Senyum Ceria Siswa karena Ada Ayam pada Menu Makan Bergizi di Palembang

Karena menu yang lebih menarik, para siswa jadi lebih antusias dalam menyambut dan menyantap menu MBG hari kedua dan hari ketiga.

09 Jan 2025 08:27 WIB · Nusantara

Oleh Adrian Fajriansyah

Setelah kurang selera menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis atau MBG hari pertama, sejumlah siswa mulai lebih menikmati menu MBG karena ada ayam pada hari kedua dan ada telur pada hari ketiga. Secara cita rasa, menu MBG hari kedua dan hari ketiga pun jauh lebih baik.

Program MBG mulai diterapkan di Palembang di lima sekolah, yakni TK Panca Bakti, SD Negeri 24, SD Negeri 25, SMP Negeri 19, dan SMP Negeri 33, pada Senin (6/1/2025). Ada 2.968 siswa dari lima sekolah itu yang menerima manfaat program tersebut.

Pada hari pertama, menu yang diberikan kepada siswa TK dan SD, terdiri dari nasi putih, lauk tahu isi olahan daging ikan gabus, tempe goreng, sayur buncis, dan pisang. Menu siswa SMP adalah nasi putih, tahu isi/pentol ikan, tempe orek, sayur buncis, dan buah pisang.

Saat itu, ada sejumlah siswa TK, SD, dan SMP yang kurang selera dengan menu MBG hari pertama. Sebab, ada siswa yang tidak suka dengan lauk berbahan baku tahu dan tempe. Selain itu, cita rasa dan porsi menu yang disajikan juga kurang sesuai harapan.

Namun, memasuki hari kedua, para siswa mulai lebih menikmati menu MBG. Sebab, ada lauk ayam yang disematkan. Tepatnya, menu hari kedua terdiri dari nasi putih, ayam masak asam manis, tahu goreng, sayur capcay, dan semangka.

Menu ayam itu membuat siswa kelas 5A SD Negeri 25 Palembang, Alfaro (10), semringah. Menurut Alfaro saat ditemui awak media, Rabu (8/1/2025), dirinya sangat menyukai ayam sehingga sangat senang ketika ada menu ayam saus tersebut.

Alfaro, siswa kelas 5A SD Negeri 25 Palembang memberikan keterangan mengenai menu Makan Bergizi Gratis hari ketiga kepada awak media di sekolahannya, Rabu (8/1/2025).

Rasa ayam saus itu pun dianggap enak. Itu membuat Alfaro berselera untuk menghabiskan semua menu yang disajikan. ”Menu hari kemarin (Selasa) enak sekali karena ada ayam. Jadinya, saya makan habis semua menu yang ada. Rasanya juga jauh lebih enak dibanding menu hari pertama,” ujar Alfaro.

Menu MBG hari ketiga pun relatif masih diterima. Menunya meliputi nasi putih, telur kari, tempe orek, sayur kacang panjang, dan pisang. ”Hari ini menunya tidak ada ayam, tetapi rasa telur kuah (kari) juga enak. Jadi, hari ini saya tetap habiskan semua menu yang ada. Kalau bisa, besok-besok ada ayam lagi,” kata Alfaro dengan senyum terkembang.

Dengan adanya MBG tiga hari terakhir, para siswa mulai terbiasa menanti menu yang disajikan. Bagi mereka, makanan gratis itu sangat membantu untuk menghemat uang jajan yang biasanya selalu habis. ”Senang sekali dapat makan gratis tiga hari ini. Selama ini saya memang jarang makan pagi dan bawa bekal. Biasanya saya dikasih uang jajan Rp 5.000 atau Rp 10.000. Dengan ada makan gratis, saya bisa tabung uang jajan saya,” ucap Alfaro.

Quote

Senang sekali dapat makan gratis tiga hari ini. Selama ini saya memang jarang makan pagi dan bawa bekal. Biasanya saya dikasih uang jajan Rp 5.000 atau Rp 10.000. Dengan ada makan gratis, saya bisa tabung uang jajan saya.

Siswa lebih antusias

Kepala SD Negeri 25 Palembang Wiwin Purwanti mengatakan, dirinya mengapresiasi upaya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palembang yang menyediakan menu yang lebih bervariasi. Hal itu membuat para siswa jauh lebih antusias menyambut menu MBG yang datang. Adapun menu MBG di SD Negeri 25 diberikan setiap jam istirahat, yakni sekitar pukul 09.00.

Bahkan, lanjut Wiwin, menu MBG yang terus membaik membuat anak-anak yang tadinya malas sekolah menjadi lebih bersemangat datang sekolah. Ada keseruan tersendiri di antara para siswa untuk menikmati menu MBG.

”Bahkan, sekarang, ada sebagian siswa yang bertanya-tanya kepada guru apa menu MBG hari esoknya. Hal itu menandakan program MBG telah memantik semangat anak-anak untuk datang ke sekolah. Selain membuat para siswa lebih sehat, menu MBG ternyata bisa menjadi alasan untuk anak-anak lebih rajin sekolah,” ujar Wiwin.

Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 25 Palembang, Sumatera Selatan, Senin (6/1/2025).

Saat ditanya mengenai ada siswa yang tidak menyukai menu MBG hari pertama, termasuk ada siswa yang nyaris tidak menyentuh menu tersebut sama sekali, Wiwin memastikan, itu tidak bisa digeneralisasi. Maksudnya, dari total 603 siswa dari 19 lokal kelas 1-6 di SD Negeri 25, hanya segelintir siswa yang tidak terlalu suka dengan menu MBG hari pertama.

Selebihnya, Wiwin menilai mayoritas siswa menyukai menu MBG hari pertama dan hari-hari selanjutnya. ”Kemarin (pada hari Senin), yang tidak suka menu MBG hanya satu-dua siswa dari total 603 siswa di sekolah ini. Jadi, secara umum, para siswa di sini menyukai menu MBG,” kata Wiwin.

Pernyataan Wiwin agak bertolak belakang dengan keterangannya seusai pembagian menu MBG hari pertama. Ketika itu, dia meminta SPPG untuk lebih kreatif dalam menyajikan menu agar semua siswa menerima menu tersebut. Dirinya sempat menyarankan agar menu-menu dalam bentuk orisinal, seperti tahu, tempe, dan sayur diolah menjadi bentuk yang lebih menarik hati siswa.

Klarifikasi SPPG Palembang

Sementara itu, penanggung jawab SPPG di Palembang, Muhammad Dicky, membantah keras pemberitaan mengenai menu MBG di Palembang tidak disukai siswa, terutama karena lauk yang disajikan hanya berupa tahu dan tempe. Dicky menegaskan, pada hari pertama, mereka tidak sekadar menyajikan tahu untuk menu siswa TK dan SD, melainkan tahu isi olahan daging ikan gabus atau sate ikan khas Palembang.

Pada menu siswa SMP sebagian siswa diberi lauk tahu isi olahan daging ikan gabus dan sebagian diberi lauk pentol ikan gabus yang juga khas Palembang. Lauk-lauk itu sesuai arahan pemerintah pusat yang meminta SPPG menyajikan makanan khas daerah masing-masing.

”Bisa dilihat, untuk menu siswa TK dan SD, ini bukan sekadar tahu, tetapi tahu isi olahan daging ikan gabus atau sate ikan kalau orang Palembang bilang. Sebaliknya, untuk menu SMP, kami menyajikan pentol ikan gabus. Menu ikan ini diberikan karena Palembang terkenal dengan kuliner ikannya,” kata Dicky sambil menunjukkan sampel menu MBG hari pertama.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palembang, Muhammad Dicky memberikan keterangan mengenai program Makan Bergizi Gratis kepada awak media di SD Negeri 25 Palembang, Rabu (8/1/2025).

Terlepas dari itu, Dicky tidak menafikan bahwa selera para siswa berbeda-beda. Seperti sajian buah, ada siswa yang suka pisang, ada yang suka semangka, tetapi ada pula yang ingin buah-buahan lainnya. Tentunya, SPPG tidak bisa memenuhi keinginan semua siswa yang berbeda-beda tersebut.

Sebagai solusi atau jalan tengahnya, SPPG berkomitmen untuk selalu mengubah menu setiap harinya agar para siswa tidak bosan. Mereka pun akan mempertimbangkan menu apa yang paling disukai oleh siswa. ”Yang pasti, kita terus melakukan evaluasi agar program MBG bisa terus menjadi lebih baik,” ujar Dicky.

Pemberian MBG secara massal tentunya bukan perkara gampang karena setiap siswa memiliki selera subyektif masing-masing. Akan tetapi, kalau penyelenggara program MBG membuka diri untuk mendengar masukan dari para pihak dan terus berinovasi secara kreatif, menu-menu yang mereka sajikan kemungkinan akan disantap dengan riang gembira oleh para siswa.  


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan