Seni Motivasi Thiago Silva Versus Kedinginan Cole Palmer

Chelsea dihadang oleh mantan pemainnya, Thiago Silva, yang datang bersama tim ”kuda hitam” Fluminense. Silva dan rekan-rekan kalah kualitas, tetapi tidak gentar.

07 Jul 2025 17:19 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

NEW YORK, SENIN — Fluminense bisa melaju jauh dengan kualitas skuad seadanya berkat dorongan motivasi dari sang kapten Thiago Silva. Chelsea begitu perkasa di babak gugur seiring kembalinya gelandang serang Cole Palmer ke performa terbaik. Silva dan Palmer akan memimpin tim masing-masing menuju partai puncak.

Dongeng Fluminense akan berlanjut di Stadion MetLife, New York, Rabu (9/7/2025) pukul 02.00 dini hari WIB. Tim ”kuda hitam” asal Brasil itu menantang Chelsea dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025. Fluminense dipimpin oleh bek legendaris 40 tahun, Silva, yang merupakan mantan pemain andalan Chelsea.

Silva sudah melewati fase emas. Kecepatan dan kelincahan sang bek berkurang digerus usia. Namun, jiwa kepemimpinan dan kematangannya tidak pernah luntur, justru semakin bersinar seiring waktu. Pelatih Fluminense Renato Gaucho berkata, Silva adalah alasan utama mereka bisa mencapai empat besar.

Kehadiran Fluminense di semifinal, setelah mengalahkan finalis Liga Champions Inter Milan dan klub kaya raya Al Hilal, sangat mengejutkan. Mereka satu-satunya tim tersisa dari luar Eropa. Saat tiga semifinalis lain memiliki nilai skuad lebih dari satu miliar euro, mereka tertinggal jauh dengan hanya 86 juta euro (Rp 1,63 triliun).

”Jika Anda bertanya sebelumnya apakah kami akan sampai sejauh ini, saya akan mengatakan bahwa kami masih jauh dari itu. Kami tahu skala finansial tim-tim lain, perbedaannya sangat besar. Tidak masuk akal. Namun, sering kali suasana kekeluargaan yang kami miliki memberi kekuatan yang tidak terduga,” ujar Silva.

Bek Chelsea Thiago Silva (depan) merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur dalam pekan kelima Liga Primer Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Senin (20/9/2021) dini hari WIB. Thiago Silva menjadi pemain Chelsea tertua kedua yang mencetak gol di Liga Inggris setelah Didier Drogba. (AP Photo/Matt Dunham) *** Local Caption *** Chelsea's Thiago Silva, center, celebrates after scoring the opening goal during the English Premier League soccer match between Tottenham Hotspur and Chelsea at the Tottenham Hotspur Stadium in London, England, Sunday, Sep. 19, 2021. (AP Photo/Matt Dunham)

Faktor nonteknis, seperti daya juang dan determinasi, menjadi pembeda. Semua itu dipantik oleh Silva yang merupakan sosok paling dihormati di dalam tim. Saat Silva berbicara, semua mendengarkan. ”Thiago adalah sosok monster, pemimpin dan pemain yang mematikan. Dia pelatih sekaligus kapten di lapangan,” kata Gaucho.

Istimewanya, Silva sangat pandai membakar semangat tim. Dia ahli memilih kata-kata untuk motivasi. Sebelum laga 16 besar versus Inter, misalnya. Silva menceritakan pengalaman emosional saat Piala Dunia Brasil 2014. Kisah itu mengenai ayah angkatnya, sosok yang membuat dia berada di titik ini.

Silva menyesal karena tidak sempat mengunjungi sang ayah di rumah sakit. Setelah kalah dari Jerman di Piala Dunia, dia langsung pergi untuk menjalani pramusim bersama Paris Saint-Germain. Di laga pertama bersama PSG, ayahnya dikabarkan sudah meninggal. Dia bercerita dengan nada bergetar, sambil menahan tangis.

Silva berpesan, penyesalan selalu datang di akhir. Dia pun meminta rekan-rekannya agar tidak mengulang kesalahan serupa. Dalam konteks itu, Silva berharap para pemain memberikan segalanya di lapangan agar tidak ada penyesalan setelah peluit panjang. Adapun laga itu berakhir dengan kemenangan Fluminense atas Inter 2-0.

Chelsea memahami betul pengaruh seorang Silva di dalam ataupun luar lapangan. Silva pernah bermain 155 kali untuk klub asal London itu dan turut menyumbangkan trofi Liga Champions pada musim 2020-2021. Dia juga sempat membantu proses transisi ”Si Biru” sebelum diambil alih Pelatih Enzo Maresca pada musim lalu.

Fluminense's Brazilian defender #03 Thiago Silva and Inter Milan's Italian forward #70 Sebastiano Esposito react at the end of the FIFA Club World Cup 2025 round of 16 football match between Italy's Inter Milan and Brazil's Fluminense at the Bank of America Stadium in Charlotte on June 30, 2025. (Photo by Federico PARRA / AFP)

Marc Cucurella, bek sayap Chelsea, merupakan salah satu pemain yang banyak belajar darinya di Stamford Bridge. ”Dia adalah legenda sepak bola. Pemain top. Sebuah kehormatan bagi kami berkesempatan melawannya lagi. Semoga kami bisa melakukan hal-hal baik, memenangi laga, dan bermain di final,” ucapnya.

Kebangkitan Palmer

Di musim terakhir Silva bersama Chelsea, 2024-2025, Palmer menjadi pemain paling bersinar. Dia menghasilkan 22 gol dan 11 asis dalam semusim di Liga Inggris. Setelah kepergian Silva, Palmer gagal melanjutkan momentum tersebut pada musim lalu. Gelandang tim nasional Inggris itu sempat paceklik gol dan asis selama empat bulan.

Meskipun begitu, Palmer mulai kembali ke bentuk terbaik menjelang berhadapan dengan Silva dan rekan-rekan. Dia menunjukkan ”kedinginannya” dalam dua laga babak gugur terakhir, versus Palmeiras dan Benfica. ”Cold Palmer”, julukannya, menjadi inspirasi utama serangan tim serta menyumbang satu gol dan satu asis.

Maresca memberikan peran beda untuk sang pemain, di sayap kiri saat versus Benfica (16 besar) dan kembali ke gelandang serang ketika versus Palmeiras (perempat final). Dia menjalankan kedua peran itu dengan sama baik.

Versi terbaik Palmer terlihat kembali di perempat final. Dia mencetak gol ciri khasnya ke gawang Palmeiras dengan aksi balik badan di depan kotak penalti dan tendangan datar.

Gol tersebut merupakan yang kedua untuk Palmer sejak Januari. Gol sebelumnya dicetak ke gawang Liverpool pada Mei lalu.

”Saya tidak terlalu memperhatikan mereka (pembenci di media sosial). Saya senang bisa mencetak gol lagi, tetapi saya tahu harus terus meningkatkan diri dan mencoba naik ke level baru,” kata pemain 23 tahun itu.

Gelandang serang Chelsea Cole Palmer (tengah) dihadang pemain Benfica Fredrik Aursnes dalam laga 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Bank of America, Charlotte, Minggu (29/6/2025) WIB.

Meskipun lebih unggul di atas kertas, Maresca enggan menganggap remeh Fluminense. Seperti diketahui, Chelsea selalu kesulitan saat menghadapi wakil Brasil di sepanjang turnamen. Mereka sempat kalah dari Flamengo 1-3 di babak grup. Si Biru juga menang atas Palmeiras 2-1 berkat gol bunuh diri pemain lawan di pengujung laga.

”Energi dari tim-tim Brasil di kompetisi ini sangat tinggi. Mungkin karena mereka baru memulai musim baru, sementara kami baru menyelesaikan musim. Saya menyaksikan beberapa laga mereka (Fluminense). Mereka sangat terorganisasi dan punya pemain bagus,” tutur Maresca. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto