ISLAMABAD, KAMIS — Salah satu tangsi India di Kashmir dihancurkan tentara Pakistan. Peledakan itu menambah ketegangan dua tetangga sejak serangan teror di Pahalgam pada 22 April 2025.
Dalam laporan Kamis (1/5/2025), The Express Tribune Pakistan menulis peledakan pos di Chakputra, Kahsmir. Selain itu, tentara Pakistan juga meledakkan sejumlah tempat perlindungan tentara India sekitar pos tersebut. Semua itu terjadi pada Selasa malam sampai Rabu dini hari.
Peledakan itu peningkatan signifikan dari baku tembak dengan pistol dan senapan dalam sepekan terakhir. Baku tembak terjadi setiap malam sejak terjadi serangan di Pahalgam.
Selepas peledakan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menelepon Pemerintah India-Pakistan. Kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menlu India S Jaishankar, Rubio mendesak peredaan ketegangan segera. India-Pakistan sama-sama mitra dekat AS di Asia Selatan.
”Menteri mendesak pejabat Pakistan bekerja sama dalam menyelidiki serangan keji itu. Beliau juga mendorong Pakistan bekerja sama dengan India untuk meredakan ketegangan, mengaktifkan lagi saluran komunikasi, dan menjaga kedamaian serta keamanan Asia Selatan,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS soal telepon Rubio-Sharif.
Desakan meredakan ketegangan juga disampaikan Rubio kepada Jaishankar. Rubio menegaskan komitmen AS bekerja sama dengan India dalam perang melawan teror.
India adalah mitra penting AS untuk melawan pengaruh China yang meningkat. Pakistan tetap menjadi sekutu AS meskipun kepentingannya berkurang setelah penarikan AS dari negara tetangganya, Afghanistan, pada 2021.
Sayangnya, desakan Rubio tak didengar. Dilaporkan India Today dan Hindustan Times, India menutup ruang udaranya bagi semua pesawat Pakistan. Bagi Pakistan, dampak kebijakan India mungkin kecil saja. Sebab, langit India hanya dilewati Pakistan International Airlines rute Kuala Lumpur. PIA sudah mengantisipasi itu.
Tindakan India itu balasan karena Pakistan lebih dulu menutup langitnya bagi semua pesawat India. Penutupan langit dilakukan Pakistan setelah India membekukan Traktat Air Indus. Traktat itu mengatur penggunaan air Sungai Indus dan anak-anak sungai itu oleh India-Pakistan. Sungai Indus dan anak-anaknya melewati India baru ke Pakistan.
Hubungan India-Pakistan kini sangat sensitif. Salah melangkah sedikit saja, konflik bisa meletup kembali. Pakistan-India beberapa kali terlibat perang besar dan berulang kali pula saling serang dalam skala kecil.
Hampir seluruh perang dan saling serang dua pemilik senjata nuklir itu gara-gara Kashmir. Sejak puluhan tahun lalu, China-India-Pakistan terus saling mengklaim Kashmir. China menamai daerah yang didudukinya sebagai Aksai Chin, India menyebutnya Jammu Kashmir, sementara Pakistan menyebutnya Kashmir.
Tidak cuma berebut Kashmir, persamaan tiga negara itu adalah sama-sama pemilik bom nuklir. Hanya saja, Pakistan-China tidak pernah baku tembak, apalagi perang, karena Kashmir. Sebaliknya, India berulang kali baku tembak sampai perang dengan China dan Pakistan gara-gara Kashmir.
Dari tiga negara itu, kekuatan Pakistan paling kecil. Meski demikian, justru India paling sering mencatatkan kehilangan tentara dan alat perang dalam jumlah paling besar.
Pahalgam memicu
Ketegangan terakhir India-Pakistan terjadi selepas serangan di Pahalgam. Ada 25 warga India dan satu warga Nepal tewas dalam serangan pada 22 April 2025 itu.
India menuding Pakistan di balik serangan tersebut. Pakistan menyanggah dan meminta penyelidikan independen. India-Pakistan kemudian saling usir warga masing-masing. Warga biasa sampai pejabat diusir. PM India Narendra Modi memberikan kebebasan operasional penuh kepada militer untuk merespons serangan di Kashmir itu.
Dalam telepon dengan Rubio, Sharif kembali membahas soal penyelidikan independen. Ia mendesak AS untuk meminta India mengurangi retorika dan bertindak secara bertanggung jawab. ”Provokasi India hanya akan mengalihkan perhatian Pakistan dari upayanya mengalahkan terorisme, khususnya dari kelompok militan,” kata Sharif.
Militer Pakistan mengaku sedang membahas pelanggaran gencatan senjata di perbatasan Kashmir yang disengketakan bersama dengan militer India. Juru bicara militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan, kedua pihak masih melakukan komunikasi telepon mingguan rutin dan Pakistan mengangkat masalah pelanggaran gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Rencana serangan
Seiring dengan dialog militer itu, Pakistan mengaku memiliki informasi intelijen yang dapat dipercaya bahwa India akan segera melancarkan operasi militer. Menteri Penerangan Pakistan Attaullah Tarar mengatakan, India bisa jadi menyerang Pakistan sebelum Jumat ini. Sementara Menlu Pakistan Ishaq Dar mengatakan, Pakistan tidak akan menyerang lebih dulu.
Terkait dengan serangan warga sipil di Kashmir, kepolisian India telah mengeluarkan poster pencarian tiga tersangka serangan. Para buron terdiri dari dua warga Pakistan dan seorang warga India. Mereka diduga anggota kelompok Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, organisasi yang ditetapkan sebagai teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
India juga mengumumkan hadiah dua juta rupee atau Rp 439 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan setiap orang. Mereka juga melakukan penahanan besar-besaran untuk mencari siapa pun yang diduga terkait dengan para pelaku serangan.
Serangan di Kashmir itu merupakan serangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Kashmir yang dikuasai India. Insiden terparah yang terakhir pernah terjadi di Pulwama pada 2019.
Pada waktu itu seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke konvoi pasukan keamanan dan menewaskan 40 orang serta melukai 35 orang. Sekitar 12 hari kemudian, pesawat jet tempur India melancarkan serangan udara di wilayah Pakistan.
Kashmir mayoritas penduduknya Muslim dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa. Sejak 1989, sebagian penduduk Jammu Kashmir memberontak dan meminta pemisahan dari India.
Sekitar 1,5 juta orang tinggal di dekat garis gencatan senjata di sisi perbatasan Pakistan. Hampir semua warga selalu dalam kondisi bersiap menghadapi kekerasan.
Caranya dengan menyiapkan ruangan perlindungan bawah tanah atau bunker sederhana berdinding lumpur yang diperkuat dengan beton. Itu pun jika mereka mampu membeli beton yang relatif mahal. ”Kami sedang membersihkan bunker untuk berjaga-jaga karena musuh bisa menyerang kapan saja. Kami tidak bisa lengah dan harus menyelamatkan anak-anak kami,” kata Muhammad Javed (42), warga Desa Chakothi.
India dan Pakistan sudah berulang kali saling tembak selama enam malam berturut-turut di LoC yang merupakan zona pos-pos terdepan Himalaya yang dijaga ketat dan merupakan perbatasan Kashmir secara de facto.
Sumber keamanan Pakistan menyatakan, dua pesawat tanpa awak ditembak jatuh pada Selasa di dekat LoC setelah melanggar wilayah udara Pakistan. Isu ini yang dibahas militer Pakistan dan India.
(Reuters/AFP/AP)
ISLAMABAD, KAMIS — Salah satu tangsi India di Kashmir dihancurkan tentara Pakistan. Peledakan itu menambah ketegangan dua tetangga sejak serangan teror di Pahalgam pada 22 April 2025.
Dalam laporan Kamis (1/5/2025), The Express Tribune Pakistan menulis peledakan pos di Chakputra, Kahsmir. Selain itu, tentara Pakistan juga meledakkan sejumlah tempat perlindungan tentara India sekitar pos tersebut. Semua itu terjadi pada Selasa malam sampai Rabu dini hari.
Peledakan itu peningkatan signifikan dari baku tembak dengan pistol dan senapan dalam sepekan terakhir. Baku tembak terjadi setiap malam sejak terjadi serangan di Pahalgam.
Serial Artikel
Buntut Penembakan di Kashmir, India-Pakistan Bisa Perang Lagi
India marah besar atas penembakan di Pahalgam, Kashmir. Pakistan dituding di balik serangan itu. India-Pakistan sama-sama memiliki bom nuklir.
Selepas peledakan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menelepon Pemerintah India-Pakistan. Kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Menlu India S Jaishankar, Rubio mendesak peredaan ketegangan segera. India-Pakistan sama-sama mitra dekat AS di Asia Selatan.
”Menteri mendesak pejabat Pakistan bekerja sama dalam menyelidiki serangan keji itu. Beliau juga mendorong Pakistan bekerja sama dengan India untuk meredakan ketegangan, mengaktifkan lagi saluran komunikasi, dan menjaga kedamaian serta keamanan Asia Selatan,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS soal telepon Rubio-Sharif.
Desakan meredakan ketegangan juga disampaikan Rubio kepada Jaishankar. Rubio menegaskan komitmen AS bekerja sama dengan India dalam perang melawan teror.
India adalah mitra penting AS untuk melawan pengaruh China yang meningkat. Pakistan tetap menjadi sekutu AS meskipun kepentingannya berkurang setelah penarikan AS dari negara tetangganya, Afghanistan, pada 2021.
Sayangnya, desakan Rubio tak didengar. Dilaporkan India Today dan Hindustan Times, India menutup ruang udaranya bagi semua pesawat Pakistan. Bagi Pakistan, dampak kebijakan India mungkin kecil saja. Sebab, langit India hanya dilewati Pakistan International Airlines rute Kuala Lumpur. PIA sudah mengantisipasi itu.
Tindakan India itu balasan karena Pakistan lebih dulu menutup langitnya bagi semua pesawat India. Penutupan langit dilakukan Pakistan setelah India membekukan Traktat Air Indus. Traktat itu mengatur penggunaan air Sungai Indus dan anak-anak sungai itu oleh India-Pakistan. Sungai Indus dan anak-anaknya melewati India baru ke Pakistan.
Hubungan India-Pakistan kini sangat sensitif. Salah melangkah sedikit saja, konflik bisa meletup kembali. Pakistan-India beberapa kali terlibat perang besar dan berulang kali pula saling serang dalam skala kecil.
Hampir seluruh perang dan saling serang dua pemilik senjata nuklir itu gara-gara Kashmir. Sejak puluhan tahun lalu, China-India-Pakistan terus saling mengklaim Kashmir. China menamai daerah yang didudukinya sebagai Aksai Chin, India menyebutnya Jammu Kashmir, sementara Pakistan menyebutnya Kashmir.
Tidak cuma berebut Kashmir, persamaan tiga negara itu adalah sama-sama pemilik bom nuklir. Hanya saja, Pakistan-China tidak pernah baku tembak, apalagi perang, karena Kashmir. Sebaliknya, India berulang kali baku tembak sampai perang dengan China dan Pakistan gara-gara Kashmir.
Dari tiga negara itu, kekuatan Pakistan paling kecil. Meski demikian, justru India paling sering mencatatkan kehilangan tentara dan alat perang dalam jumlah paling besar.
Serial Artikel
Tentara India dan China Tewas dalam Baku Tembak di Perbatasan
Insiden baku tembak terjadi setelah pasukan India-China bersitegang lima pekan di perbatasan di kaki Himalaya. Situasi memburuk setelah 250 tentara kedua negara itu baku pukul dan saling todong, 5-6 Mei, di Pangong Tso.
Ketegangan terakhir India-Pakistan terjadi selepas serangan di Pahalgam. Ada 25 warga India dan satu warga Nepal tewas dalam serangan pada 22 April 2025 itu.
India menuding Pakistan di balik serangan tersebut. Pakistan menyanggah dan meminta penyelidikan independen. India-Pakistan kemudian saling usir warga masing-masing. Warga biasa sampai pejabat diusir. PM India Narendra Modi memberikan kebebasan operasional penuh kepada militer untuk merespons serangan di Kashmir itu.
Dalam telepon dengan Rubio, Sharif kembali membahas soal penyelidikan independen. Ia mendesak AS untuk meminta India mengurangi retorika dan bertindak secara bertanggung jawab. ”Provokasi India hanya akan mengalihkan perhatian Pakistan dari upayanya mengalahkan terorisme, khususnya dari kelompok militan,” kata Sharif.
Militer Pakistan mengaku sedang membahas pelanggaran gencatan senjata di perbatasan Kashmir yang disengketakan bersama dengan militer India. Juru bicara militer Pakistan Ahmed Sharif Chaudhry mengatakan, kedua pihak masih melakukan komunikasi telepon mingguan rutin dan Pakistan mengangkat masalah pelanggaran gencatan senjata di sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Seiring dengan dialog militer itu, Pakistan mengaku memiliki informasi intelijen yang dapat dipercaya bahwa India akan segera melancarkan operasi militer. Menteri Penerangan Pakistan Attaullah Tarar mengatakan, India bisa jadi menyerang Pakistan sebelum Jumat ini. Sementara Menlu Pakistan Ishaq Dar mengatakan, Pakistan tidak akan menyerang lebih dulu.
Terkait dengan serangan warga sipil di Kashmir, kepolisian India telah mengeluarkan poster pencarian tiga tersangka serangan. Para buron terdiri dari dua warga Pakistan dan seorang warga India. Mereka diduga anggota kelompok Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan, organisasi yang ditetapkan sebagai teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
India juga mengumumkan hadiah dua juta rupee atau Rp 439 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan setiap orang. Mereka juga melakukan penahanan besar-besaran untuk mencari siapa pun yang diduga terkait dengan para pelaku serangan.
Serangan di Kashmir itu merupakan serangan terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Kashmir yang dikuasai India. Insiden terparah yang terakhir pernah terjadi di Pulwama pada 2019.
Pada waktu itu seorang pengebom bunuh diri menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke konvoi pasukan keamanan dan menewaskan 40 orang serta melukai 35 orang. Sekitar 12 hari kemudian, pesawat jet tempur India melancarkan serangan udara di wilayah Pakistan.
Kashmir mayoritas penduduknya Muslim dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa. Sejak 1989, sebagian penduduk Jammu Kashmir memberontak dan meminta pemisahan dari India.
Sekitar 1,5 juta orang tinggal di dekat garis gencatan senjata di sisi perbatasan Pakistan. Hampir semua warga selalu dalam kondisi bersiap menghadapi kekerasan.
Caranya dengan menyiapkan ruangan perlindungan bawah tanah atau bunker sederhana berdinding lumpur yang diperkuat dengan beton. Itu pun jika mereka mampu membeli beton yang relatif mahal. ”Kami sedang membersihkan bunker untuk berjaga-jaga karena musuh bisa menyerang kapan saja. Kami tidak bisa lengah dan harus menyelamatkan anak-anak kami,” kata Muhammad Javed (42), warga Desa Chakothi.
India dan Pakistan sudah berulang kali saling tembak selama enam malam berturut-turut di LoC yang merupakan zona pos-pos terdepan Himalaya yang dijaga ketat dan merupakan perbatasan Kashmir secara de facto.
Sumber keamanan Pakistan menyatakan, dua pesawat tanpa awak ditembak jatuh pada Selasa di dekat LoC setelah melanggar wilayah udara Pakistan. Isu ini yang dibahas militer Pakistan dan India.