Cori Gauff menjalani tes yang sulit pada babak pertama turnamen tenis Amerika Serikat Terbuka. Saat servisnya lebih baik, dia pun memenangi pertandingan.
27 Agt 2025 14:05 WIB · Olahraga
NEW YORK, SELASA — Servis menjadi kelemahan yang diperbaiki Cori Gauff dengan menambah pelatih baru dalam timnya menjelang Grand Slam Amerika Serikat Terbuka. Meski belum sempurna, persentase kesalahan servis yang berkurang membuatnya bisa memenangi pertandingan sulit pada babak pertama.
Petenis dengan nama panggilan Coco itu harus bertanding hampir tiga jam, tepatnya 2 jam 57 menit, hanya untuk melewati babak pertama tunggal putri. Dengan dukungan sekitar 20.000 penonton di Stadion Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, Selasa (26/8/2025) malam waktu setempat, Coco mengalahkan Ajla Tomljanovic dengan skor 6-4, 6-7 (2), 7-5.
Menghadapi turnamen di negaranya sendiri dan latar belakang penampilan yang tak konsisten seusai menjuarai Grand Slam Perancis Terbuka, pada Juni, Coco melakukan penyegaran di tim pelatih. Setelah juara di Roland Garros, Paris, Perancis, Coco tersingkir pada babak pertama Wimbledon.
Dalam turnamen pemanasan AS Terbuka, petenis berusia 21 tahun itu kalah pada babak keempat WTA 1000 Kanada dan perempat final WTA 1000 Cincinnati. Faktor utama kekalahan adalah ketidakmampuan Coco melakukan servis dengan baik, padahal ini adalah pukulan krusial yang bisa memberi poin cepat bagi petenis. Dia pun berusaha memperbaiki dengan cara mencari pelatih ”spesialis” servis.
Dia tak lagi bekerja sama dengan Matt Daly yang melatih dalam setahun terakhir. Petenis ranking ketiga dunia ini memasukkan Gavin McMillan kurang dari sepekan menjelang berlangsungnya AS Terbuka, 24 Agustus-7 September.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/27/00e9c1646bf63142b8c1ae0b7f8e4a25-wires_photo_2025_08_27T134743.343.jpg)
McMillan adalah ahli biomekanik di balik servis keras tunggal putri nomor satu dunia Aryna Sabalenka. McMillan melatih Sabalenka pada 2022 dan mengantarkannya meraih tiga gelar Grand Slam, yaitu Australia Terbuka 2023 dan 2024, serta AS Terbuka 2024.
Servis Coco saat melawan Tomljanovic belum lepas dari kesalahan. Persentase keberhasilan servis pertamanya (61 persen) di bawah lawannya (66 persen). Coco membuat sepuluh double fault, lebih banyak dari tujuh double fault yang dibuat Tomljanovic. Akan tetapi, statistik terkait servis itu lebih baik dibandingkan pada beberapa turnamen sebelumnya.
Pada babak kedua turnamen WTA 1000 Kanada, tiga pekan sebelum AS Terbuka, Coco membuat 23 double fault. Di AS Terbuka 2024, saat dikalahkan Emma Navarro pada babak keempat, double fault yang dibuatnya sebanyak 19. Kekalahan dari Navarro membuat Coco gagal mempertahankan gelar AS Terbuka.
Coco bahkan tercatat sebagai petenis dengan double fault terbanyak pada 2024 dan 2025 berdasarkan daftar statistik WTA. Sepanjang musim kompetisi 2024, dia membuat 430 double fault.
Dalam tujuh bulan kompetisi 2025, dia belum lepas dari kelemahannya dan masih menempati posisi teratas pembuat double fault terbanyak, yaitu 320 kali. Jumlah ini lebih buruk dari Alycia Parks dan Ekaterina Alexandrova pada urutan kedua dan ketiga dengan 225 dan 215 double fault.
Maka, seusai mengalahkan Tomljanovic, Coco menyatakan kelegaannya. Setidaknya, upaya untuk memperbaiki kelemahannya itu memberi hasil meski belum begitu signifikan.
”Sangat sulit. Sangat melelahkan dalam faktor mental, tetapi saya berusaha untuk memperbaiki servis. Hari ini bukan yang terbaik, tapi lebih baik dibandingkan ketika saya tampil di Cincinnati. Saya berusaha memperbaiki dalam setiap pertandingan,” tutur Coco dalam laman resmi AS Terbuka.
Selain servis, Coco juga berusaha mencari celah dari ketangguhan Tomljanovic dalam mempertahankan terjadinya reli. Petenis Australia itu sering kali bisa mengembalikan pukulan Coco, termasuk dalam posisi sulit.
”Saya berusaha membuatnya bertahan di luar baseline, tetapi dia bisa memosisikan diri di baseline dan setiap pukulan saya selalu kembali. Dia bermain sangat baik ketika saya mempunyai kesempatan menang dua set,” kata Coco yang akan melawan Donna Vekic pada babak kedua.
Selain Coco, Naomi Osaka juga tiba di New York dengan pelatih baru. Setelah memutus kerja sama dengan Patrick Mouratoglou, yang mendampingi selama sepuluh bulan, Osaka memilih Tomasz Wiktorowski sebagai pelatih sejak Juli.
Osaka berharap pengalaman Wiktorowski dalam mendampingi Agnieszka Radwanska dan Iga Swiatek bisa mengembalikannya ke persaingan elite tunggal putri. Wiktorowski melatih Radwanska pada 2011-2018, lalu mendampingi Swiatek pada akhir musim 2021 hingga 2024.
Bersama pelatih berusia 44 tahun itu, Swiatek meraih empat gelar Grand Slam, dari total enam gelar. Di musim kompetisi 2022, Swiatek terpilih sebagai atlet putri terbaik versi WTA dan Wiktorowski menjadi salah satu kandidat pelatih terbaik. Pada turnamen pertama bersama Wiktorowski, yaitu WTA 1000 Kanada, 27 Juli-7 Agustus, Osaka mencapai final sebelum dikalahkan Victoria Mboko.
Saat menjalani babak pertama AS Terbuka, melawan Greet Minnen, Osaka menjalankan arahan dari Wiktorowski ketika menemui jalan buntu pada skor 3-3 set pertama. Wiktorowski memberi instruksi agar petenis dengan empat gelar Grand Slam itu melakukan lebih banyak pukulan topspin. Osaka melakukannya dengan kontrol yang lebih baik hingga memenangi tiga gim beruntun.
”Turnamen ini sangat berarti bagi saya, saya sangat ingin memenanginya. Setiap kali saya bermain, atomosfernya terasa seperti di rumah dan tempat ini memang terasa seperti rumah sendiri,” ujar Osaka yang tampil dengan gaun merah berhias kristal dan aksesori rambut berbentuk mawar.
Meskipun membawa nama Jepang, negara kelahirannya, dalam turnamen, Osaka besar di AS. Saat Osaka berusia empat tahun, orangtua membawa Osaka dan kakaknya, Mari, pindah ke New York. Maka, atmosfer New York sebagai kota yang sibuk dan berisik tak asing bagi Osaka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/27/c0bc2e905d35af6856a4b91cb227c567-wires_photo_2025_08_27T134807.936.jpg)
Gelar pertama dari arena Grand Slam pun didapat dari AS Terbuka. Dia juara setelah mengalahkan idolanya, Serena Williams, di final 2018.
Sementara itu, tunggal putra nomor satu dunia, Jannik Sinner, memulai perjalanan untuk mempertahankan gelar juara dengan kemenangan straight sets. Sinner mengalahkan Vit Kopriva 6-1, 6-1, 6-2 dan akan melawan big server, Alexei Popyrin, pada babak kedua.
Finalis AS Terbuka 2020, Alexander Zverev, menjalani laga terakhir hari ketiga turnamen dengan kemenangan atas Alejandro Tabilo. Zverev menang 6-2, 7-6 (4), 6-4. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji