Setelah Tewaskan Khamenei, Trump Kembali Ancam Iran

Trump dan Pemerintah Iran saling ancam seusai serangan pada hari Sabtu yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

01 Mar 2026 16:16 WIB · Internasional

AP/Vahid Salemi

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman untuk menyerang Iran pada Minggu (1/3/2026). Ini dikatakan Trump ketika Iran mengancam akan membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran menembakkan rudal ke sasaran di Israel dan negara-negara Teluk Arab setelah bersumpah akan melakukan pembalasan besar-besaran atas pembunuhan pemimpin tertingginya.

Bangunan dan kendaraan hancur setelah serangan di lingkungan ibu kota Iran Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam unggahannya di media sosial Truth miliknya, Trump menuliskan, ”Iran mengindikasikan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya.”

”Sebaiknya mereka tidak melakukan itu, karena jika mereka melakukannya, kita akan menyerang mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya!” katanya.

Sebuah foto yang dirilis oleh kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 6 Maret 2023 menunjukkan dia menyirami pohon yang baru ditanam di taman seusai upacara yang menandai minggu ”Sumber Daya Alam” di Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei berbicara kepada pers setelah memberikan surat suaranya dalam pemilihan presiden putaran kedua di Teheran pada 28 Juni 2024.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tiba untuk memberikan suara untuk pemilihan parlemen di Teheran, Iran, 10 Mei 2024.
Dalam foto yang dirilis situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (tengah) ditemani oleh komandan angkatan bersenjata mengunjungi pameran pencapaian kedirgantaraan Garda Revolusi di Iran, 19 November 2023.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei melihat melalui teropong saat meninjau manuver militer Garda Revolusi di dekat perbatasan dengan Irak, 18 September 2004.

Televisi pemerintah Iran dan kantor berita IRNA yang dikelola Pemerintah Iran mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi. Berita itu mengonfirmasi unggahan Trump beberapa jam sebelumnya.

Khamenei tewas saat berada di kantornya di Teheran. Serangan yang lain juga menewaskan kepala staf angkatan darat dan menteri pertahanan Iran, bersama dengan kepala Garda Revolusi Iran dan seorang penasihat keamanan utama Khamenei.

SUasana saat pendukung pemerintah berkumpul dalam berkabung setelah TV pemerintah secara resmi mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu (1/3/3036).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf dalam pidato yang disiarkan di televisi pada hari Minggu bersumpah akan membalas semua serangan dan semua yang terlibat. ”Kalian telah melanggar garis merah kami dan harus membayar harganya,” kata Qalibaf. ”Kami akan memberikan pukulan yang begitu dahsyat sehingga kalian sendiri akan terpaksa mengemis.”

Tak beberapa lama, Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel dan instalasi militer Amerika di Bahrain, Kuwait, Jordania, Oman, dan Qatar. Serangan itu menyebabkan penerbangan di seluruh Timur Tengah terganggu. Sebuah pelabuhan dan fasad hotel ikonik Burj Al Arab di Dubai mengalami kerusakan akibat serangan.

Sementara reaksi masyarakat internasional atas serangan terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertingginya juga beragam. Para demonstran turun ke jalan di berbagai belahan dunia. Sebagian mengutuk serangan, tetapi banyak juga yang mendukungnya. 

Seorang pengunjuk rasa mengenakan topeng saat rapat umum di London, Sabtu (28/2/2026), setelah pasukan AS dan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi.
Muslim Syiah berduka atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selama doa khusus di Jammu, India, Minggu (1/3/2026).
Orang-orang meneriakkan slogan-slogan bernada protes atas serangan AS dan Israel terhadap Iran di luar pangkalan NATO di Izmir, Turki, Sabtu (28/2/2026).
Muslim Syiah memegang poster dan meneriakkan protes terhadap serangan AS dan Israel di Iran saat berunjuk rasa di Lahore, Pakistan, Sabtu (28/2/2026).
Orang-orang menghadiri demonstrasi untuk mendukung serangan AS dan Israel terhadap Iran di depan  Kedutaan Besar AS di Berlin, Jerman, Sabtu (28/2/2026).
Warga menghadiri aksi berkabung atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di sebuah alun-alun di Teheran, Iran, Minggu (1/3/2026). Khamenei memimpin Iran sejak 1989 yang terkenal sebagai penentang keras Barat. Khamenei tewas akibat gelombang awal serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berupaya menggulingkan Republik Islam Iran.
Ribuan orang berkumpul untuk meratapi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel, di sebuah alun-alun di Teheran, Minggu (1/3/2026).

Ratusan pengunjuk rasa pro-Iran dikabarkan berusaha menyerang Kantor Konsulat Amerika Serikat di Pakistan dan Irak. Tampaknya perang AS-Israel melawan Iran akan terus berlangsung dan berpotensi melebar ke negara-negara yang dianggap sekutu AS. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar