Pencurian benda bersejarah di Mesir.
10 Okt 2025 09:30 WIB · Internasional
Belum reda kehebohan pubilk di Mesir dengan pencurian gelang Firaun berusia 3.000 tahun dari laboratorium restorasi sebuah museum, kini terjadi kehebohan baru. Sebuah lukisan Firaun dari batu kapur hilang dari pekuburan Saqqara di Mesir.
Ini merupakan artefak terbaru yang hilang di negara yang dikenal akan sejarahnya yang kaya dan panjang. Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Lukisan Mesir Mohamed Ismail mengatakan bahwa lukisan tersebut berada di makam Khentika di pekuburan Saqqara, di luar Kairo, Minggu (6/10/2025). Makam tersebut ditemukan pada tahun 1950-an dan belum dibuka sejak tahun 2019.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/10/d07c1a60-f0af-4afb-a8ce-796e62a21d35_jpg.jpg)
Media Mesir melaporkan bahwa lukisan tersebut menampilkan kalender Mesir kuno yang membagi tahun menjadi tiga musim yang mencerminkan pasang surut Sungai Nil. Musim-musim tersebut meliputi musim banjir (akhet), musim tanam (proyat), dan musim panen (shomu).
Makam ini berasal dari dinasti keenam Kerajaan Lama kuno, kira-kira 2700 SM hingga 2200 SM. Kantor berita Cairo 24 melaporkan bahwa misi Inggris yang bekerja di makam tersebut menemukan lukisan itu hilang pada bulan Mei.
Makam ini merupakan salah satu dari sedikit makam mastaba Mesir kuno yang memiliki kutukan yang terukir di fasadnya. Mastaba adalah jenis makam Mesir kuno berbentuk persegi panjang beratap datar dan bersisi miring, digunakan untuk pemakaman bangsawan dan pejabat sebelum piramida dibangun.
Prasasti tersebut memperingatkan para penyusup bahwa mereka dapat menghadapi hukuman ilahi, menurut ahli Mesir Kuno asal Inggris, Harry James, yang turut menulis makalah penelitian tentang makam tersebut pada tahun 1950-an.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/10/ca863295-241e-4628-a522-1017ffa10a70_jpg.jpg)
Situs Saqqara merupakan bagian dari nekropolis luas di ibu kota kuno Mesir, Memphis. Areanya mencakup Piramida Giza yang terkenal, piramida bertingkat Djoser, serta piramida-piramida yang lebih kecil di Abu Sir, Dahshur, dan Abu Ruwaysh. Reruntuhan Memphis ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1970-an.
Pengumuman hari Minggu itu terjadi kurang dari sebulan setelah sebuah gelang Firaun kuno dicuri dari Museum Mesir di Kairo dan dilebur untuk diambil emasnya. Gelang emas bermanik lapis lazuli itu milik Firaun Amenemope, yang memerintah sekitar 3.000 tahun yang lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/38194694-7cb1-46a9-9f0f-ce15d1507206_jpg.jpg)
Gelang itu dicuri pada 9 September saat para pejabat museum sedang mempersiapkan artefak untuk pameran di Italia. Pihak berwenang mengatakan gelang itu diambil dari laboratorium restorasi di museum, kemudian berpindah tangan melalui serangkaian pedagang sebelum dilebur.
Pihak berwenang juga merilis video kamera keamanan yang menunjukkan seorang pemilik toko menerima gelang, menimbangnya, dan kemudian membayar dari salah satu tersangka. Empat tersangka telah ditangkap, termasuk seorang spesialis restorasi di museum yang mengaku memberikan gelang tersebut kepada seorang kenalan yang memiliki toko perak di Distrik Sayyeda Zainab, Kairo.
Gelang itu akhirnya dijual dengan harga sekitar 4.000 dollar AS kepada seorang pekerja di bengkel emas yang kemudian melebur gelang tersebut untuk membuat perhiasan emas baru. Hilangnya harta karun yang telah bertahan selama tiga milenium sangat menyakitkan bagi banyak orang di Mesir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/590a85c0-21fe-4cdd-8ec7-b76e3ef5c22e_jpg.jpg)
Pencurian ini mengingatkan akan peristiwa hilangnya lukisan ”Poppy Flowers” karya Vincent van Gogh. Pada tahun 1977, lukisan itu pertama kali dicuri, tetapi berhasil ditemukan pada tahun 2008 di sebuah tempat yang dirahasialan di Kuwait. Belakangan lukisan itu kembali hilang pada tahun 2010 dari Museum Kairo dan masih hilang hingga kini.
(AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan