Setumpuk Masalah Hansi Flick di Barcelona pada Awal Musim

Tren positif Barcelona terhenti pada pekan ketiga saat ditahan imbang Rayo Vallecano. Laga ini mengungkap setumpuk masalah Barca yang mesti diselesaikan Hansi Flick.

01 Sep 2025 11:47 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, SENIN — Barcelona terlempar dari posisi tiga besar klasemen sementara Liga Spanyol menyusul hasil imbang 1-1 kontra Rayo Vallecano di Stadion de Vallecas, Madrid, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Di saat rival abadi mereka, Real Madrid, mengalami inefisiensi lini serang, Barca justru bermasalah pada aksi bertahan. Namun, aspek bertahan hanyalah satu dari sekian banyak masalah Barca pada awal musim ini.

Meskipun belum terkalahkan hingga pekan ketiga liga, Barca menyimpan setumpuk masalah yang harus diselesaikan Manajer Barcelona Hansi Flick. Kelemahan paling tampak saat gagal mempertahankan keunggulan di markas Rayo adalah sektor bertahan. Barca mampu unggul lebih dulu melalui gol penalti Lamine Yamal pada menit ke-40, tetapi mampu disamakan oleh Fran Perez pada babak kedua.

Mendominasi penguasaan bola, Barca justru mendapat tekanan bertubi-tubi. Rayo mencatatkan enam tembakan tepat sasaran walau hanya mencatatkan 43 persen penguasaan bola. Sebaliknya, Barca hanya mampu melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Nilai angka harapan gol (expected goal/xG) Rayo pun lebih unggul, yakni 1,85 dibanding 1,83 milik Barca. Statistik ini menandakan Rayo bermain lebih efisien.

Seperti musim lalu, gaya bertahan Barca masih mengandalkan garis pertahanan tinggi yang bertujuan sebagai perangkap offside. Cara ini memang beberapa kali mampu menghentikan aksi menyerang Rayo. Namun, garis pertahanan tinggi Barca juga mengandung risiko yang besar lantaran membuat pertahanan mereka lebih rentan diekspos.

Peluang emas Rayo Vallecano melalui Jorge de Frutos memperlihatkan sisi rentan pertahanan Barca yang begitu mudah ditembus. Meskipun dikawal Andreas Christensen dan Eric Garcia, Frutos bisa dengan mudah melewati penjagaan dan langsung berhadapan dengan kiper Joan Garcia.

Penyerang Barcelona, Robert Lewandowski, meloncat menghindari sapuan kiper Rayo Vallecano, Augusto Batalla, pada laga Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Laga itu berakhir imbang, 1-1.

Akan tetapi, peluang emas itu menguap sia-sia berkat kesigapan Garcia menghadang sepakan Frutos dari jarak dekat. Kekokohan pertahanan Barca patut dipertanyakan mengingat peluang emas Rayo itu diperoleh hanya dengan dua sentuhan bola, tetapi bisa langsung membahayakan gawang.

Dengan skema yang nyaris serupa, Rayo mampu mencetak gol pembalik keadaan pada menit ke-86 melalui sepakan Sergio Camello. Beruntung bagi Barca, gol tersebut dianulir wasit karena Andrei Ratiu telah lebih dulu berada pada posisi offside saat mendapat bola muntah.

”Kami kehilangan bola lebih sering dari biasanya. Ketika Anda sering kehilangan bola, lawan akan melancarkan lebih banyak serangan balik,” kata gelandang Barca, Frenkie de Jong, dikutip dari Diario AS.

Terlalu lunak

Jelang berakhirnya laga, Rayo terus berusaha mencetak gol pembalik keadaan. Pelatih Rayo Inigo Perez menginstruksikan para pemainnya untuk menaikkan garis pertahanan demi merebut bola secara cepat saat Barca mencoba membangun serangan dari bawah. Cara ini terbukti efektif. Para bek Barca yang dikomandoi Garcia kerap panik dan melakukan kesalahan saat mengoper bola.

Selain itu, lini tengah Barca juga begitu lunak ketika menguasai bola sehingga bisa direbut dengan mudah oleh para pemain Rayo. Kelemahan itu mengundang bahaya, seperti terjadi pada peluang yang diperoleh Camello beberapa detik jelang laga usai. Upaya Rayo menambah gol kembali terbentur ketangguhan Garcia. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai.

Pemain Barcelona, Dani Olmo (kiri), berebut bola dengan pemain Rayo Vallecano, Isi Palazon, pada laga Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Laga itu berakhir imbang, 1-1.

Flick mengakui timnya bermain di bawah performa terbaik. Namun, ia memuji penampilan solid Joan Garcia, Eric, dan Christensen sehingga mampu mencegah Barca kebobolan lebih banyak. Garcia bahkan mencatatkan lima penyelamatan penting. Kritikan Flick diarahkan kepada lini tengah yang begitu mudah kehilangan kontrol.

Selain itu, masalah Flick juga bertambah dengan tumpulnya lini serang. Barca mendapat sejumlah peluang emas, tetapi gagal dimanfaatkan menjadi gol. Satu yang sangat disayangkan adalah peluang dari Dani Olmo ke gawang yang sudah kosong, tetapi bola sepakannya justru melambung tinggi.

”Tidak ada tempat untuk keegoisan di tim ini. Musim lalu, kami bermain sebagai tim yang kompak dan kami perlu menunjukkannya musim ini juga,” kata Flick.

Flick mesti bekerja lebih keras untuk menyempurnakan penampilan timnya. Masalah tersebar dari lini belakang, tengah, hingga depan. Meski demikian, Flick diuntungkan dengan adanya jeda internasional pekan depan sehingga punya waktu lebih banyak untuk memoles Barca menjadi lebih baik. Jeda internasional juga diharapkan bisa menghentikan momentum buruk yang mulai membayangi Barca.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto