India menembakkan rudal dan pesawat nirawak berpeledak ke Pakistan. Sejumlah pesawat India dijatuhkan Pakistan.
07 Mei 2025 06:31 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS-Penerbangan haji Indonesia tidak terdampak pertempuran India-Pakistan. Kondisi di Asia Selatan memanas setelah India menembakkan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan pada Rabu (7/5/2025) dini hari. Dalam serangan itu, India kehilangan setidaknya dua jet tempur. Pakistan menembakkan artileri medan ke arah India.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub RI menyebut, penerbangan haji RI tidak lewat wilayah udara di lokasi pertempuran. “Sampai saat ini belum ada laporan atau kendala dari operator yang melayani penerbangan haji dikarenakan konflik India-Pakistan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut Kuncoro menyatakan hal serupa. Rute penerbangan haji maskapainya tidak melalui daerah terdampak konflik, baik pergi maupun pulang. Alhasil, tidak ada perubahan rute hingga kini. “Namun, akan kami evaluasi dan monitor setiap harinya terkait perekmbangan konflik yang terjadi,” kata Daniel.
— India menembakkan rudal ke sembilan lokasi di Pakistan pada Rabu (7/5/2025) dini hari. Dalam serangan itu, India kehilangan setidaknya dua jet tempur. Pakistan menembakkan artileri medan ke arah India.
Media India, The Hindustan Times dan India Today, melaporkan serangan itu disebut bagian Operasi Sindoor. Militer India menyebut, operasi itu bagian dari pembalasan atas serangan teror ke Pahalgam, Jammu Kashmir, pada 22 April 2025.
Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat India dilibatkan dalam Operasi Sindoor. Selain pesawat tempur, dilibatkan pula pesawat nirawak. India menembakkan rudal serta pesawat nirawak berpeledak.
”Secara keseluruhan, sembilan lokasi disasar. Tindakan kami terfokus, terukur, dan tidak bertujuan meningkatkan ketegangan. Tidak ada fasilitas militer Pakistan disasar. India menunjukkan telah berusaha menahan diri dalam memilih target dan mengeksekusinya,” demikian pernyataan militer India.
Sasarannya, menurut pernyataan itu, termasuk kantor pusat Lashkar-e-Taiba (LeT) di Muridke dan kantor pusat Jaish-e-Mohammad (JeT) di Bahawalpur. India menuding LeT dan JeT di balik serangan ke Pahalgam.
Para pejabat India mengabari serangan itu kepada koleganya di berbagai negara. Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval menelepon Menteri Luar Negeri sekaligus Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Marco Rubio.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut serangan itu pengecut. ”Pakistan berhak membalas sepenuhnya tindakan perang ini dan pembalasan sedang berlangsung,” ujarnya.
Ia menyebut, Pakistan amat percaya diri pada kemampuan membalas serangan India. ”Semangat rakyat Pakistan berkobar, seluruh bangsa bersatu bersama angkatan bersenjata. Rakyat Pakistan dan tentara Pakistan tahu bagaimana berurusan dengan musuh,” ujarnya.
Menteri Pertahanan Pakistan Khwaja Asif menyangkal lokasi serangan sebagai tempat teroris. Fakta di lapangan menunjukkan, India menyerang fasilitas sipil.
Direktur Jenderal Hubungan Antarlembaga pada militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudry, mengatakan, India tidak cuma menyerang Bahawalpur dan Muridke. India juga menyerang Kotli, Muzaffarabad, Bagh, dan Ahmedur Timur.
Sebagai pembalasan atas serangan itu, Pakistan menembakkan artileri medan ke sejumlah sasaran di Jammu Kashmir. Pakistan mengklaim telah menghancurkan salah satu bagian dari markas brigade AD India di Jammu Kashmir. Sejumlah tangsi India di Jammu Kashmir juga menjadi sasaran armed Pakistan.
Media Pakistan, Tribune, menyebut setidaknya tiga jet tempur dan satu pesawat nirawak India dijatuhkan di atas Jammu Kashmir. Sementara media China, Global Times, menulis dua jet tempur India dijatuhkan Pakistan.
Menurut Pakistan, jet-jet tempur India hanya terbang di wilayah udara India. Meski demikian, tetap saja sebagian jet itu dijatuhkan.
Sejumlah bandara dan ruang udara di Pakistan ditutup. Karachi, Lahore, Multan, Faisalabad, Skardu, dan Peshawar adalah sebagian wilayah Pakistan yang bandara dan ruang udaranya ditutup.
Warga di sana melaporkan, mesin jet tempur Pakistan terdengar menderu di langit. Selain itu, terlihat pula rudal-rudal meluncur dari daratan Pakistan. (REUTERS)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari