Kapal Aktivis ke Gaza Diserang, Italia-Spanyol Kirim Kapal Perang

Puluhan kapal aktivis pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza kembali diserang pesawat nirawak. Italia dan Spanyol akan kirim kapal perang untuk memberi perlindungan.

25 Sep 2025 09:47 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

ROMA-KAMIS-Italia dan Spanyol mengirimkan kapal perang untuk mengawal armada Global Sumud Flotila. Ada warga Indonesia di antara penumpang kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan ke Gaza itu.

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto, Kamis (25/9/2025), mengumumkan pengiriman kapal perang kedua. “Kami telah mengirim satu kapal dan satu lagi sedang dalam perjalanan, siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Crosetto kepada parlemen Italia.

Pada Rabu, Roma telah mengirimkan satu fregat untuk mengawal Global Sumud Flotila (GSF) yang berlayar dari Laut Tengah menuju Israel. Kapal perang pertama bergerak waktu kapal-kapal GSF berada 1.000 kilometer dari Israel. Ada 58 warga Italia yang ikut dalam GSF.

GSF terdiri dari puluhan kapal yang bertujuan menerobos blokade Israel terhadap Gaza. GSF membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Bukan cuma Italia, Spanyol juga mengumumkan salah satu kapal perangnya meninggalkan pangkalan di Cartagena pada Kamis. Pangkalan itu berjarak 2.000 kilometer dari lokasi penyerangan terhadap kapal-kapal GSF. "Pemerintah Spanyol bersikeras bahwa hukum internasional harus dihormati dan hak warga negara kami harus dihormati untuk berlayar melalui Mediterania dalam kondisi aman," ujar Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Ia mengumumkan itu beberapa jam selepas tersiar GSF diserang sejumlah pesawat nirawak yang diduga kuat dikendalikan Israel. Serangan dilancarkan waktu GSF berlayar di antara Pulau Kreta dan Pulau Gavdos, Yunani.

Pesawat diduga membawa pengacak sinyal sehingga saluran komunikasi GSF terganggu. Pesawat juga menjatuhkan granat kejut dan aneka benda lain ke kapal-kapal GSF.

(FILES) This photograph shows a flotilla departing for Gaza carrying humanitarian aid and activists vowing to try "to break the siege of Gaza", in Ajaccio, on the French Mediterranean island of Corsica on September 12, 2025. The UN High Commissioner for Human Rights on September 24, 2025, called for an end to the "attacks" on the flotilla bound for the Gaza Strip, demanding an "independent" investigation. "An independent, impartial and thorough investigation must be conducted" and "these attacks must stop," said a spokesperson for the Office, Thameen Al-Kheetan, while pro-Palestinian activists on the flotilla bound for the Gaza Strip claimed to have been targeted by "explosions" and "multiple drones" off the coast of Greece. (Photo by Pascal POCHARD-CASABIANCA / AFP)

GSF melibatkan penggiat kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka membawa bantuan kemanusiaan, termasuk makanan dan obat-obatan, bagi warga Palestina di Gaza.

Israel, Senin (22/9/2025), menegaskan tidak akan mengizinkan armada bantuan itu menembus blokade wilayah Palestina. Israel menuding armada bantuan itu ada hubungan dengan Hamas.

Kapal-kapal itu hanya akan diizinkan berlabuh dan membongkar muatan bantuan di Pelabuhan Ashkelon, Israel. Dari Ashkelon, bantuan akan dikirim ke Gaza. ”Israel tidak akan mengizinkan kapal memasuki zona pertempuran aktif dan tidak akan membiarkan pelanggaran blokade laut yang sah,” sebut Kementerian Luar Negeri Israel.

Armada Sumud Global, yang juga membawa para advokat pro-Palestina, termasuk aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, itu berlayar ke Gaza awal bulan September dari Tunisia setelah ditunda beberapa kali. Mereka hendak menembus blokade Israel yang mengepung Gaza dan mengirimkan bantuan.

Sebelum armada itu berangkat, sudah ada dua kapal yang diserang pesawat nirawak. ”Serangan itu taktik menakut-nakuti. Tapi itu tidak akan menghentikan kami. (Gangguan) Pesawat-pesawat nirawak itu sudah dialami warga Palestina 24 jam 7 tujuh hari seminggu,” kata Thunberg.

Aktivis Italia, Simone Zambrin, menceritakan pesawat-pesawat nirawak terbang di atas armada selama berhari-hari lalu menjatuhkan ”benda” di kapal-kapal. Selain merusak kapal, perangkat yang dijatuhkan itu juga membuat saluran komunikasi terganggu.

Greg Stoker, aktivis Amerika Serikat, mengatakan, komunikasi radio kapal terganggu oleh semacam alat pengacau yang memutar lagu kelompok ABBA di saluran komunikasi yang dipakai armada.

This unlocated and undated handout picture released by the Italian Navy (Marina Militare) shows the Italian frigate Virginio Fasan (F 591) at sea. Italy's Defence Minister Guido Crosetto sent the navy frigate to assist a Gaza-bound flotilla on September 24, 2025, after organisers said several of their boats had been targeted by multiple drones off Greece. (Photo by Handout / Marina Militare / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /  MARINA MILITARE - ITALIAN NAVY / BYLINE" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Italia mengecam serangan-serangan dari pesawat nirawak itu. Italia menyerukan negara-negara lain untuk melindungi GSF, termasuk memberikan pengawalan maritim. ”Dalam demokrasi, demonstrasi dan bentuk-bentuk protes juga harus dilindungi jika dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan tanpa menggunakan kekerasan,” kata Crosetto.

Uni Eropa juga memperingatkan agar tidak menggunakan kekuatan apa pun. ”Kebebasan navigasi berdasarkan hukum internasional harus ditegakkan,” kata juru bicara Komisi Eropa, Eva Hrncirova.

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Thameen al-Kheetan, juga menyerukan perlunya penyelidikan atas serangan pesawat nirawak itu. Jika memang sudah tak mungkin berlanjut, PM Italia Giorgia Meloni mengusulkan agar armada kapal para aktivis itu menyerahkan distribusi bantuannya ke Siprus yang kemudian akan melanjutkannya ke Gereja Katolik setempat.

Ini untuk menangkal risiko lebih parah selanjutnya. ”Pemerintah Siprus sudah setuju. Kami masih menunggu respons dari armada,” kata Meloni.

Sebelum armada ini, para aktivis sudah berulang kali mencoba menembus blokade Israel selama bertahun-tahun dan hampir semuanya dicegat Israel. Pada Mei lalu, ada juga kapal yang diserang pesawat nirawak di perairan lepas pantai Malta.

Pernah juga ada konvoi darat yang melintasi Afrika Utara dan berusaha menggapai perbatasan. Akan tetapi, kapal itudiblokade pasukan keamanan yang bersekutu dengan Mesir di Libya.

Pada 2010, pasukan komando Israel menyerang Mavi Marmara, kapal yang berpartisipasi dalam armada bantuan yang berusaha menembus blokade maritim Gaza. Akibatnya, 10 aktivis Turki tewas dalam bentrokan di atas kapal.

Usulan perdamaian Gaza

Dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza, Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC menawarkan rencana 21 poin untuk perdamaian. Rencana ini diutarakannya kepada para pemimpin dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Jordania, Turki, Indonesia, dan Pakistan.

Para pemimpin itu mendesak AS mendorong Israel untuk menyudahi serangan berkepanjangan di Gaza. Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff yakin akan ada terobosan baru dalam beberapa hari mendatang.

Pertemuan yang berfokus pada perdamaian di Timur Tengah dan Gaza itu dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS. Trump dijadwalkan akan bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu, Senin mendatang. ”Saya pikir rencana ini menjawab kekhawatiran Israel dan juga kekhawatiran semua negara tetangga di kawasan ini,” kata Witkoff, Rabu.

Displaced Palestinians move with their belongings southwards on a road in the Nuseirat refugee camp area in the central Gaza Strip on September 24, 2025, as Israel presses its air and ground offensive to capture Gaza City. Gaza's civil defence agency said Israeli forces killed dozens of people across the Palestinian territory on September 24, as the military pressed its assault on Gaza City that has displaced hundreds of thousands. (Photo by Eyad BABA / AFP)

Sejalan dengan rencana Trump, beberapa kekuatan Eropa dan negara-negara Arab juga telah mengupayakan sebuah inisiatif pascaperang di Gaza, di antaranya pembentukan pasukan stabilisasi yang beranggotakan negara-negara Eropa dan negara Muslim. Mereka melanjutkan pertemuan dengan pembahasan yang sama setelah bertemu Trump.

Para diplomat Eropa berharap penempatan misi stabilisasi internasional sementara yang mereka usulkan akan sejalan dengan rencana AS. Mereka berharap langkah ini akan menjadi deklarasi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB.

Sementara PM Jepang Shigeru Ishiba mengisyaratkan, Jepang masih mencari waktu untuk mengakui Palestina. "Bagi negara kami, pertanyaannya bukanlah apakah akan mengakui negara Palestina, tetapi kapan. Tindakan sepihak yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah Israel tidak akan pernah dapat diterima," ujarnya.

Ia mengaku marah pada Israel. "Saya merasa sangat marah atas pernyataan yang dibuat oleh pejabat senior pemerintah Israel yang tampaknya secara tegas menolak gagasan pembentukan negara Palestina," ujarnya.

Jepang mendukung Solusi Dua Negara. ”Jika tindakan lebih lanjut diambil yang menghalangi terwujudnya solusi dua negara, Jepang akan dipaksa untuk mengambil langkah-langkah baru sebagai tanggapan," ujarnya. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan