Setelah Shalat Idul Fitri, Prabowo ”Open House” di Istana Merdeka

Masyarakat yang ingin mengucapkan Lebaran kepada Presiden Prabowo Subianto diharap berada di Istana Merdeka, Jakarta, sebelum pukul 09.00 WIB.

30 Mar 2025 10:12 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo, Nino Citra Anugrahanto

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Di momentum itu, umat Islam akan menunaikan shalat Idul Fitri di berbagai masjid. Lantas, di mana Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan shalat Idul Fitri? Apa agenda keduanya saat Lebaran tahun ini?

Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana saat dihubungi Minggu (30/3/2025) mengatakan, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran akan menunaikan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Setelah itu, menurut rencana, Presiden Prabowo akan buka pintu atau open house di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menerima ucapan Lebaran sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat serta para pejabat dan duta besar negara sahabat. Acara ini akan dilangsungkan mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Suasana Istana Merdeka menjelang pengumuman kabinet Prabowo-Gibran, Minggu (20/10/2024).

Bagi masyarakat yang ingin mengucapkan Lebaran kepada Presiden diharap sudah berada di Istana sebelum pukul 09.00 WIB. Akses masuk masyarakat ke Istana melalui gerbang utama Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat.

”Acara ini sebagai wadah silaturahmi antara Presiden Prabowo dan para pejabat negara, para duta besar negara sahabat, dan masyarakat umum. Selain itu, acara ini menjadi simbol sosial untuk menghilangkan sekat dan membangun kekeluargaan serta kebersamaan pada hari kemenangan yang fitri,” kata Yusuf secara tertulis.

Wapres Gibran juga akan langsung ke Istana Merdeka seusai shalat Idul Fitri. Menurut rencana, Wapres akan bersilaturahmi dan menyampaikan selamat Idul Fitri langsung kepada Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka menyalami para menteri saat sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). Rapat kabinet paripurna diikuti menteri, wakil menteri, dan kepala badan setingkat menteri. Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan hasil lawatannya ke luar negeri, penanganan bencana alam letusan Gunung Lewotobi Laki-laki serta persiapan pemerintah menjelang libur Natal dan tahun baru. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

”Yang jelas, nanti Lebaran saya harus sungkem kepada Pak Presiden dulu, baru pulang kampung,” ujar Gibran seusai meninjau kegiatan Program Nasional Digital AI di SMA Negeri 66 Jakarta, Cilandak, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dari silaturahmi dengan Presiden Prabowo, menurut rencana, Gibran akan ke Surakarta dan merayakan Lebaran bersama keluarga besarnya.

Sidang isbat

Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (29/3/2025), pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Dengan penetapan ini, sebagian besar umat Islam di Indonesia akan merayakan Idul Fitri secara bersamaan.

”Disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025 Masehi, dengan demikian terjadi istikmal atau disempurnakan menjadi 30 hari, malam ini masih melakukan shalat Tarawih,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium Haji Mohammad Rasjidi Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

Pengurus Al-Musyari'in memantau hilal 1 Syawal 1446 Hijriah dengan menggunakan alat pemantau hilal tradisional di Masjid Al-Musyari'in, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). Hasil pantauan Tim Lembaga Falakiyah Pondok Pesantren Al-Hidayah Basmol DKI Jakarta untuk menentukan 1 Syawal 1446 Hijriah tidak terlihat. Menurut tim pemantau hilal, posisi hilal berada di bawah ufuk dan tidak bisa teramati. Kementerian Agama menentukan 1 Syawal 1446 Hijriah atau Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret 2025 pada sidang isbat. Posisi hilal di Indonesia pada hari ini tidak memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 29-03-2025

Kemenag menggunakan metode hisab atau perhitungan atau melihat langsung keberadaan hilal. Pemantauan hilal digelar di 33 lokasi di seluruh Indonesia. Pengamatan hilal di Provinsi Bali tahun ini ditiadakan karena bertepatan dengan hari raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1947).

Saat Matahari terbenam pada Sabtu (29/3/2025) petang, posisi tinggi hilal belum terlihat karena masih berada pada minus 1,85 derajat di Jakarta hingga minus 1,08 derajat di Banda Aceh. Elongasi hilal mencapai 1,06 derajat di Jakarta hingga 1,21 derajat di Banda Aceh.

Padahal, Kemenag menggunakan kriteria menjalankan metode rukyatul hilal dari kesepakatan bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (Mabims), yaitu tinggi hilal minimal adalah 3 derajat dan jarak elongasi minimal 6,4 derajat.

Oleh karena itu, hilal tidak bisa dirukyat dan usia bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri 1 Syawal 1446 H kemungkinan ditetapkan jatuh pada Senin (31/3/2025).

Umat Islam melaksanakan shalat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (28/2/2025). Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025. Seusai penetapan awal Ramadhan, umat Islam di Indonesia langsung melaksanakan shalat Tarawih. Dengan demikian, seluruh masyarakat Muslim Indonesia akan menjalani ibadah puasa Ramadhan secara bersamaan mulai besok. Kemenag menggunakan dua metode, yakni hisab (penghitungan) dan rukyat (pengamatan langsung) di 125 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3 derajat hingga 4 derajat. Sementara itu, sudut elongasi berkisar antara 4 derajat hingga 6 derajat. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 28-02-2025

Sementara itu, Muhammadiyah menjadi organisasi masyarakat yang pertama menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada hisab hakiki wujudul hilal, metode penentuan awal bulan Hijriah yang konsisten digunakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dengan metode ini, awal bulan ditetapkan jika hilal sudah terwujud. Adapun hilal terwujud setelah terjadi ijtimak sebelum Matahari terbenam, bulan terbenam setelah Matahari, dan piringan atas bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Jika salah satu dari kriteria ini tidak terpenuhi, bulan digenapkan menjadi 30 hari.

”Di seluruh wilayah Indonesia, bulan juga masih berada di bawah ufuk sehingga tidak memenuhi kriteria wujudul hilal. Oleh karena itu, umur bulan Ramadhan 1446 H disempurnakan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1446 H pun jatuh pada Senin Pahing, 31 Maret 2025 Masehi,” demikian Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari