Langkah Berat Iga Swiatek Pertahankan Gelar WTA 1000 Madrid

Setelah gagal mempertahankan gelar juara WTA 1000 Doha dan Indian Wells, Iga Swiatek tampil sebagai juara bertahan di Madrid. Tantangan berat akan dihadapinya.

24 Apr 2025 13:48 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MADRID, KAMIS — Iga Swiatek akan bertanding dalam turnamen tenis WTA 1000 Madrid dengan status sebagai juara bertahan. Namun, setelah tak ada gelar juara dari enam turnamen sebelumnya dan melihat calon lawan yang akan dihadapi, membuat perjalanan Swiatek di Madrid, Spanyol, akan berat pada setiap tahapnya.

Petenis ranking kedua dunia itu dinilai sebagai tunggal putri terbaik di lapangan tanah liat, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Persentase kemenangan Swiatek di lapangan berkarakter lambat tersebut pada ajang besar, yaitu Grand Slam, WTA 1000, Final WTA, dan Olimpiade, mencapai 88 persen, lebih besar dibandingkan dengan persentase kemenangan di lapangan keras (79) dan lapangan rumput (68).

Performa Swiatek di tanah liat menjadi yang tertinggi di antara para pesaingnya, termasuk petenis lain di peringkat lima besar dunia. Tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, mempunyai persentase kemenangan 70 persen. Petenis ranking ketiga hingga kelima, yaitu Jessica Pegula, Cori Gauff, dan Madison Keys, hanya memiliki persentase kemenangan 64, 72, dan 63 persen.

Indikator lain yang memperlihatkan kenyamanan Swiatek bergerak di tanah liat adalah empat gelar juara Grand Slam Perancis Terbuka di Roland Garros, Paris. Gelar juara 2020, 2022-2024 menjadi bagian dari lima gelar Grand Slam selain dari Amerika Serikat Terbuka 2022.

Akan tetapi, performa dan sikapnya di lapangan, terutama setelah kalah pada semifinal Australia Terbuka, memperlihatkan bahwa Swiatek tak setangguh ketika bersaing pada musim kompetisi 2022-2024. Swiatek, yang selalu bersikap tenang dan menjadi ”anak manis”, berubah menjadi sosok yang emosional hingga lebih sering mendapat respons negatif dari penggemar tenis.

MIAMI GARDENS, FLORIDA - MARCH 23: Iga Swiatek of Poland serves against Elise Mertens of Belgium during Day 6 of the Miami Open at Hard Rock Stadium on March 23, 2025 in Miami Gardens, Florida.   Al Bello/Getty Images/AFP (Photo by AL BELLO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Penampilan dan kondisi emosi Swiatek yang tak stabil dimanfaatkan lawan-lawannya. Kali ini, tak hanya Sabalenka yang bisa mengalahkannya. Sejak Februari, Swiatek disingkirkan oleh tiga petenis dalam lima turnamen, yaitu Ostapenko, serta dua petenis muda, Mirra Andreeva (17 tahun) dan Alexandra Eala (19).

Kekalahan dari Ostapenko dan Andreeva pada semifinal WTA 1000 Doha dan Indian Wells membuatnya gagal mempertahankan gelar juara. Dua kekalahan tersebut dan lima kekalahan lainnya membuat Swiatek memiliki statistik menang-kalah 22-7 (75,8 persen) sebelum tampil di Madrid, menurun dari statistik 25-4 (86,2 persen) pada periode yang sama, setahun sebelumnya.

Swiatek mengatakan bahwa dia tak akan terpengaruh komentar publik tentang performanya yang menurun. ”Ekspektasi pada saya memang tinggi. Saya bahkan sudah merasakannya sejak 2022. Publik tidak tahu apa yang saya rasakan, padahal saya juga manusia. Yang bisa saya lakukan adalah fokus pada diri sendiri, bukan pada komentar orang lain,” katanya.

Selain itu, Swiatek juga berharap bisa mendapatkan kembali kenyamanan bermain di lapangan tanah liat meski dia tahu akan menghadapi tantangan berat sejak pertandingan pembuka. Atlet berusia 23 tahun itu akan berhadapan dengan Eala di babak kedua, Kamis (24/4/2025), setelah mendapat bye pada babak pertama.

Eala, petenis asal Filipina, membawa kenangan yang akan menjadi bekal dalam menghadapi Swiatek untuk kedua kalinya. Eala memenangi pertemuan pertama dengan skor 6-2, 7-5 yang terjadi pada perempat final WTA 1000 Miami, Maret.

MIAMI GARDENS, FLORIDA - MARCH 19: Alexandra Eala of the Philippines reacts during day two of the Miami open at Hard Rock Stadium on March 19, 2025 in Miami Gardens, Florida.   Carmen Mandato/Getty Images/AFP (Photo by Carmen Mandato / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

”Rasanya saya memahami tempat ini dengan baik. Jadi, saya akan memanfaatkan pengalaman saya tampil di sini, tetapi pengalaman tidak akan memberi hasil apa pun. Maka, saya akan menjalani pertandingan (melawan Eala) nanti seperti pertandingan lain, tidak peduli dengan hasil di Miami,” kata Swiatek dalam laman resmi WTA.

Eala akan membawa pola pikir yang sama, tidak ingin terpengaruh hasil pertemuan sebelumnya. ”Setiap pertandingan akan berbeda. Jika saya bertemu lagi Iga di Miami pada tahun depan, misalnya, itu akan menjadi pertandingan berbeda. Pertandingan di Madrid pun akan memiliki cerita berbeda dengan di Miami. Apalagi, Iga adalah petenis yang bisa bermain baik di semua jenis lapangan,” kata Eala yang bermain di Madrid karena mendapat wildcard.

Jika menang dari Eala, hambatan bagi Swiatek bisa datang di babak ketiga. Dia berpotensi bertemu petenis yang juga pernah mengalahkannya, yaitu Linda Noskova. Petenis Ceko berusia 20 tahun ini satu kali mengalahkan Swiatek, meski empat kali kalah. Kemenangan itu didapat pada babak ketiga Australia Terbuka 2024.

Potensi lawan berikutnya adalah petenis yang menjadi mimpi buruk bagi Swiatek, yaitu Ostapenko. Dalam enam pertemuan yang terjadi sejak 2019, Swiatek tak pernah menang dari juara Perancis Terbuka 2017 itu. Ostapenko pun menjadi satu-satunya petenis aktif yang unggul dalam statistik pertemuan dengan Swiatek, dengan minimal dua pertemuan. Sementara jika perjalanan Swiatek dan Andreeva sama-sama mulus, mereka berpeluang menjadi lawan pada semifinal di paruh bawah undian.

Di paruh atas, Sabalenka akan bersaing dengan unggulan 10 besar, seperti Pegula, Jasmine Paolini, Zheng Qin Wen, dan Paula Badosa. Sabalenka akan mengawali penampilannya di Madrid dengan melawan Anna Blinkova pada babak kedua, Jumat.

Aryna Sabalenka takes a selfie after winning the women's singles final match agains Jessica Pegula at the Miami Open tennis tournament, Saturday, March 29, 2025, in Miami Gardens, Fla. (AP Photo/Marta Lavandier)

Persaingan di Madrid, sebagai salah satu turnamen pemanasan menuju Perancis Terbuka, juga diikuti petenis putra pada level ATP Masters 1000. Juara bertahan Andrey Rublev akan mendapat tantangan pertama dari petenis senior Gael Monfils pada babak kedua. Monfils, yang berusia 37 tahun, memenangi babak pertama atas Borna Gojo, 1-6, 6-2, 6-4.

Juara Madrid Masters 2022-2023, Carlos Alcaraz, masih menanti lawan untuk pertandingan pertamanya, yaitu antara Yoshihito Nishioka dan Zizou Bergs. Juara Madrid Masters lainnya yang akan bersaing pada tahun ini adalah Alexander Zverev yang menjadi unggulan teratas dan Novak Djokovic sebagai unggulan keempat. (AFP)

Hasil Iga Swiatek pada 2025:

Australia Terbuka: Semifinal (kalah dari Madison Keys)

WTA 1000 Doha: Semifinal (kalah dari Jelena Ostapenko)

WTA 1000 Dubai: Perempat final (kalah dari Mirra Andreeva)

WTA 1000 Indian Wells: Semifinal (kalah dari Mirra Andreeva)

WTA 1000 Miami: Perempat final (kalah dari Alexandra Eala)

WTA 500 Stuttgart: Perempat final (kalah dari Jelena Ostapenko)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .