Sentuhan Personal, ”Magis” Melki ke NTT Satu

Setiap hari Melki berusaha membalas satu per satu pesan masuk. Itu dilakukan jauh sebelum ia jadi calon gubernur NTT.

28 Nov 2024 09:29 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

Sudah lewat tengah malam, dari balik lensa minusnya, Emanuel Melkiades La Lena menatap layar ponsel, membaca setiap pesan. Jari tangannya membalas satu per satu pesan pribadi sampai tuntas. Ratusan bahkan sempat ribuan per hari.

Sebagian besar pengirim pesan tidak begitu ia kenal dekat. Bahkan, banyak yang belum dijumpai sama sekali. Mereka mengaku mengenalinya. Melki, sapaan akrab Melkiades, meladeni. Isi pesan berupa perkenalan, dukungan, hingga permintaan bantuan.

Bukan baru kali ini, yakni ketika berlangsungnya kontestasi Pilgub Nusa Tenggara Timur. Jauh sebelum itu, yaitu saat dirinya masih menjadi staf sejumlah lembaga di Jakarta dan menjadi anggota DPR. Semakin ke sini, pesan pribadi yang diterima semakin banyak.

”Saya selalu meluangkan waktu khusus untuk membalas pesan. Bagi saya, setiap orang yang mengirim pesan karena mereka ingin berkenalan. Dengan membalas pesan, kita menghargai mereka,” kata Melki di sela-sela deklarasi kemenangan dirinya dalam Pilgub NTT pada Rabu (27/11/2024) malam.

Siluet calon gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan pasangannya Johni Asadoma bersama tim pemenangan mendeklarasikan kemenangan pada Rabu (27/11/2024) malam.

Melki bersama pasangannya, Johni Asadoma, memenangi Pilgub NTT berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei Charta Politika. Mereka unggul sekitar 38 persen disusul Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto sekitar 32 persen dan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu sekitar 30 persen.

Situs resmi KPU, yang merekap hasil penghitungan suara dari tempat pemungutan suara, juga mengunggulkan Melki-Johni dengan angka 37,51 persen, Yohanis-Jane 33,33 persen, dan Simon-Adrianus 29,16 persen. Data yang masuk dari 8.664 TPS atau 87,72 persen dari total 9.877 TPS di seluruh NTT.

Tak hanya menjawab pesan di ponsel. Melki punya ingatan menghapal nama, bahkan profil singkat, dari orang-orang yang pernah dia kenal. 

”Saya dukung Melki karena sentuhan personal dia bagus,” kata Agung Riwu (35), warga Kota Kupang. Atas kesan itulah Agung bekerja secara sukarela, termasuk mengorganisasi kekuatan untuk mendukung Melki.

Ia pernah menggelar pertemuan yang menghadirkan lebih dari 600 orang pada saat masa kampanye. Melki diundang hadir. Ia merasa senang dengan kemenangan Melki-Johni.

Perayaan kemenangan calon gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dan pasangannya Johni Asadoma pada Rabu (27/11/2024) malam.

Lalu apa kepentingan Agung?

”Saya ini guru honorer, bukan birokrat, politisi, atau pengusaha yang mungkin punya kepentingan tertentu. Bagi saya, Melki menang itu sudah bagus. Semoga dia bisa bangun NTT dengan baik seperti yang dijanjikan,” kata Agung saat ditemui di markas pemenangan Melki-Johni.

Agung berharap sentuhan personal yang menjadi karakter Melki tidak sampai luntur ketika berada di kursi kekuasaan. Ia mengingatkan hal itu sebab banyak orang berubah total ketika berada di tampuk kekuasaan. 

Quote

Saya dukung Melki karena sentuhan personal dia bagus.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona, berpendapat, kekuatan Melki pada sentuhan hati dan impresi positif secara langsung kepada banyak pemilih. Ini berbeda dengan politisi yang memoles diri demi membangun citra positif di media sosial.

”Dalam konteks komunikasi politik kontemporer di era media sosial, orang cenderung lupa kekuatan sentuhan hati. Mereka sibuk dengan sentuhan tidak langsung lewat citra di media sosial. Juga komunikasi yang tidak memberi impresi pada pikiran dan hati pemilih,” katanya.

Salah satu kegiatan ketika merenovasi SDN As Manulea, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, kemenangan Melki adalah buah dari cara dia berkomunikasi secara langsung dengan banyak orang setiap hari. Sentuhan nyata pada pikiran dan hati pemilih lewat pembawaan dirinya yang sederhana, cair, dan apa adanya saat berkomunikasi dengan siapa saja.

”Karakter Melki yang rendah hati adalah nilai plus dari figur ini. Banyak politisi lupa bahwa keputusan pemilih untuk memilih seseorang itu sesungguhnya dimulai dari pikiran dan rasa. Pikiran dan rasa akan memengaruhi dan memandu sikap untuk memilih,” papar Mikhael.

Anggota Akademi Paradigta berdiskusi di Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat (20/9/2024). Anggota dan warga menanam bakau, membuat jembatan bakau, dan pembuatan garam untuk menarik wisatawan datang. Akademi Paradigta merupakan sebuah program inovatif dari Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 20-9-2024

Selain itu, lanjut dia, kemenangan ini juga dipengaruhi variabel calon wakil gubernur Johni Asadoma. Joni punya daya tarik secara elektoral. Ia memiliki pemilih loyal di banyak kabupaten dan kota karena sentuhan langsungnya. Mereka ini yang menyumbang suara tambahan yang cukup signifikan. 

Kemenangan Melki-Johni adalah kekuatan figur yang mampu memberi kesan positif pada hati dan pikiran pemilih, juga buah kerja keras tim koalisi partai dan para relawan. Ada pula faktor efek mantan Presiden Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto yang mengusung pasangan itu.

Berdasarkan hitung cepat lembaga survei serta rekapan hasil di situs resmi KPU, hampir dipastikan Melki bakal menduduki kursi NTT satu. Para pendukung dan publik berharap kekuasaan tidak mengubah karakter Melki dan Johni.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra