Jalinan hubungan bilateral Indonesia-Afrika Selatan telah berlangsung lama. Ke depan, kerja sama kedua negara bakal terus diperkuat.
22 Okt 2025 17:30 WIB · Politik & Hukum
”Amandla!” seru Presiden Prabowo Subianto saat mengakhiri sesi pernyataan bersama di ruang kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10/2025). Seruan ini langsung disambut dengan lantang oleh Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa, ”Awethu!”
Seruan yang bermakna ”kekuasaan untuk rakyat" itu sangat populer di masa unjuk rasa antiapartheid di Afrika Selatan. Seruan tersebut sekaligus merujuk pada ”melawan penindasan”.
Masalah perlawanan pada apartheid memang disinggung Presiden Prabowo saat sesi working lunch dengan Presiden Ramaphosa dan delegasinya. Dalam sesi bilateral yang digabung dengan makan siang itu, Prabowo menyampaikan kekagumannya pada Nelson Mandela dan perjuangan warga Afsel melawan politik apartheid.
”Saya mengikuti perjuangan Anda dan mengagumi kekuatan Anda semua, perjuangan untuk mencapai kebebasan dan demokrasi,” tuturnya dalam bahasa Inggris.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/22583c4d-2d33-4a5c-91c9-2a8d42bb552b_jpg.jpg)
Secara umum, Indonesia dan Afrika Selatan sama-sama memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mencapai kemerdekaan. Karena itu, dalam sesi pernyataan bersama, Prabowo juga menyebut kunjungan Ramaphosa sebagai tonggak penting dalam hubungan kedua negara.
Ramaphosa dalam pernyataan bersamanya juga menyinggung hubungan erat Indonesia-Afsel yang bahkan sudah dimulai pada abad ke-17. Saat itu, orang-orang Indonesia banyak yang dikirim ke Afsel oleh Pemerintah Hindia Belanda yang menjajah Indonesia. Namun, kehadiran orang Indonesia membuat interaksi kedua negara dimulai.
”(Interaksi Indonesia-Afsel) dimulai pada abad ke-17 ketika orang-orang Indonesia pertama kali dibawa ke Afrika Selatan oleh kolonialis Belanda pada masa itu. Hubungan awal ini menjadi dasar bagi hubungan jangka panjang antara kedua negara kita,” ujar Presiden Ramaphosa.
Tak hanya itu, baik dalam sesi working lunch ataupun sesi penyataan bersama, Presiden Ramaphosa menyampaikan penghargaan atas Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, Jawa Barat, pada 1955 yang menyatukan negara-negara nonblok. Adapun peringatan 70 tahun KAA jatuh tahun ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/23/b4877fb3-7028-4bc8-90b2-8d2ded874b20.jpeg)
Saat itu, menurut Ramaphosa, rakyat Afrika Selatan diwakili oleh dua pemimpin besar negara Afsel, Moses Kotane dan Moulvi Cachalia.
”Konferensi Bandung tahun 1955 adalah inspirasi besar dan sumber keberanian bagi para pemimpin kemerdekaan kami,” ujarnya.
Karena itu, Ramaphosa merasa warga Afrika Selatan dan Indonesia adalah sekutu setia yang sama-sama saling mendukung dalam perlawanan apartheid. ”Kami akan selalu berterima kasih atas dukungan dan solidaritas masyarakat Indonesia,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/1d149370-13e6-4750-8066-47606cb3ac8f_jpg.jpg)
Dalam kunjungan kenegaraan Ramaphosa ke Indonesia, Rabu-Kamis (22-23/10/2025), hubungan kedua negara diharap bisa terus diperkuat. Apalagi, kedua negara adalah negara-negara besar di Selatan.
”Kami (Indonesia) sudah bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dan kami ingin melihat hubungan yang lebih baik. Kami melihat Afrika sebagai mitra strategis dan Anda adalah pemimpin besar di Afrika. Saya rasa, Afrika adalah benua dengan ekonomi yang terus tumbuh di masa depan,” tutur Prabowo.
Prabowo menyebut pembicaraannya dengan Ramaphosa sangat produktif. Selama lima tahun terakhir, kedua negara mencatat peningkatan signifikan dalam perdagangan, tetapi masih terdapat ruang besar untuk memperluas dan menyeimbangkan nilai perdagangan tersebut.
”Kami ingin mengambil langkah-langkah untuk mungkin memiliki perjanjian perdagangan preferensial atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif pada masa ketidakpastian ekonomi internasional ini,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Ramaphosa menyambut baik kehadiran Indonesia sebagai anggota terbaru BRICS yang, menurut dia, akan membuka peluang kerja sama strategis di berbagai bidang. Presiden Ramaphosa menegaskan komitmen bersama untuk memperluas perdagangan dan memperdalam hubungan politik serta ekonomi.
”Kami sepakat tentang perlunya meningkatkan perdagangan antara kedua negara kita sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami berbicara tentang pentingnya membangun perekonomian yang lebih tangguh dan beragam antara kedua negara kita demi kepentingan rakyat di kedua negara karena kita menghadapi tantangan geopolitik yang serupa,” kata Ramaphosa.
Bersama Indonesia, lanjut Ramaphosa, Afrika Selatan komit dalam memperkuat sistem multilateral dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.
”Kami bertukar pandangan tentang upaya mengakhiri konflik di Gaza dan untuk mencapai perdamaian yang adil dan langgeng yang mewujudkan aspirasi rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, yang harus menghasilkan solusi dua negara, sebuah negara Israel yang hidup berdampingan dengan negara Palestina,” tambahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/14/cf13d5c3-534c-4567-a86b-08b5064d8583_jpg.jpg)
Selain bidang ekonomi, Presiden Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya mempercepat implementasi perjanjian kerja sama pertahanan yang telah disepakati pada tahun 2023. Kerja sama di bidang pertanian, energi, ilmu pengetahuan, dan pendidikan juga menjadi fokus kedua pemimpin negara.
”Kami akan mengirimkan (delegasi) Indonesia, seperti yang diminta oleh Presiden Afrika Selatan, kemungkinan jika kami dapat mengirimkan tim teknis, delegasi teknis untuk membahas program-program konkret di bidang-bidang utama yang dapat maju dengan pesat,” tambah Presiden Prabowo.
Di akhir pernyataan bersama, Presiden Ramaphosa kembali mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg pada 22-23 November mendatang. ”Kami menantikan untuk menjadi tuan rumah bagi Presiden Subianto pada KTT G20 di Johannesburg bulan depan dengan tema keberlanjutan, kesetaraan, dan solidaritas,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan Afrika Selatan dalam Presidensi G20 tahun 2025. Prabowo juga memastikan akan hadir dalam KTT G20 di Johannesburg. Presiden Prabowo meyakini bahwa kepemimpinan Afrika Selatan di G20 akan berperan penting dalam mendorong tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua negara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/c41ca9d1-ceca-4272-aefb-ed564e37403f_jpg.jpg)
Seusai acara, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan, penguatan perdagangan Indonesia dan Afsel yang sempat dibahas terkait dengan produk kedelai dan hasil peternakan. Sebab, Indonesia dinilai masih defisit daging sapi. Konsumsi daging pada warga Indonesia pun rata-rata baru enam kilogram per tahun per orang. Karena itu, penyediaan daging dinilai perlu.
Untuk komoditas Indonesia yang bisa ditawarkan untuk diperdagangkan ke Afsel, menurut Sugiono, masih dicari. ”Kita ada dalam posisi positif (surplus) sebenarnya. Yang bisa jadi kita nyari nilai-nilai apa, komoditas-komoditas apa yang punya nilai kompetitif di sana. Mineral mungkin, ya, kan. Terus beberapa kerja sama di bidang teknologi,” tuturnya kepada wartawan.
Adapun kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada 2023 masih bersifat umum. Namun, perjanjian kerja sama ini perlu segera ditindaklanjuti. ”Jadi, kalau Defense Cooperation Agreement itu biasanya umum, ya. Di bidang, ada yang mencakup pelatihan personel. Kemudian ada juga yang mencakup latihan bersama, kerja sama-kerja sama umum seperti itu,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Sugiono, Presiden Prabowo juga menawarkan kursi-kursi ataupun slot-slot beasiswa bagi pelajar Afrika Selatan, baik di tingkat universitas maupun di tingkat sekolah menengah untuk datang dan bersekolah di Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/e7ec95bc-52f6-4d85-9aef-5ed0ffa706a2_jpg.jpg)
Presiden Ramaphosa tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.55 WIB, Rabu. Sekitar pukul 11.00 WIB, Ramaphosa bersama rombongan ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Di sekitar Jalan Medan Merdeka, kendaraan yang ditumpangi Ramaphosa tak hanya dikawal pengawal bersepeda motor, tetapi juga 120 pasukan berkuda. Pasukan berkuda ini menambah kemegahan sambutan tamu negara. Sementara itu, siswa-siswi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama menyambut di tepian jalan sembari mengibarkan bendera kedua negara.
Saat tiba di samping Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto langsung menyambut Presiden Ramaphosa tepat saat dia turun dari mobil. Upacara kenegaraan kemudian digelar. Korps musik Pasukan Pengamanan Presiden memainkan lagu kebangsaan ”Nkosi Sikelel’ iAfrika” dan ”Indonesia Raya”. Kedua lagu kebangsaan ini diperdengarkan bersama 21 tembakan salvo.
Setelah saling mengenalkan delegasi masing-masing, Presiden Prabowo mengajak Presiden Ramaphosa ke ruang kredensial Istana Merdeka untuk berfoto bersama dan mengisi buku tamu. Rangkaian acara kemudian diikuti pertemuan informal (tete a tete) di ruang kerja Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/22/190ed6cd-ce0b-49f6-a811-51aa715aba83_jpg.jpg)
Sekitar 35 menit kemudian, keduanya ke ruang oval Istana Merdeka untuk working lunch. Setelah pertemuan bilateral, jamuan makan siang disajikan. Kofiu-Kofiu, hidangan yang memadukan makarel bakar dan ikan kakap bakar dengan sayuran segar seperti kemangi, mentimun, wortel, kacang panjang, dan kol menjadi pembuka. Hidangan ini adalah adaptasi kreatif dari kuliner pesisir Sulawesi Utara.
Hidangan pembuka dilanjutkan soto banjar yang hangat serta menu utama, mangut. Mangut ini dibuat dari gindara bakar dengan nasi aromatik kemangi, rendang nangka muda, telur puyuh, dan balado terong goreng. Penutupnya, minuman kopi Aceh Gayo yang dipadu kue cokelat mousse markisa.
Dari meja makan, pernyataan bersama kedua pemimpin menutup acara siang itu. Seusai menyampaikan pernyataan bersama, Presiden Ramaphosa dan delegasi meninggalkan Istana Merdeka. Menurut rencana, Presiden Prabowo juga menyelenggarakan jamuan makan malam untuk Presiden Ramaphosa di halaman tengah Istana Merdeka dan Istana Negara.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase