Viktor Gyokeres membungkam para pengkritik dengan ”brace” di laga kandang pertama Arsenal. Malam Arsenal disempurnakan dengan pengenalan Eze dan debut Max Dowman.
24 Agt 2025 05:21 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Sosok ”pembunuh” yang didamba Arsenal di Stadion Emirates akhirnya muncul dalam sosok penyerang baru Viktor Gyokeres. Lewat sumbangan sepasang gol dalam penampilan debut di kandang, Gyokeres mulai menjadi jawaban untuk masalah kompleks ”Si Meriam” pada musim lalu.
Para penggemar Arsenal akhirnya bisa menyaksikan selebrasi ”topeng” ala Gyokeres di Emirates, Minggu (24/8/2025) WIB. Tidak tanggung-tanggung, sang striker melakukan seleberasi itu sebanyak dua kali setelah sukses menciptakan brace dalam kemenangan telak Arsenal atas tim promosi Leeds United 5-0.
Sepasang gol Gyokeres tercipta seusai turun minum. Gol pertamanya di Liga Inggris dihasilkan lewat aksi individu setelah lolos dari jebakan offside. Dia menutup kemenangan di injury time dengan gol penalti. Adapun penalti itu dimenangkan oleh remaja 15 tahun, Max Dowman, yang mendapatkan kesempatan debut di paruh kedua.
Beban di pundak Gyokeres mulai terangkat. Dia masih tampak kaku dan emosional saat gol pertama. Dalam selebrasi gol kedua, pemain 27 tahun itu mulai tersenyum lebar sambil merapikan rambut di depan kamera. Dia seolah menjawab para pengkritik yang sempat mencelanya ketika kurang berkontribusi di laga pertama.
”Tekanan pasti selalu ada. Saya tahu cepat atau lambat saya akan mengambil peluang (untuk mencetak gol). Hari ini saya mengambil dua peluang dan kami menang 5-0,” kata Gyokeres. ”Mungkin saja, ya,” lanjutnya saat ditanya tentang apakah selebrasi merapikan rambut sebagai respons terhadap serangan di media sosial.
Dua gol Gyokeres sangat krusial untuk kemenangan Arsenal, terutama gol pertama pada menit ke-48. Kontribusi itu membuat Si Meriam unggul tiga gol di awal paruh kedua. Gyokeres membunuh harapan tim tamu untuk bisa bangkit. Leeds yang datang dengan motivasi tinggi dari ruang ganti, terpuruk lagi seusai kemasukan gol ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/24/e96143dd4bb95abc8c13eaa4b9f5791a-776340367.jpeg)
Sosok ”pembunuh” itu yang tidak dimiliki Arsenal di Emirates sepanjang musim lalu. Mereka kekurangan daya ledak di lini serang. Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu terlalu sering kehilangan poin karena tidak mampu mencetak gol kedua atau ketiga. Hasilnya, tim lawan bisa menyeimbangkan laga dan membalikkan momentum pertandingan.
Arsenal gagal menang 8 kali dari 19 laga di kandang musim lalu. Separuh dari kehilangan poin terjadi usai Martin Odegaard dan rekan-rekan unggul lebih dulu. Akibat problem itu, mereka hanya menghasilkan 39 poin di Emirates. Jumlah poin itu merupakan yang terendah di antara tim enam besar, kecuali Newcastle United (38).
Si Meriam perlu lebih banyak menghasilkan poin di kandang jika ingin juara. Menurut Opta, rerata poin kandang dari tim juara dalam sepuluh musim terakhir adalah 48,5 poin. Bagi Arsenal, cara terbaik meningkatkan poin adalah mencetak gol lebih banyak. Mereka terbilang kurang tajam dengan hanya produksi 35 gol.
Harapan itu dibebankan kepada Gyokeres, sosok penyerang murni yang akhirnya dimiliki skuad Arsenal. Sang penyerang mulai terlihat sebagai solusi di laga keduanya. Hanya saja, Gyokeres masih perlu membuktikan konsistensinya. Adapun dia dan para pemain Arsenal lain masih beradaptasi dengan cara bermain masing-masing.
Arteta berkata, Gyokeres pasti membantu tim berevolusi jadi lebih baik, terutama di lini serang. ”Kami akan menemukan cara lain untuk menyerang dan menyambungkan satu sama lain. Sudah jelas di mana Viktor benar-benar berbahaya, tinggal kami yang harus menempatkannya di situasi itu sebanyak mungkin,” tuturnya.
Selain keran gol Gyokeres yang mulai terbuka, banyak hal positif lain yang terjadi di Emirates. Sebelum laga dimulai, Arsenal terlebih dulu memperkenalkan sosok pemain baru yang didatangkan dari Crystal Palace, yaitu Eberechi Eze. Gelandang tim nasional Inggris itu menambah lengkap senjata di lini serang Si Meriam.
Dowman turut menunjukkan potensinya selama setengah jam terakhir. Menggantikan Noni Madueke, sang remaja sukses menjadi pemain debutan termuda kedua dalam sejarah Liga Inggris (15 tahun 235 hari). Dia hanya kalah dari pemain Arsenal lain, Ethan Nwaneri, yang memainkan laga debut pada 2022 (15 tahun 181 hari).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/24/4ade3cfa0d02955500afaf38859f21a4-776340367_1_.jpeg)
Aksi terbaik Dowman dihasilkan di injury time. Berhadapan dengan dua pemain lawan, dia berhasil memancing pelanggaran di kotak penalti. ”Saya pikir semua orang bisa melihat betapa potensialnya dia (Dowman). Dia bermain seperti pria dewasa. Dia sangat menyenangkan untuk ditonton,” kata bek sayap Arsenal, Jurrien Timber.
Sementara itu, Arsenal kembali menunjukkan ketangguhan dalam skema tendangan sudut. Mereka mencetak dua gol dari tendangan sudut yang dieksekusi gelandang Declan Rice. Kedua gol itu diciptakan oleh Timber yang selalu berada dalam posisi tepat di kotak penalti.
Pelatih Leeds Daniel Farke berkata, hasil itu memperlihatkan jurang kualitas antara tim pesaing juara dan tim promosi. ”Pastinya sangat menyebalkan kemasukan dari bola mati. Namun, mereka memang efektif dengan lima gol dari lima tembakan ke gawang. Singkat cerita, mereka tim yang lebih baik dan pantas menang,” ujarnya.
Di antaranya banyak hal positif, malam Arsenal ternodai dengan permasalahan cedera. Dua pemain utama mereka, Odegaard dan Bukayo Saka, ditarik keluar di tengah laga akibat cedera. Odegaard mengalami masalah bahu, sementara Saka merasakan sesuatu di otot paha. Beruntung, skuad Si Meriam cukup dalam untuk menutupi lubang tersebut. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan