TIMUR TENGAH

Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dekati 100 Dolar

Amerika Serikat terus menyerang tanker Iran. Konflik kini meluas ke Yaman-Saudi. Dikhawatirkan pelayaran Terusan Suez terganggu setelah Selat Hormuz ditutup.

09 Sep 2026 09:43 WIB · Internasional

AFP

Oleh Iwan Santosa

MANAMA, RABU — Amerika Serikat menghancurkan lima tanker Iran dalam beberapa hari terakhir. Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran ke kapal induk AS. Dampak dari memanasnya situasi di kawasan Teluk, harga minyak mentah kembali mendekati angka 100 dolar AS per barel, Rabu (9/9/2026). Kantor Berita AFP melaporkan, bursa minyak mentah Brent mencatat angka 99,38 dolar AS per barel. Sementara harga untuk bursa West Texas mencapai 94,51 dolar AS per barel.

”Kapal perang kami memerintahkan ABK kapal tanker untuk meninggalkan kapal sebelum kami menyerang,” demikian keterangan Komando Tengah Amerika Serikat, di Bahrain Selasa (8/9/2026).

Setidaknya lima tanker Iran dihantam serangan AS. Serangan tersebut adalah gelombang serangan kedua terhadap tanker Iran setelah kapal induk USS George Washington dan kapal pengawalnya diserang rudal Iran, Sabtu dan Senin lalu.

Gambar dari video tanggal 5 September 2026 memperlihatkan kapal tanker M/T Kylo dihantam serangan AS di Teluk Oman.  AS mengklaim menembak tiga tanker terkait Iran, Sabtu (5/9/2026). This screen grab made on September 5, 2026 from handout video footage released by the US Central Command (CENTCOM) on X (formerly known as Twitter) shows what CENTCOM says is US military forces striking an Iranian crude oil tanker, M/T Kylo (also known as the "Noxen"), in the Gulf of Oman, on September 5, 2026. The US military said on Saturday, September 5, it had struck and destroyed three oil tankers linked to the Islamic Revolutionary Guard Corps after the Iranian military organization fired on American warships. Video posted by CENTCOM showed large fireballs and billowing flames after projectiles slammed into the ships. The three ships targeted were "part of a multibillion-dollar shadow network that funds the IRGC and its regional proxies," it said. (Photo by Handout / US Central Command (CENTCOM) / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  US CENTRAL COMMAND / HANDOUT" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Centcom mengatakan, kapal induk AS berhasil menghindari serangan tersebut dan kini melanjutkan patroli di dekat Selat Hormuz. ”Semua serangan rudal Iran terhadap kapal perang AS gagal mencapai sasaran,” kata Centcom. Iran menggunakan rudal terbaru Qassem Basir yang memiliki jangkauan hingga 1.200 kilometer dan dapat bermanuver menjelang mendekati sasaran.

Media Iran mengklaim, militer Iran telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Jordania sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal tanker Iran. Iran menyatakan akan menyerang tanker sekutu AS, yakni Kuwait dan Bahrain, untuk membalas serangan AS tersebut.

”Kami mengingatkan seluruh tanker di pelabuhan Kuwait dan Bahrain yang lego jangkar atau sedang docking untuk meninggalkan kapal mereka. Kapal mereka akan menjadi sasaran serang,” demikian keterangan Korps Garda Revolusi Iran yang disebarkan Kantor Berita Iran, IRNA. Menurut Iran, Bahrain dan Uni Emirat Arab menyediakan lahan bagi pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan sehingga turut bertanggung jawab atas konflik yang terjadi.

Gambar dari video tanggal 5 September 2026 memperlihatkan tanker M/T Stark terbakar setelah dihantam serangan Amerika Serikat. AS menyerang tanker-tanker Iran sebagai balasan atas serangan Iran ke kapal induk AS. AS memulai serangan terhadap Iran sejak 28 Februari 2026. This screen grab made on September 5, 2026 from handout video footage released by the US Central Command (CENTCOM) on X (formerly known as Twitter) shows what CENTCOM says is US military forces striking an Iranian crude oil tanker, M/T Stark 1, off the coast of Jask, Iran in the Gulf of Oman, on September 5, 2026. The US military said on Saturday, September 5, it had struck and destroyed three oil tankers linked to the Islamic Revolutionary Guard Corps after the Iranian military organization fired on American warships. Video posted by CENTCOM showed large fireballs and billowing flames after projectiles slammed into the ships. The three ships targeted were "part of a multibillion-dollar shadow network that funds the IRGC and its regional proxies," it said. (Photo by Handout / US Central Command (CENTCOM) / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  US CENTRAL COMMAND / HANDOUT" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Centcom mengatakan tidak ada yang perlu dijelaskan terkait klaim serangan Iran ke pangkalan militer di Jordania. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, AS akan terus menyerang untuk membalas Iran.

Di tengah saling serang tersebut, Iran mengumumkan berhasil menangkap drone bawah air Anduril Dive-LD milik Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Iran mengaku menjalankan operasi khusus untuk memburu dan menangkap drone tersebut dalam keadaan utuh.

Drone tersebut disebut termodern dan memiliki kemampuan otonom yang baru saja digunakan di AL AS tahun 2025. Pihak Centcom secara terpisah menyatakan adanya kegagalan teknis yang menyebabkan sebuah drone hilang.

”Drone tersebut sedang melakukan survei untuk mendukung operasi kami. Itu adalah drone jenis lama yang tidak membawa data sonar atau pun radar,” kata Juru Bicara Centcom Kapten Tim Hawkins. Dia tidak menjelaskan di mana drone tersebut kini berada.

Kapal motor melintas dekat tanker yang lego jangkar di Selat Hormuz dekat Pelabuhan Bandar Abbas, Minggu (6/9/2026). A motorboat passes a small tanker anchored in the Strait of Hormuz off Bandar Abbas, Iran, Sunday, Sept. 6, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

Bertambah pelik

Situasi kawasan Teluk dan Timur Tengah bertambah pelik karena Houthi di Yaman turut melancarkan serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi. Sekurangnya 73 orang terluka akibat serangan Houthi.

Sebelumnya terjadi kontak senjata berulang kali antara Houthi dan pasukan Yaman dukungan Arab Saudi. Konflik itu membuyarkan gencatan senjata yang sudah berjalan empat tahun.

Kondisi tersebut memperburuk stabilitas Jazirah Arab dan perniagaan dunia karena Houthi memegang kendali atas Selat Bab el Mandeb. Selat Hormuz yang ditutup Iran dan Bab el Mandeb yang dikendalikan Houthi dapat membuat ekonomi dunia mengalami kekacauan.

”Serangan Houthi mengenai warga sipil dan fasilitas ekonomi di Kota Abha, Jazan, Najran, dan Khamis Mushait,” ujar Mayor Jenderal Turki al-Maliki, juru bicara Koalisi Arab Saudi di Yaman.

Korsel-Perancis

Korea Selatan dan Perancis menjajaki kerja sama untuk membuka Selat Hormuz bagi pelayaran niaga. Korea Selatan dan Perancis sepakat untuk melakukan koordinasi terkait pelayaran di Selat Hormuz, memulihkan serta menjaga kelancaran rantai pasok global.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Presiden Perancis Emmanuel Macron dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Paris, Selasa kemarin. Namun, belum ada keterangan apa pun tentang wujud kerja sama atau operasi di Selat Hormuz.

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Ibu Negara Brigitte Macron, bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hye Kyung di Istana Elysee, Paris, Prancis, Selasa (8/9/2026). French President Emmanuel Macron, front second right, and his wife Brigitte Macron, front right, pose with South Korea's President Lee Jae Myung, front second left, and his wife Kim Hye-Kyung, front left, before a state dinner at the Elysee Palace in Paris, Tuesday, Sept. 8, 2026. (AP Photo/Thomas Padilla)

Seusai pertemuan dua pemimpin, penasihat keamanan Korsel, Wi Sung-lac, mengatakan, kontribusi Korsel dalam mendorong keamanan maritim lebih ditekankan daripada rencana pengerahan militer. ”Kami masih dalam tahap awal mengkaji. Berbagai kemungkinan masih terbuka,” kata Wi.

Dia menambahkan tentang kemungkinan keterlibatan Korsel dalam isu Selat Hormuz tidak terkait dengan kesepakatan investasi Korsel di Amerika Serikat. Selat Hormuz menjadi lintasan utama pengiriman 61 persen minyak dan 54 persen naptha yang diimpor Korsel tahun 2025.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan telah mengirim tim inspeksi ke Uni Emirat Arab untuk menilai kondisi keamanan kawasan. Tim tersebut hanya bertugas mengumpulkan keterangan dan tidak ada rencana pengerahan pasukan.

Sementara Kantor Presiden Korea Selatan membantah kabar bahwa AS menetapkan tenggat bagi Korsel untuk terlibat mengirimkan militer ke Teluk Persia. (AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase