60b4d86c4bd4edbda2eca5fd47-wires_photo_71_.jpg)
Pertandingan dimulai satu jam lebih awal dari biasanya karena gelombang panas di Melbourne. Meski mengaku gugup saat menjalani upaya mempertahankan gelar, Keys bermain gemilang melawan Pliskova yang pada babak sebelumnya mengalahkan petenis Indonesia, Janice Tjen.
Menurut Keys, ia telah terbiasa dengan suhu panas sehingga tidak terlalu terganggu saat menghadapi Pliskova. ”Saya merasa sangat baik dan gembira dengan panas hari ini dan siap menghadapinya,” kata Keys. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti