Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Digelar di Nusa Dua, Bali

Untuk ketiga kalinya, Indonesia akan menjadi tuan rumah seri Piala Dunia Panjat Tebing pada Mei 2025. Kali ini lokasinya di luar Jawa, tepatnya di Nusa Dua, Bali.

09 Mar 2025 17:30 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia kembali akan menjadi tuan rumah seri Piala Dunia Panjat Tebing. Setelah pada dua gelaran sebelumnya dihelat di Jakarta, seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 akan digelar di luar Jakarta dan Jawa, tepatnya di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali.

Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Pulau Peninsula ini akan dilaksanakan pada 3-4 Mei 2025. Ajang tersebut bakal melombakan dua disiplin, yaitu lead dan speed.

Ketua Organizing Committee IFSC Climbing World Cup Herry Heryawan mengungkapkan, pemilihan Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tak lepas dari berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah pesona Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang memiliki keindahan panorama alam luar biasa.

Selain itu, infrastrukur di Nusa Dua juga telah bertaraf internasional. Dengan demikian, penyelenggaraan ajang-ajang kelas dunia, termasuk Piala Dunia Panjat Tebing, dapat terakomodasi.

Quote

Pulau Peninsula menawarkan pemandangan laut yang spektakuler dan menciptakan latar belakang ikonik yang memperkuat daya tarik ajang internasional.

Pengurus FPTI meninjau Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali yang akan menjadi lokasi pelaksanaan Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 pada 3-4 Mei 2025. Ajang tersebut bakal melombakan dua disiplin, yaitu lead dan speed.

Kepastian infrastruktur dan fasilitas ini penting karena nanti akan ada atlet dari sekitar 30 negara yang ambil bagian dalam ajang tersebut. Setiap negara akan mengirimkan 10 pemanjat tebing.

”Pulau Peninsula menawarkan pemandangan laut yang spektakuler dan menciptakan latar belakang ikonik yang memperkuat daya tarik ajang internasional. Hal ini sejalan dengan upaya kami bersama pemerintah mempromosikan sport tourism dan meningkatkan kunjungan wisatawan," ujar Herry, Minggu (9/3/2025).

Herry menambahkan, Indonesia akan menurunkan pemanjat terbaik. Mereka di antaranya peraih emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, dan pemanjat putri yang juga bertarung di Paris sekaligus atlet asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Wakil Ketua Umum FPTI ini berharap Indonesia bisa menorehkan prestasi gemilang pada ajang tersebut. ”Semoga Indonesia keluar sebagai juara di rumah sendiri,” katanya.

Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 pada 3-4 Mei 2025. Ajang tersebut bakal melombakan dua disiplin, yaitu lead dan speed.

Event Director IFSC Climbing World Cup Robertus Robet menjelaskan, FPTI sudah melakukan audiensi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster terkait pemilihan lokasi itu. Dalam audiensi tersebut, I Wayan Koster menjamin akan mendukung penuh pelaksanaan Piala Dunia Panjat Tebing pertama kali di Bali.

Dukungan penuh itu juga diberikan karena panjat tebing telah mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbang medali emas. Selain itu, Bali juga memiliki wakilnya di ajang tersebut lewat Desak Made Rita.

”Kami bahagia dan bersyukur Gubernur Bali I Wayan Koster bersedia all out dan full support untuk Piala Dunia Panjat Tebing di Bali,” ujar Robert.

Indonesia melalui FPTI sudah tiga kali menjadi tuan rumah seri Piala Dunia Panjat Tebing. Pada 2022, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya dengan menggelarnya di kawasan SCBD, Jakarta.

Warga menyaksikan aksi atlet panjat tebing dalam kualifikasi babak kedua seri ke-12 Piala Dunia Panjat Tebing 2022 nomor lead di SCBD Park, Jakarta, Minggu (25/9/2022). KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 25-9-2022

Setahun kemudian, Indonesia menggelarnya lagi di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan. Tak hanya itu, pada 2023, Indonesia juga menjadi tuan rumah IFSC Climbing Asian Qualifier 2023 atau Kualifikasi Panjat Tebing Zona Asia untuk Olimpiade Paris 2024. Ajang itu juga digelar di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan.

Meski sudah tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, perhelatan di Bali akan menjadi pertama kalinya bagi Indonesia menggelar ajang tersebut di luar Jakarta dan Jawa. Piala Dunia di Bali sekaligus menjadi perhentian terakhir dalam tur Asia tiga putaran yang mencakup Piala Dunia di dua kota di China, Keqiao dan Wujiang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar