Pelatih baru pengganti Patrick Kluivert diharapkan bisa mewujudkan mimpi timnas berlaga di Piala Dunia.
16 Okt 2025 17:22 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menyambut baik langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI memberhentikan Patrick Kluivert dari tugas pelatih tim nasional. PSSI diminta segera mencari pelatih baru.
”Itu bagian dari evaluasi. Pemerintah menyambut baik keputusan PSSI untuk memberhentikan Patrick Kluivert,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan yang direkam, Kamis (16/10/2025).
PSSI memastikan mengakhiri kontrak dengan Pelatih Patrick Kluivert, Kamis ini, setelah Kluivert gagal meloloskan tim nasional Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Indonesia dipastikan gagal ke Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko setelah dua kali kalah pada laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia. Tim ”Garuda” takluk 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi sebelum takluk 0-1 dari Irak. Arab Saudi akhirnya meraih tiket langsung ke Piala Dunia, sedangkan Irak melaju ke babak kelima.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/13/44276cc0b5ccaf03cadeb7b2f584d361-f5739982_1d53_400c_81db_663cd77ebfda.jpeg)
PSSI dalam laman resminya menyatakan mengakhiri kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination dengan tim kepelatihan tim nasional Indonesia.
Kesepakatan ini ditandatangani antara PSSI dan pihak tim kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama berdurasi dua tahun. ”Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan,” demikian rilis PSSI.
Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, tim kepelatihan itu tidak lagi menangani timnas Indonesia pada level senior ataupun tim U-23 dan U-20. ”PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi semua anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional,” lanjut PSSI.
Pemerintah pusat pun berharap PSSI segera mencari pengganti Kluivert untuk menangani Jay Idzes dan kawan-kawannya. ”PSSI perlu sesegera mungkin mencari penggantinya. Karena kita tidak boleh patah arang dan harus terus memperbaiki kualitas timnas,” kata Prasetyo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/5300fd981dc238739123f47635445e1c-20251016kluivert.jpg)
Dia menambahkan, pelatih baru diharapkan bisa mewujudkan mimpi 280 juta penduduk Indonesia supaya timnas bisa betul-betul berlaga di Piala Dunia.
Kluivert sebelumnya menggantikan posisi Shin Tae-yong saat timnas tengah menjalani putaran ketiga kualifikasi pada Januari 2025. Bersama Kluivert, permainan skuad Garuda tak membaik. Laga pertama bersama mantan striker Barcelona ini berakhir dengan kekalahan telak 1-5 dari Australia.
Kluivert memang kemudian berhasil membawa Indonesia lolos ke putaran keempat setelah menang atas Bahrain dan China dengan skor 1-0. Namun, pada laga terakhir putaran ketiga, timnas dilibas Jepang 6-0.
Puncaknya, Indonesia tak berdaya pada babak keempat dengan menempati posisi juru kunci Grup B setelah mengalami dua kekalahan. Dua kekalahan tersebut mengakhiri sekitar dua tahun perjuangan Indonesia menuju putaran final Piala Dunia yang diawali laga melawan Brunei Darussalam pada 2023.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/06/4c094238169d2caf17a841c56d74259d-20250605YGA42.jpg)
Performa timnas yang akhirnya gagal ke Piala Dunia 2026 ini memicu kritik para penggemar sepak bola Indonesia. ”Garuda Saudi”, kelompok suporter timnas Indonesia yang dibentuk diaspora di Arab Saudi, mengeluarkan pernyataan resmi, Senin (13/10/2025).
Foto Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Kluivert dan stafnya, ditambah pesan ”kalian itu pengecut atau tidak peduli?”, menjadi tampilan utama dalam pernyataan di akun Instagram Garuda Saudi.
”Kluivert dan tim pelatih tidak ada yang mendatangi kami yang menunggu mereka di tribune. Semua pemain datang memberikan apresiasi kepada kami, tetapi Kluivert dan staf pelatih hanya duduk di bench. Kami berusaha memanggil, tetapi mereka mungkin tidak mendengar karena jarak tribune dengan bench jauh,” tutur Ketua Garuda Saudi Muhammad Erlangga.
Para diaspora pendukung timnas menilai tiadanya apresiasi dan gestur meminta maaf atas buruknya prestasi sebagai ketiadaan itikad baik. ”Kami tidak mengharapkan apa-apa. Kami hanya berharap ada itikad dan gestur permintaan maaf dari Kluivert kepada para suporter yang telah merelakan waktu, biaya, dan tenaga. Tidak sedikit juga suporter yang menjadi korban terinjak-injak dan dipersulit petugas keamanan stadion demi menonton laga versus Saudi,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/12/1734f756f8ba228753386c7ab7a37758-cropped_image.jpg)
Selain Garuda Saudi, kelompok suporter timnas Indonesia, ”La Grande Indonesia” (LGI) dan ”Ultras Garuda”, juga telah lebih dulu mengeluarkan pernyataan tentang tuntutan untuk tim pelatih. LGI mendesak agar Kluivert undur diri dari posisi sebagai pelatih timnas Indonesia.
Desakan agar Kluivert melepas kursi pelatih timnas Indonesia juga disuarakan oleh para legenda Garuda. Dede Sulaeman, anggota timnas di pra-Piala Dunia 1986, menganggap Kluivert tidak menunjukkan sikap nyata berani bertanggung jawab atas kegagalan memenuhi target ke Piala Dunia 2026. Dede menyoroti keputusan Kluivert dan para pembantunya yang langsung kembali ke Belanda dari Jeddah, alih-alih datang dulu ke Jakarta.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto