Sekitar 600 Penyintas Erupsi Lewotobi Batal Memilih, Setara dengan Satu TPS

KPU menyatakan telah mengirim kendaraan bagi para penyintas.

27 Nov 2024 16:01 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Sekitar 600 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, batal menyalurkan hak pilih mereka karena alasan akses. Komisi Pemilihan Umum telah mengirim kendaraan untuk mengangkut pemilih ke tempat pemungutan suara.

Paulus Tukan, Kepala Desa Pululera, lewat sambungan telepon pada Rabu (27/11/2024) siang, mengatakan, pemungutan suara sudah selesai dan ratusan warganya batal memilih. Alasannya, TPS yang berada di Desa Nileknoheng itu sulit dijangkau warga.

”Dari total daftar pemilih tetap 1.119 orang, yang memilih tidak sampai setengahnya,” ujarnya.

Paulus memperkirakan jumlah yang tidak memilih 600 orang. Angka itu setara dengan jumlah maksimal pemilih dalam satu TPS.

Ia menjelaskan, alasan warga tidak memilih adalah tidak memiliki kendaraan untuk mengangkut mereka ke TPS yang berjarak lebih kurang 3 kilometer dengan kondisi jalan menanjak. Banyak pemilih termasuk kelompok lanjut usia serta ada yang sakit-sakitan.

Sejumlah pemilih dimobilisasi ke tempat pemungutan suara relokasi bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur seperti pada Rabu (27/11/2024).

”Ada juga yang jalan kaki ke sana. Mereka datang membawa undangan memilih. Namun, setelah tiba di sana, mereka diminta menunjukkan KTP (kartu tanda penduduk). Banyak yang KTP-nya tercecer ketika mengungsi. Mereka akhirnya tidak bisa memilih,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU NTT Jemris Fointuna yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pemerintah daerah dan KPU menghadirkan kendaraan di sana untuk memobilisasi masyarakat Pululera ke Nileknoheng. Kendaraan dimaksud adalah mobil bak terbuka.

Menurut Jemris, mobilisasi dilakukan untuk menyelamatkan hak pilih masyarakat. Terlebih, masalah akses itu sudah diketahui sehari sebelum pemungutan suara. ”Kan, kemarin kami sudah janji untuk mobilisasi pemilih,” ujarnya.

Lebih lanjut Paulus menerangkan, kehadiran mobil itu tidak dikoordinasikan dengan pemerintah desa terlebih dahulu sehingga banyak masyarakat tidak tahu. Sebelum mobil datang, sebagian masyarakat sudah jalan kaki ke TPS di Desa Nileknoheng dan sebagian lagi batal ke sana. 

Wartawan, relawan dan petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki bergegas mencari titik aman setelah gunung itu erupsi lagi pada Kamis (7/11/2023) pukul 10.30 wib atau 12.30 wita. Letusan yang terjadi kamis menjelang siang itu membuat jalur trans Flores diguyur hujan abu.

Akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, KPU merelokasi sejumlah TPS dari zona bahaya ke daerah aman. Selain Nileknoheng, ditambah lagi 22 TPS relokasi di tujuh pos pengungsian, antara lain, pos pengungsian Konga sebanyak 1.005 pemilih, Watotika Ile sebanyak 101, Lewolaga sebanyak 1.112, Bokang sebanyak 396, Kobasoma sebanyak 521, Lewoingu 786, dan Ile Gerong sebanyak 224. 

Lebih kurang 13.000 jiwa mengungsi sejak erupsi pada 3 November 2024. Erupsi besar itu menewaskan sembilan orang dan melukai lebih kurang 60 orang. Korban terkena batu api yang terlontar dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki, yang berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento sudah mengingatkan potensi kerawanan, salah satunya adalah akses yang membuat banyak orang tidak bisa memilih. Bawaslu akan mencermati kondisi lapangan untuk ditelaah lebih lanjut.

Petugas menunjukkan material hasil erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang kembali terjadi pada Kamis (7/11/2024) pagi. Lontaran material itu mencapai 7 kilometer dari puncak gunung.

Dalam hitungan Bawaslu NTT, sebanyak 303 TPS yang sulit dijangkau secara geografis. Secara keseluruhan, total TPS yang ditetapkan dalam pilkada serentak di NTT sebanyak 9.877 yang tersebar di 3.442 desa/kelurahan, 315 kecamatan, dan 22 kabupaten/kota.

Pilkada serentak berlangsung di semua kabupaten/kota ditambah pilgub NTT. Tiga pasang kontestan bertarung di Pilgub NTT, yakni Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, Emanuel Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma, dan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Rini Kustiasih