Trump dan Pemerintah Iran saling ancam seusai serangan pada hari Sabtu yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
01 Mar 2026 16:16 WIB · Internasional
AP/Vahid Salemi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman untuk menyerang Iran pada Minggu (1/3/2026). Ini dikatakan Trump ketika Iran mengancam akan membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran menembakkan rudal ke sasaran di Israel dan negara-negara Teluk Arab setelah bersumpah akan melakukan pembalasan besar-besaran atas pembunuhan pemimpin tertingginya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/01/53c1bad9-0132-4a13-bca8-141ed7dcf0d1_jpg.jpg)
Dalam unggahannya di media sosial Truth miliknya, Trump menuliskan, ”Iran mengindikasikan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya.”
”Sebaiknya mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya!” katanya.
Televisi pemerintah Iran dan kantor berita IRNA yang dikelola Pemerintah Iran mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi. Berita itu mengonfirmasi unggahan Trump beberapa jam sebelumnya.
Khamenei tewas saat berada di kantornya di Teheran. Serangan yang lain juga menewaskan kepala staf angkatan darat dan menteri pertahanan Iran, bersama dengan kepala Garda Revolusi Iran dan seorang penasihat keamanan utama Khamenei.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/01/e7e6e260-7b3a-4031-8649-2691e0c924e5.jpg)
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dalam pidato yang disiarkan di televisi pada hari Minggu bersumpah akan membalas semua serangan dan semua yang terlibat. ”Kalian telah melanggar garis merah kami dan harus membayar harganya,” kata Qalibaf. ”Kami akan memberikan pukulan yang begitu dahsyat sehingga kalian sendiri akan terpaksa mengemis.”
Tak beberapa lama, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel dan instalasi militer Amerika di Bahrain, Kuwait, Jordania, Oman, dan Qatar. Serangan itu menyebabkan penerbangan di seluruh Timur Tengah terganggu. Sebuah pelabuhan dan fasad hotel ikonik Burj Al Arab di Dubai mengalami kerusakan akibat serangan.
Sementara reaksi masyarakat internasional atas serangan terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertingginya juga beragam. Para demonstran turun ke jalan di berbagai belahan dunia. Sebagian mengutuk serangan, tetapi banyak juga yang mendukungnya.
Ratusan pengunjuk rasa pro-Iran dikabarkan berusaha menyerang Kantor Konsulat Amerika Serikat di Pakistan dan Irak. Tampaknya perang AS-Israel melawan Iran akan terus berlangsung dan berpotensi melebar ke negara-negara yang dianggap sekutu AS. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar