Doku seperti kesetanan dan Guardiola bagai grandmaster catur saat City membungkam Liverpool. City menegaskan kepada sang juara bertahan, mereka telah kembali.
10 Nov 2025 07:40 WIB · Olahraga
MANCHESTER, MINGGU — Penampilan fenomenal pemain sayap Jeremy Doku di laga keseratus bersama Manchester City sukses menyumbangkan kemenangan di laga keseribu dalam karier manajer Pep Guardiola. Di balik angka-angka bersejarah dari skuad City, terdapat ironi dari juara bertahan Liverpool yang takluk tiga gol tanpa balas.
Duel tim papan atas Liga Inggris, City versus tim tamu Liverpool, berujung timpang di Stadion Etihad, Manchester, Senin (10/11/2025) dini hari WIB. Tiga gol dari Doku, Erling Haaland, dan Nico Gonzales ke gawang Liverpool cukup untuk menggambarkan laga yang berat sebelah itu. Mereka unggul nyaris di seluruh aspek permainan.
Pelatih Liverpool Arne Slot kurang puas dengan keputusan asisten wasit video (VAR) yang menganulir gol penyeimbang bek Virgil van Dijk di paruh pertama. Namun, dia mengakui, City pantas menang. ”Mereka lebih baik dari kami. Kami sangat kesulitan memindahkan bola dari belakang dan mempertahankan bola,” ujarnya.
Kredit terbesar kemenangan City jatuh kepada Doku. Selain sumbangan gol penutup, dia benar-benar menjadi nyawa serangan tim asuhan Guardiola selama tampil 74 menit. Dia memimpin catatan terbaik di skuad City dalam banyak aspek, mulai dari menang duel darat (11), dribel sukses (7), tembakan (3), hingga umpan kunci (3).
Tengah pekan lalu, bek sayap Conor Bradley dan sisi kanan pertahanan Liverpool sukses meredam salah satu penyerang sayap paling berbahaya di dunia, yaitu Vinicius Junior (Real Madrid). Di Etihad, dominasi itu berbalik. Bradley ditaklukkan Doku berkali-kali. Salah satunya berujung dengan momen doku yang memenangi penalti.
Doku memainkan peran yang terlihat sederhana, tetapi sangat kompleks bagi tim tamu. Dia bergantian menempel di garis tepi lapangan dan merapat ke tengah. Berkat kelincahannya, City bisa menembus tekanan Liverpool dengan mudah. Menurut Slot, timnya kebingungan dengan rotasi posisi Doku dan bek sayap Nico O’Reilly.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/10/2a09e7ee-7f56-4310-8f10-658ccb228d7c_jpg.jpg)
Doku menutup penampilan ke-100 di City dengan gol indah lewat aksi dribel individu yang diakhiri tembakan jarak jauh. ”Itu adalah salah satu penampilan terbaiknya sejauh ini, dalam hal pengaruh terhadap permainan. Bek sayap mereka, Conor, sangat cepat, saya melihat sendiri saat dia berhadapan dengan Vinicius,” puji Guardiola.
Liverpool sebenarnya berkesempatan mencuri momentum sesuai kegagalan eksekusi penalti Haaland. Namun, permainan mereka benar-benar tidak berkembang karena jebakan pertahanan tinggi yang gagal total. Adapun ”Si Merah” menang dalam dua laga sebelumnya karena tekanan agresif tanpa penguasaan bola yang sangat efisien.
City yang bisa menembus sepertiga akhir lawan dengan mudah akhirnya membuka keunggulan lewat sundulan Haaland. Jelang turun minum, Gonzales menggandakan keunggulan lewat tembakan dari luar kotak penalti yang berbelok arah karena terkena kaki Van Dijk. Ketinggalan dua gol membuat Liverpool semakin frustrasi.
Dari sisi individu, tim tamu juga tidak berkembang. Salah nyaris tidak diberikan ruang oleh O’Reilly, sang pemain 20 tahun. Gelandang serang Florian Wirtz juga tenggelam karena kalah dari aspek fisik. Alhasil, Liverpool baru bisa menghasilkan tembakan tepat sasaran di menit ke-76 lewat Dominik Szoboszlai. Itu adalah satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka sepanjang laga.
”Saya pikir kami begitu solid dari belakang ke depan dan di seisi lapangan. Semua pemain bisa mendominasi lawan masing-masing. Ini kemenangan yang sangat penting. Juara bertahan datang ke tempat kami, jadi kami tahu kami harus memberi mereka pertandingan yang sulit dan kami melakukannya,” ujar O’Reilly.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/10/4a3083b4-955c-4321-9907-151855a45f8e_jpg.jpg)
Bagi Guardiola, laga itu terasa sempurna. Sudah menghasilkan kemenangan di laga ke-1.000 dalam karier kepelatihannya, dia juga menang telak atas pesaing paling sengit dalam satu dekade terakhir. Selain itu, timnya juga menampilkan performa terbaik sejak awal musim. Padahal, gelandang andalan Rodri masih belum diturunkan akibat cedera.
Guardiola berterima kasih dengan persembahan tim asuhannya. ”Para pemain memberi saya hadiah yang bagus dengan penampilan hebat melawan sang juara bertahan. Mereka semua tampil di level tertinggi. Bermain di kandang dan menang sangat bagus untuk menyambut jeda internasional,” tuturnya.
Lewat hasil itu, Guardiola sukses menggenapi catatan kemenangan ke-716 dari 1.000 laga. Salah satu manajer paling berpengaruh dalam sepak bola modern itu mengombinasikan pencapaian dari Barcelona B (28), tim utama Barcelona (121), Bayern Muenchen (179), dan City (388). ”Angka itu menakjubkan,” pungkasnya.
Itu merupakan kemenangan pertama Guardiola atas Slot. Musim lalu, City kalah dua kali beruntun dalam laga kandang dan tandang dari Liverpool. Tidak hanya itu, mereka juga gagal mampu mencetak gol dalam dua pertemuan yang berujung dengan hasil sama tersebut (0-2).
Di sisi lain, ironi penampilan Liverpool harus menjadi evaluasi besar. Bukan hanya di Etihad, tim asuhan Slot juga sudah kalah empat kali beruntun dalam laga tandang Liga Inggris. Rentetan hasil buruk itu baru terjadi lagi di kubu Si Merah setelah terakhir pada 2012. Status juara bertahan mereka dalam ancaman besar.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto