Jakarta sepi saat Lebaran, saatnya wisata murah meriah keliling kota.
01 Apr 2025 20:02 WIB · Ekonomi
Dari penurunan daya beli masyarakat hingga menyusutnya jumlah pemudik telah mewarnai musim libur Lebaran 2025. Wisata berbiaya terjangkau dalam kota bagi mereka yang tidak pulang kampung dapat menjadi obat melawan penat.
Kuncinya adalah memilih destinasi dan strategi yang tepat. Selembar-dua lembar uang seratus ribu rupiah bisa membawa keluarga berekreasi di Jakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/18/2961334c-4cb4-4d6b-931b-0be2ecabec21_jpeg.jpeg)
Langkah itu salah satunya dilakukan oleh Eri (38), warga Pejaten, Jakarta Selatan. Dia menyiapkan dana Rp 200.000 untuk berwisata bersama istri dan anak semata wayangnya yang masih berusia 16 bulan. Tujuannya kawasan Kota Tua dan Kebun Binatang Ragunan.
Sebagai pekerja swasta dengan kontrak harian, dia terus terang tidak bisa bermewah-mewah. Kedua destinasi itu dia pilih karena bisa dicapai menggunakan transportasi publik, seperti bus Transjakarta.
Untuk menghemat pengeluaran, dia juga memilih untuk tidak mudik ke Tulungagung, Jawa Timur. Tahun 2025 menjadi tahun keempatnya menghabiskan waktu Lebaran di tanah perantauan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/01/24a4e022ed29843f862345afa5979e9e-WhatsApp_Image_2025_04_01_at_15.48.28.jpeg)
”Pokoknya yang murmer-murmer (murah meriah) aja, naik bus tije (transjakarta) kelilingnya,” kata Eri terkekeh saat ditemui di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (1/4/2025) pagi.
Tempat rekreasi lain yang menjadi primadona murah meriah di Jakarta di masa libur Lebaran adalah kawasan Monumen Nasional (Monas). Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses transportasi umum.
Monas memikat warga seantero Jabodetabek yang pada Lebaran 2025 memutuskan tidak mudik ataupun tidak libur ke luar kota. Contohnya pasangan suami-istri Beng (40) dan Nana (40) berekreasi ke Monas menggunakan transportasi umum bersama kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 5 tahun dari tempat tinggal mereka di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sekali jalan untuk satu orang dari Cibinong ke Monas hanya membutuhkan dana Rp 8.500. Dana ini untuk membayar ongkos naik kereta rel listrik (KRL) Cibinong-Juanda Rp 5.000 dan Rp 3.500 untuk bus Transjakarta Juanda–Monas. Praktis, untuk pulang pergi, total sekeluarga beranggotakan empat orang membutuhkan dana Rp 68.000.
Tiket masuk kawasan Monas tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin lanjut masuk ke Puncak Monas, harga tiket untuk orang dewasa dipatok Rp 24.000, sedangkan untuk anak-anak Rp 6.000.
”Coba dibandingkan dengan biaya mudik ke Yogyakarta. Harga tiket bus ke Yogyakarta sekarang satu kursi Rp 650.000 sekali jalan,” kata Beng.
Titik populer lain yang banyak didatangi warga Jabodetabek pada hari kedua Lebaran 2025 adalah kawasan Bundaran HI, terutama di area anjungan (skydeck).
Contohnya adalah Taufan (37) dan Desi (37), warga asal Cilegon, Banten. Keduanya memilih berfoto bersama kedua anak mereka di anjungan ini sebagai bagian dari rencana perjalanan pertama selama berlibur dua hari semalam di Jakarta.
Seperti keluarga Beng dan Nana, Taufan dan Desi juga berencana mengunjungi Monas serta menjajal menumpang kereta moda raya terpadu (MRT) Jakarta.
”Ketika Lebaran, kan, Jakarta terkenal sepi. Jadi, kami ingin menikmati fasilitas-fasilitas umum Jakarta yang bagus ketika sepi seperti ini. Bagus, bisa lihat gedung-gedung tinggi,” kata Taufan.
Berlibur murah meriah juga bisa dilakukan bersama rombongan keluarga besar. Hermawan (34), warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memutuskan untuk libur Lebaran 2025 dengan mengunjungi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Dia membawa tujuh orang anggota keluarganya yang lain, yaitu istri, ketiga anaknya, serta ibunya yang sudah lansia, dan adiknya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/01/e433af7fe31a6025a109b10960f3eff7-WhatsApp_Image_2025_04_01_at_15.48.26_2_.jpeg)
Hari kedua Lebaran sering dia isi dengan liburan ke Jakarta setelah hari pertama dia beribadah dan bersilaturahmi di Cikarang, Jawa Barat. Dari Cikarang, dia sekeluarga menggunakan KRL dengan tujuan transit di Stasiun Manggarai, kemudian pindah jalur ke jurusan Jakarta Kota. Sekali jalan dari Cikarang sampai Jakarta Kota hanya mengeluarkan biaya Rp 5.000 per orang.
”Kalau ke Kota Tua, naik KRL itu mudah sekali. Kami turun dari kereta bisa langsung menuju ke kawasan Kota Tua dengan jalan kaki. Kalau ke tempat wisata lain, kami harus sambung pakai angkot dulu,” kata Hermawan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang aksesori sepeda motor.
Untuk membawa rombongan sebanyak tujuh orang, Hermawan mengatakan cukup menganggarkan uang sebesar Rp 300.000.
”Sangat terjangkau jadinya,” kata Hermawan.
Mengenai perjalanan dari Cikarang menuju Kota Tua menggunakan KRL, dia menyebut terasa lebih sepi. Tidak seramai pengalamannya dua tahun terakhir. Dia menduga situasi itu disebabkan oleh masyarakat yang mengurangi pengeluaran untuk berwisata. Dia juga merasakan hal itu.
”Seusai pandemi Covid-19, usaha sudah turun dan terus turun. Dibandingkan saat pandemi Covid-19, usaha saya lebih ramai. Semua sektor usaha sepertinya sedang sepi,” kata Hermawan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/01/6dd885d42cf4a364c4ead73d418ab792-WhatsApp_Image_2025_04_01_at_15.48.27_2_.jpeg)
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan, pada Sabtu (29/3/2025), Transjakarta telah bersiap menyambut musim mudik Lebaran dengan menyediakan layanan transportasi tambahan.
Menurut dia, penyesuaian ini tidak hanya bertujuan memberikan kenyamanan, tetapi juga menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan pulang kampung ataupun saat kembali ke Jakarta.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, jam operasional Transjakarta diperpanjang, terutama pada jalur yang terhubung dengan stasiun kereta dan pelabuhan.
Jika biasanya bus berhenti beroperasi pukul 22.00 WIB, pada 28-30 Maret serta 2-7 April 2025 layanan diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB guna mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak arus mudik dan balik.
Selain itu, Transjakarta membuka lima rute angkutan malam hari (amari) dari Terminal Pulo Gebang menuju sejumlah terminal di Jakarta. Layanan ini beroperasi pukul 00.00 hingga 05.00 WIB selama 2-7 April 2025 untuk mengakomodasi pemudik yang tiba di Jakarta kembali pada waktu dini hari. Ayu menegaskan bahwa koridor utama Transjakarta tetap beroperasi selama 24 jam sebagaimana biasanya (Kompas.id, 29/3/2025).
Penulis:
Satrio Pangarso WisanggeniEditor:
Caecilia Mediana