Sebagai pencinta bola, Paus adalah anggota resmi suporter San Lorenzo. Nomor kartu anggotanya 88.235.
22 Apr 2025 08:00 WIB · Internasional
Lahir di Argentina, sepak bola sudah mendarah daging dalam tubuh Paus Fransiskus. Cintanya pada olahraga ini tidak berhenti setelah bertugas sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma. Paus menggunakan sepak bola sebagai alat untuk menyebarkan perdamaian dan gerakan sosial lainnya.
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun di Vatikan, Senin (21/4/2025). Semasa hidupnya, Paus terkenal sebagai penggemar berat sepak bola. Dia suka bermain sepak bola yang terbuat dari kain perca di jalanan Buenos Aires.
Paus kecil bukanlah anak yang jago bermain sepak bola. Dia kerap bertugas sebagai penjaga gawang. Posisi ini, tuturnya, adalah cara yang baik untuk belajar menanggapi ”bahaya yang bisa datang dari mana saja”.
”Banyak orang mengatakan bahwa sepak bola adalah permainan terindah di dunia. Saya pun berpikir demikian,” tutur Bapa Suci, tahun 2019.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/21/5f6abe14-25da-4af0-892b-1472bc9c91d2_jpg.jpg)
Paus adalah pendukung setia klub San Lorenzo. Klub ini berasal dari Flores, daerah pinggiran Bueno Aires, Argentina, yang pernah meraih trofi Copa Libertadores. Dia sering menonton pertandingan klub ini bersama ayah dan saudara-saudaranya.
Setelah menjadi Paus pada 2013, Paus tetap menjadi anggota resmi suporter San Lorenzo. Nomor kartu anggotanya 88.235. Lucunya, Bapa Suci pernah membuat sedikit kegemparan ketika ia juga menerima kartu anggota dari klub pesaing, Boca Juniors, sebagai bagian dari kemitraan pendidikan Vatikan.
Paus tetap rajin memantau perkembangan San Lorenzo. Salah satu anggota pasukan elite Garda Swiss biasanya meninggalkan hasil pertandingan di mejanya. Paus berhenti menonton televisi sejak 1990, ketika Jerman Barat mengalahkan Argentina di final Piala Dunia yang diselenggarakan Italia.
Selama bertugas, Paus pernah menerima sejumlah tokoh sepak bola legendaris. Mereka, antara lain, mendiang Diego Maradona, Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic, dan Gianluigi Buffon.
Bagi Paus Fransiskus, sepak bola bukanlah sekadar hiburan. Anggota Ordo Jesuit ini melihat sepak bola sebagai cara menyebarkan perdamaian, meski olahraga ini juga tidak luput dari korupsi dalam beberapa manajemennya.
Paus Fransiskus kerap mengadakan misa besar di stadion-stadion sepak bola saat perjalanan apostolik. Sewaktu ke Indonesia pada September 2024, Paus pun mengadakan misa di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/21/488f0eb1-31fb-40e3-a702-7952067e3c47_jpg.jpg)
Pada 2014, Stadion Olimpiade di Italia menjadi tuan rumah pertandingan antaragama untuk perdamaian atas inisiatif Paus. Pemain sepak bola terkenal dari berbagai agama bergabung dalam acara ini.
”Acara olahraga malam ini merupakan sebuah gerakan simbolis untuk membantu orang memahami bahwa adalah sangat mungkin membangun budaya pertemuan dan dunia yang damai. Pemeluk agama yang berbeda, sambil tetap menjaga identitasnya, dapat hidup berdampingan secara rukun dan saling menghormati,” tutur Paus Fransiskus, dilansir dari Vatican.va.
Uskup Perancis Emmanuel Gobilliard mengatakan, ia memahami peran penting sepak bola. Gobilliard adalah delegasi Vatikan untuk Olimpiade 2024 di Paris, Perancis.
”Apakah Anda seorang pemain sepak bola amatir atau profesional, apakah Anda suka menontonnya di televisi, tidak ada bedanya: olahraga ini adalah bagian dari kehidupan orang-orang,” katanya.
Sepak bola turut menjadi corong Paus Fransiskus untuk mempromosikan solidaritas dan inklusivitas, terutama bagi kaum muda. Saat berpidato di hadapan tim Italia dan Argentina pada 2013, ia mengingatkan para pemain tentang peran mereka terhadap anak muda dan memperingatkan akan ekses dari ”bisnis” sepak bola.
”Para pemain yang terhormat, kalian sangat populer. Orang-orang mengikuti kalian, tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Itu adalah tanggung jawab sosial,” ujar Paus.
Seruan itu Paus ulangi pada 2016. Selama konferensi global tentang iman dan olahraga, ia memohon para pemimpin untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik guna mengatasi korupsi dalam sepak bola. Olahraga harus jauh dari manipulasi dan penyalahgunaan komersial.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/21/68074eca-ca53-408b-89ff-08a0ea87fbee_jpg.jpg)
Seperti halnya agama, Gobilliard menjelaskan, tujuan dalam sepak bola melampaui kepentingan individu. ”Kita melayani sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri, yang melampaui kita secara kolektif dan pribadi,” ucapnya.
Adapun sejumlah klub dan pemain sepak bola lain sudah mengucapkan selamat jalan untuk Sri Paus, antara lain, Gianluigi Buffon, klub San Lorenzo, dan Real Madrid. Semua acara olahraga di Italia pada Senin (21/4/2025) ditunda untuk berkabung, termasuk empat pertandingan sepak bola papan atas.
”Sepak bola Italia turut berdukacita atas meninggalnya Paus Fransiskus. Ia adalah contoh hebat tentang kepedulian dan martabat Kristiani dalam menghadapi penderitaan dan selalu memperhatikan dunia olahraga, khususnya sepak bola,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Italia Gabriele Gravina. (AP/AFP)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul