Setelah Banten dan Jakarta, KPK Kembali Gelar OTT di Bekasi

OTT KPK di Bekasi menangkap sekitar 10 orang. Hanya berselang satu hari dari operasi serupa di Banten dan Jakarta.

18 Des 2025 22:37 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap sekitar 10 orang dalam operasi tangkap tangan atau OTT di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Kamis (18/12/2025). Belum diketahui secara pasti kasus yang tengah diusut KPK sehingga dilakukan OTT. Penyelidikan masih berlangsung.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis malam, membenarkan bahwa KPK tengah menyelidiki kasus di wilayah Bekasi. Proses penyelidikan masih terus berlangsung.

”Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Masih berprogres,” ujar Budi.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo saat doorstep terkait operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Riau di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (4/11/2025).

Budi enggan mengungkapkan detail kasus yang tengah diselidiki tersebut. Namun, ia memastikan, sampai saat ini, tim KPK telah mengamankan sekitar 10 orang terkait kasus tersebut.

”Sampai dengan saat ini, tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang,” ucapnya.

OTT di Banten-Jakarta

Operasi tangkap tangan (OTT) KPK ini hanya berselang sehari dari operasi serupa di Banten dan Jakarta, Rabu (17/12/2025). Dalam OTT itu, petugas KPK menangkap sembilan orang. Di antaranya, seorang jaksa dan dua pengacara.

”Tim mengamankan sembilan orang di wilayah Banten dan Jakarta. Satu merupakan aparat penegak hukum, dua merupakan penasihat hukum, dan enam lainnya merupakan pihak swasta,” kata Budi.

Polisi apel seusai mengamankan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi dan kawasan sekitarnya di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (7/6/2021). Semenjak polemik kepegawain KPK, khususnya pro dan kontra tes wawasan kebangsaan, pengamanan di Gedung KPK dilipatgandakan. Kompas/Heru Sri Kumoro 07-06-2021

Dalam operasi tersebut, tim KPK turut menyita uang tunai yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi. ”Selain mengamankan sembilan orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk tunai sekitar Rp 900 juta,” ujar Budi.

Saat ini, kesembilan orang yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK tengah melakukan gelar perkara (ekspose) untuk menentukan status hukum mereka serta merinci kronologi kasusnya.

Total 10 OTT di 2025

Dengan dua OTT itu, maka total KPK sudah melakukan 10 OTT sepanjang tahun ini. OTT pertama KPK tahun ini dibuka pada Maret 2025 saat tim KPK bergerak ke Sumatera Selatan. Dalam operasi tersebut, sejumlah anggota DPRD dan pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu ditangkap terkait dugaan suap proyek infrastruktur.

Pada Juni 2025, OTT KPK membongkar praktik rasuah di Dinas PUPR Provinsi Sumut dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumut terkait suap proyek pembangunan jalan.

Tersangka Rasuli Efendi Siregar seusai menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (17/10/2025). Rasuli merupakan bekas Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Sumatera Utara yang terjerat kasus korupsi Dinas PUPR di Sumatera Utara dan terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu. Rasuli bersama bekas Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Ginting diduga menerima suap tender pembangunan jalan di bawah Dinas PUPR dan proyek-proyek di Satker PJN Wilayah 1 Sumut. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO17-10-2025

Intensitas OTT meningkat tajam pada Agustus 2025 dengan tiga operasi berturut-turut. Pada 7-8 Agustus 2025, KPK melakukan operasi simultan di Jakarta, Kendari, dan Makassar terkait korupsi proyek RSUD Kolaka Timur. Tak lama kemudian, pada pertengahan Agustus, KPK menggelar OTT di Jakarta terkait suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.

Selanjutnya, pada akhir Agustus, OTT KPK menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan. Pria yang akrab disapa Noel ini terjerat dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Wamenaker Immanuel Ebenezer saat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Kemudian, pada November 2025, Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring OTT terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Beberapa hari setelahnya, KPK menangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko terkait jual beli jabatan dan gratifikasi di RSUD Harjono.

OTT juga digelar KPK di Lampung pada pekan lalu. Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya ditangkap atas dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto