Serangan Israel ke Gaza dan sejumlah tetangga Israel mengganggu mental tentara Israel. Sebagian berkonsultasi ke psikolog dan dokter jiwa. Sebagian lagi memutuskan mengakhiri hidupnya.
Dilaporkan Times of Israel pada Minggu (20/7/2025) malam waktu Tel Aviv atau Senin dini hari WIB, Kopral Dan Phillipson telah meninggal. Pemegang kewarganegaraan Israel-Norwegia itu tidak bisa diselamatkan dari luka tembak.
Selasa pekan lalu, ia menembak dirinya. Ia tentara ke-19 yang bunuh diri sepanjang 2025. Sepanjang 2024, menurut data militer Israel (Tzahal), 28 tentara Israel bunuh diri.
Sejak Israel menyerang Gaza, lalu Lebanon dan Suriah, jumlah tentara Israel yang bunuh diri terus meningkat. Sebelum bunuh diri, mereka terlihat atau terdeteksi mengalami masalah mental.
Dilaporkan The Jerusalem Post, ada 6.000 tentara Israel menghubungi ERAN yang merupakan lembaga pendampingan kesehatan jiwa. Menurut ERAN, setidaknya 1.600 tentara itu dalam kondisi tekanan mental amat berat.
ERAN mencatat, 1.200 tentara merasa gelisah atau trauma. Sementara hampir 2.000 orang merasa terasing setelah ikut menyerbu Gaza, Lebanon, atau Tepi Barat. Selain itu, 600 orang merasa kesulitan berhubungan dengan orang lain.
Direktur ERAN Shiri Daniels mengatakan, tak mudah bagi prajurit itu menghubungi layanan konsultasi kesehatan mental. ”Ada stigma seseorang memiliki jiwa yang lemah jika harus melakukan konsultasi kejiwaan bagi seorang prajurit Israel yang dianggap gagah perkasa. Budaya organisasi Tzahal menambah tekanan tersebut,” ujarnya.
”Prajurit Tzahal dilatih menekan emosi dan bekerja di bawah tekanan serta selalu siap siaga. Itu memang penting di medan tempur, tetapi dapat membuat gejala gangguan jiwa tidak terpantau,” lanjutnya.
Ketegangan dan tekanan kejiwaan sering disangkal. Prajurit menganggap tekanan fisik dan mental sebagai bagian dari tugas. ”Itu membuat mereka menyepelekan dan menganggap kondisi mereka sebagai kelelahan biasa dan tidak memerlukan perhatian khusus,” kata Daniels.
Pemimpin ERAN David Koren menerangkan, dalam perang yang berkepanjangan, para prajurit regular dan cadangan, serta keluarganya mengalami ketegangan mental. ”Beban psikologi serta penanganannya tidak saja dialami perseorangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari keluarga mereka dan juga menjadi beban keuangan. Selama perang (Gaza) ERAN menerima banyak pertanyaan dan konsultasi yang terus meningkat saat ini,” kata Koren.
Dalam laman ERAN, ditawarkan bantuan darurat kejiwaan dengan tanggap darurat serta dukungan melalui percakapan telepon serta daring. Kerahasiaan para pasien ERAN dijaga sepenuhnya.
Gangguan jiwa
Media Israel, Haaretz dari berbagai sumber menulis, Tzahal kekurangan personel. Akibatnya, Tzahal akhirnya merekrut warga dengan masalah kejiwaan untuk jadi pasukan cadangan yang diterjunkan ke Gaza. Sebagian besar prajurit Tzahal itu menderita trauma pascaperang (PTSD).
TV Israel, Channel 11 mewartakan, Tzahal merekrut 800 psikolog. Tzahal menyediakan pendampingan kejiwaan untuk mengatasi gangguan jiwa yang dialami para prajurit.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel sebelumnya mengumumkan sekurangnya 9.000 prajurit mengalami gangguan kejiwaan sejak pecah perang Israel–Hamas tanggal 7 Oktober 2023. Tzahal tidak pernah secara resmi mengungkapkan jumlah prajurit yang bunuh diri. Sejak pecah Perang Gaza, banyak pemakaman dilakukan tanpa upacara kemiliteran.
Tokoh oposisi Israel, Yair Lapid, menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menumbalkan anak muda demi kekuasaan. Anak muda disuruh berperang agar Netanyahu bisa terus mempertahankan serbuan ke berbagai tetangga Israel.
Oposan lain, Avigdor Lieberman, menyebutkan prajurit di bawah tidak punya pilihan. Netanyahu dan pendukungnya terus merintangi gencatan senjata.
Ketakutan
Prajurit Tzahal juga ketakutan ke luar Israel. Mereka cemas ditangkap dengan tuduhan terlibat kejahatan perang.
Ketakutan, antara lain, dialami Nati Hubberman, pemegang kewarganegaraan Israel-Kanada. Namanya muncul dalam situs FindIDFSoldiers.net yang dibuat Davide Mastracci. Laman itu dibuat untuk mengumpulkan data warga Kanada yang bergabung dengan Tzahal lalu ikut menyerang Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga Suriah.
Kekhawatiran Hubberman bukan karena namanya ada di laman buatan Mastracci. Ia cemas karena Juni 2025, kepolisian Kanada membenarkan tengah menyelidiki dugaan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang terkait serangan Israel ke Gaza.
Sebelum Gaza, Kanada telah melakukan mekanisme serupa untuk perang di Rwanda dan pecahan Yugoslavia. ”Apakah saya akan ditangkap kalau pulang ke Kanada?” kata Hubberman.
Bersama istrinya, Carmel, ia memutuskan meninggalkan Kanada untuk bergabung dengan Tzahal. Mereka ikut dalam serangan ke Gaza.
Sampai akhir 2024, para prajurit Israel rutin mengunggah foto dan video aksi mereka di Gaza. Sejumlah lembaga, salah satunya Yayasan Hind Rajab yang berpusat di Belgia, menjadikan unggahan itu sebagai bukti pelaporan kejahatan peran atau kejahatan terhadap kemanusiaan.
Lebih dari 1.000 tentara Tzahal telah dilaporkan Yayasan Hind Rajab dan mitranya ke sejumlah negara. Pemerintah Israel sampai harus mengatur pelarian diri sebagian tentaranya yang diburu di negara lain.
Pemerintah Israel dan pimpinan Tzahal meminta prajurit menghapus unggahan di media sosial. Dengan demikian, peluang prajurit itu diburu bisa ditekan. (AP/AFP)
Catatan redaksi: artikel ini diperbaiki karena ada ketidaktepatan penulisan di paragraf 6. Seharusnya 600 orang, bukan 600 persen.
Serangan Israel ke Gaza dan sejumlah tetangga Israel mengganggu mental tentara Israel. Sebagian berkonsultasi ke psikolog dan dokter jiwa. Sebagian lagi memutuskan mengakhiri hidupnya.
Dilaporkan Times of Israel pada Minggu (20/7/2025) malam waktu Tel Aviv atau Senin dini hari WIB, Kopral Dan Phillipson telah meninggal. Pemegang kewarganegaraan Israel-Norwegia itu tidak bisa diselamatkan dari luka tembak.
Selasa pekan lalu, ia menembak dirinya. Ia tentara ke-19 yang bunuh diri sepanjang 2025. Sepanjang 2024, menurut data militer Israel (Tzahal), 28 tentara Israel bunuh diri.
Serial Artikel
Tentara Israel Tembaki Rombongan Diplomat Saat Kunjungan di Tepi Barat
Pihak militer Israel mengatakan, tembakan dilepaskan karena rombongan diplomat PBB menyimpang dari jalur. Pada tahun 1948, milisi Zionis membunuh juru runding PBB.
Sejak Israel menyerang Gaza, lalu Lebanon dan Suriah, jumlah tentara Israel yang bunuh diri terus meningkat. Sebelum bunuh diri, mereka terlihat atau terdeteksi mengalami masalah mental.
Dilaporkan The Jerusalem Post, ada 6.000 tentara Israel menghubungi ERAN yang merupakan lembaga pendampingan kesehatan jiwa. Menurut ERAN, setidaknya 1.600 tentara itu dalam kondisi tekanan mental amat berat.
ERAN mencatat, 1.200 tentara merasa gelisah atau trauma. Sementara hampir 2.000 orang merasa terasing setelah ikut menyerbu Gaza, Lebanon, atau Tepi Barat. Selain itu, 600 orang merasa kesulitan berhubungan dengan orang lain.
Direktur ERAN Shiri Daniels mengatakan, tak mudah bagi prajurit itu menghubungi layanan konsultasi kesehatan mental. ”Ada stigma seseorang memiliki jiwa yang lemah jika harus melakukan konsultasi kejiwaan bagi seorang prajurit Israel yang dianggap gagah perkasa. Budaya organisasi Tzahal menambah tekanan tersebut,” ujarnya.
”Prajurit Tzahal dilatih menekan emosi dan bekerja di bawah tekanan serta selalu siap siaga. Itu memang penting di medan tempur, tetapi dapat membuat gejala gangguan jiwa tidak terpantau,” lanjutnya.
Ketegangan dan tekanan kejiwaan sering disangkal. Prajurit menganggap tekanan fisik dan mental sebagai bagian dari tugas. ”Itu membuat mereka menyepelekan dan menganggap kondisi mereka sebagai kelelahan biasa dan tidak memerlukan perhatian khusus,” kata Daniels.
Pemimpin ERAN David Koren menerangkan, dalam perang yang berkepanjangan, para prajurit regular dan cadangan, serta keluarganya mengalami ketegangan mental. ”Beban psikologi serta penanganannya tidak saja dialami perseorangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari keluarga mereka dan juga menjadi beban keuangan. Selama perang (Gaza) ERAN menerima banyak pertanyaan dan konsultasi yang terus meningkat saat ini,” kata Koren.
Dalam laman ERAN, ditawarkan bantuan darurat kejiwaan dengan tanggap darurat serta dukungan melalui percakapan telepon serta daring. Kerahasiaan para pasien ERAN dijaga sepenuhnya.
Serial Artikel
Tentara Israel Tembaki Rombongan Diplomat Saat Kunjungan di Tepi Barat
Pihak militer Israel mengatakan, tembakan dilepaskan karena rombongan diplomat PBB menyimpang dari jalur. Pada tahun 1948, milisi Zionis membunuh juru runding PBB.
Media Israel, Haaretz dari berbagai sumber menulis, Tzahal kekurangan personel. Akibatnya, Tzahal akhirnya merekrut warga dengan masalah kejiwaan untuk jadi pasukan cadangan yang diterjunkan ke Gaza. Sebagian besar prajurit Tzahal itu menderita trauma pascaperang (PTSD).
TV Israel, Channel 11 mewartakan, Tzahal merekrut 800 psikolog. Tzahal menyediakan pendampingan kejiwaan untuk mengatasi gangguan jiwa yang dialami para prajurit.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel sebelumnya mengumumkan sekurangnya 9.000 prajurit mengalami gangguan kejiwaan sejak pecah perang Israel–Hamas tanggal 7 Oktober 2023. Tzahal tidak pernah secara resmi mengungkapkan jumlah prajurit yang bunuh diri. Sejak pecah Perang Gaza, banyak pemakaman dilakukan tanpa upacara kemiliteran.
Tokoh oposisi Israel, Yair Lapid, menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menumbalkan anak muda demi kekuasaan. Anak muda disuruh berperang agar Netanyahu bisa terus mempertahankan serbuan ke berbagai tetangga Israel.
Oposan lain, Avigdor Lieberman, menyebutkan prajurit di bawah tidak punya pilihan. Netanyahu dan pendukungnya terus merintangi gencatan senjata.
Ketakutan
Prajurit Tzahal juga ketakutan ke luar Israel. Mereka cemas ditangkap dengan tuduhan terlibat kejahatan perang.
Ketakutan, antara lain, dialami Nati Hubberman, pemegang kewarganegaraan Israel-Kanada. Namanya muncul dalam situs FindIDFSoldiers.net yang dibuat Davide Mastracci. Laman itu dibuat untuk mengumpulkan data warga Kanada yang bergabung dengan Tzahal lalu ikut menyerang Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga Suriah.
Kekhawatiran Hubberman bukan karena namanya ada di laman buatan Mastracci. Ia cemas karena Juni 2025, kepolisian Kanada membenarkan tengah menyelidiki dugaan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang terkait serangan Israel ke Gaza.
Sebelum Gaza, Kanada telah melakukan mekanisme serupa untuk perang di Rwanda dan pecahan Yugoslavia. ”Apakah saya akan ditangkap kalau pulang ke Kanada?” kata Hubberman.
Bersama istrinya, Carmel, ia memutuskan meninggalkan Kanada untuk bergabung dengan Tzahal. Mereka ikut dalam serangan ke Gaza.
Serial Artikel
Tentara Israel Jadi Buruan
Dulu Israel memburu Nazi karena kejahatan perang. Kini, Israel diburu karena kejahatan perang di Gaza.
Sampai akhir 2024, para prajurit Israel rutin mengunggah foto dan video aksi mereka di Gaza. Sejumlah lembaga, salah satunya Yayasan Hind Rajab yang berpusat di Belgia, menjadikan unggahan itu sebagai bukti pelaporan kejahatan peran atau kejahatan terhadap kemanusiaan.
Lebih dari 1.000 tentara Tzahal telah dilaporkan Yayasan Hind Rajab dan mitranya ke sejumlah negara. Pemerintah Israel sampai harus mengatur pelarian diri sebagian tentaranya yang diburu di negara lain.
Pemerintah Israel dan pimpinan Tzahal meminta prajurit menghapus unggahan di media sosial. Dengan demikian, peluang prajurit itu diburu bisa ditekan. (AP/AFP)
Catatan redaksi: artikel ini diperbaiki karena ada ketidaktepatan penulisan di paragraf 6. Seharusnya 600 orang, bukan 600 persen.