Ada 170 orang di sekolah itu kala rudal meledak. Jam pelajaran baru dimulai kala AS-Israel menyerang.
28 Feb 2026 20:33 WIB · Internasional
AFP PHOTO / IRIB / HANDOUT
TEHERAN, SABTU — Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dengan rudal laut dan udara. Sebagian rudal itu menghantam sekolah.
Serangan AS-Israel dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Di Minab, kota di Iran selatan, salah satu rudal meledakkan sekolah khusus murid perempuan. Akibatnya, sedikitnya 51 orang tewas dan 60 orang terluka.
Media Iran, IRNA, melaporkan, ada 170 orang di sekolah itu kala rudal meledak. Jam pelajaran baru dimulai. Jumlah korban dikhawatirkan terus bertambah. Penyelamatan masih terus dilakukan.
Laporan dari sekolah itu merupakan informasi pertama soal korban serangan AS-Israel ke Iran. Tidak diketahui, rudal siapa yang meledakkan sekolah.
Serangan dilancarkan di tengah upaya Oman memediasi AS-Iran untuk menghindari perang. Selama beberapa pekan terakhir, Menteri Luar Negeri Oman Badr Hamad Al-Busaidi mewakili negaranya dalam perundingan itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/28/87320e2eafc21cdb8dc5af19d8796f42-000_99AP4ZQ.jpg)
”Saya sangat kecewa. Negosiasi yang aktif dan serius sekali lagi telah dirusak. Baik kepentingan Amerika Serikat maupun tujuan perdamaian global tidak terlayani dengan baik oleh hal ini. Saya berdoa untuk orang-orang tak berdosa yang akan menderita. Saya mendesak Amerika Serikat untuk tidak semakin terlibat. Ini bukan perang Anda,” tulis Busaidi di media sosial.
Wakil Menlu Iran Hamid Ghanbari mengatakan, pemilihan waktu serangan amat merisaukan. Serangan di tengah perundingan memicu kerusakan kepercayaan pada upaya perdamaian.
Sejumlah media AS dan Israel mengungkap, serangan dilancarkan AS-Israel dari laut dan udara. Di sekitar Iran, ada sejumlah kapal perusak berpeluncur rudal milik AS. Di sejumlah negara Timur Tengah, AS juga menempatkan beragam jet tempur.
”Militer Iran akan menganggap asal dan sumber operasi militer AS-Israel, demikian pula tindakan untuk menangkis operasi pertahanan Israel, sebagai sasaran sah,” kata Menlu Iran Abbas Araghchi kepada sejumlah koleganya di kawasan.
Sejauh ini, Iran membenarkan langkahnya menyasar pangkalan AS di Qatar, Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, Jordania, dan Arab Saudi. Laporan dari negara-negara itu menyebutkan, rudal dan pesawat nirawak Iran menyasar ke pangkalan-pangkalan AS di negara tersebut.
”Pangkalan udara Al-Salem diserang sejumlah rudal balistik. Pagi ini, pertahanan udara Kuwait sukses menangkisnya,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Kuwait.
Di Bahrain, Iran menyerang markas komando armada V AS. Iran menggunakan pesawat nirawak dalam serangan itu. Sasarannya adalah radar peringatan dini. Belum diketahui jenis radarnya.
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim, sasaran di Qatar antara lain radar peringatan dini AN/FPS-132. Rudal itu terutama melacak pergerakan rudal dan aneka perangkat perang lain. Jangkauannya disebut sampai 5.000 kilometer. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan