TEL AVIV, SABTU — Akhir pekan ini gagal jadi waktu istirahat di Iran dan Israel. Saling balas rudal dan pesawat nirawak membuat berbagai penjuru kedua negara itu dalam kondisi siaga.
Hingga Sabtu (14/6/205) siang, tim penyelamat di Iran dan Israel masih terus mengevakuasi korban. Mereka terimbas saling serang kedua negara. Baku serang dipicu keputusan Israel menjatuhkan 330 bom ke berbagai penjuru Iran pada Jumat dini hari.
Israel telah melancarkan setidaknya tujuh gelombang serangan ke Iran. Sementara Iran membalas lima kali. Serangan terbaru Israel dilancarkan ke Bandara Mehrabad, Teheran dan pangkalan udara di Tabriz.
Sementara Staf Khusus Panglima Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Ahmed Vahidi mengatakan, Iran menyasar tiga pangkalan udara Israel. Sejumlah kantor terkait militer Israel, Tzahal, dan sektor pertahanan Israel juga jadi sasaran.
Dikutip Tasnim News, Vahidi menyebut bahwa rudal Iran menyasar Lanud Nevatim, Ovda, dan Tel Nof. Lanud-lanud itu disebut jadi asal dan pusat kendali jet tempur Israel yang menyerang Iran.
Sementara The New York Times melaporkan, rudal Iran menyasar markas besar Tzahal, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel. Semua fasilitas itu berada di Tel Aviv dan di tengah-tengah pusat bisnis.
Rudal Iran ke Tel Aviv terpantau meledakkan sejumlah lokasi di Ramat Gan, Tel Nof, dan Rishon LeZion. Sebagian rudal itu meledak di perumahan dan perkantoran sekitar fasilitas militer dan pertahanan Israel.
Kawasan Hakriya di Tel Aviv, lokasi markas besar Tzahal dan Kemenhan, merupakan salah satu pusat perkantoran dan bisnis. Salah satu menara di kawasan itu, Menara Marganit, terkena rudal Iran pada Sabtu dini hari.
The New York Times pernah melaporkan bahwa markas besar Tzahal berada di jantung Tel Aviv. Di AS, Hakriya setara dengan Pentagon yang merupakan kompleks perkantoran Departemen Pertahanan dan instansi terkait.
Dalam pesan singkat yang disebar ke ponsel warga sejak Jumat, Tzahal melarang penyebaran foto dan video lokasi yang jadi sasaran rudal Iran di lokasi tertentu. Foto dan video yang boleh disebar hanya lokasi yang sama sekali tidak ada fasilitas militer. Dalam rekaman foto dan video sebelum rudal Iran mencapai Israel, terlihat tentara berseragam dan tidak berseragam di lokasi-lokasi yang jadi sasaran rudal.
Pertahanan udara
Amerika Serikat mengonfirmasi, sebagian rudal dan pesawat nirawak Iran dijatuhkan jauh sebelum menjangkau Israel. Selain Laut Merah, langit Jordania juga jadi gelanggang pencegatan. AS-Jordania terlibat dalam pencegatan itu.
Rudal dan pesawat yang gagal dicegat AS-Jordania dijatuhkan lapisan sistem pertahanan udara Israel. Untuk penangkis jarak jauh, Israel mengandalkan dua baterai THAAD milik AS. Pada 2019, AS menempatkan satu baterai THAAD di Israel. Baterai tambahan ditempatkan di tengah serangan Israel ke Gaza sejak 2023.
THAAD berfungsi menembak rudal pada ketinggian di atas 30 kilometer dan mengarah ke sasaran. THAAD fokus menjatuhkan rudal yang sudah dalam tahap akhir mencapai sasaran.
Rudal yang gagal dicegat THAAD ditangkis dengan Arrow-2, Arrow-3, Ketapel Daud, dan Iron Dome. AS terlibat dalam pengembangan arhanud jarak menengah dan pendek itu.
Belum ada informasi terverifikasi soal penggunaan Iron Beam, penangkis rudal yang menggunakan laser. Dalam laporan The Jerusalem Post pada Mei 2025, Iron Beam menjatuhkan pesawat nirawak Hizbullah di Israel utara.
Rudal andalan
Tzahal mendeteksi sedikitnya 150 rudal dan lebih dari 100 pesawat nirawak Iran diarahkan ke Israel. Rudal-rudal Iran menjangkau Israel dalam rentang 10-15 menit sejak diluncurkan. Kecepatan itu mengindikasikan Iran menembakkan rudal hipersonik.
Jarak lurus terdekat dari perbatasan Iran-Irak ke lokasi sasaran di Israel adalah 1.200 kilometer. Sementara lokasi peluncuran rudal Iran berada beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran-Irak. Selain itu, rudal juga perlu terbang beberapa kilometer ke langit sebelum mengarah ke sasaran.
Ada setidaknya dua rudal Iran yang mampu melaju paling kurang 3 kilometer per detik. Rudal itu adalah Shahab-3 dan Khoramshahr dan bisa menjangkau sasaran 1.300 kilometer hingga 1.800 kilometer dari lokasi peluncuran.
Lajunya setara hingga 10 kali kecepatan suara. Setiap proyektil atau peluncur yang melaju di atas lima kali kecepatan suara disebut senjata hipersonik.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Iran juga punya Qassem Basir, versi peningkatan dari rudal Qassem. Rudal itu pernah dipakai Houthi menyasar Bandara Ben Gurion beberapa pekan lalu.
Qassem Basir dilengkapi penjejak optik elektronik (EO) mandiri. Peneliti pada International Institute for Strategic Studies (IISS), Fabian Hinz, menyebut, rudal dengan EO mandiri lebih aman dari pengacakan sinyal. Sebab, rudal tidak mengandalkan komunikasi dengan markas komando peluncur untuk mencapai sasaran.
EO, singkatnya kamera di kepala rudal, merekam kondisi dalam penerbangan menuju sasaran. Rekaman itu menjadi pemandu menuju sasaran.
Aman dari pengacak penting bagi persenjataan masa kini. Salah satu perangkat pertahanan serangan udara adalah pengacak sinyal. Israel menerapkan itu sejak Jumat kemarin. Buktinya, banyak kapal tersasar karena sinyal pemandu navigasi mereka tidak berfungsi.
Selain rudal, Iran juga menerbangkan pesawat nirawak ke Israel. Pesawat butuh sedikitnya enam jam dari Iran ke Israel. Sebab, lajunya lebih lambat.
Iran punya beberapa varian Shahed, pesawat nirawak yang telah diuji di beberapa medan laga. Iran juga memproduksi sejumlah pesawat nirawak lain untuk keperluan pengintaian hingga penyerangan. (AP/AFP)
TEL AVIV, SABTU — Akhir pekan ini gagal jadi waktu istirahat di Iran dan Israel. Saling balas rudal dan pesawat nirawak membuat berbagai penjuru kedua negara itu dalam kondisi siaga.
Hingga Sabtu (14/6/205) siang, tim penyelamat di Iran dan Israel masih terus mengevakuasi korban. Mereka terimbas saling serang kedua negara. Baku serang dipicu keputusan Israel menjatuhkan 330 bom ke berbagai penjuru Iran pada Jumat dini hari.
Israel telah melancarkan setidaknya tujuh gelombang serangan ke Iran. Sementara Iran membalas lima kali. Serangan terbaru Israel dilancarkan ke Bandara Mehrabad, Teheran dan pangkalan udara di Tabriz.
Serial Artikel
100 Pesawat Nirawak Iran Balas 330 Bom Israel
Sebelum 200 pesawatnya mencapai Iran, Israel memberi tahu AS. Sejumlah jenderal dan ilmuwan Iran tewas dalam serangan itu.
Sementara Staf Khusus Panglima Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Ahmed Vahidi mengatakan, Iran menyasar tiga pangkalan udara Israel. Sejumlah kantor terkait militer Israel, Tzahal, dan sektor pertahanan Israel juga jadi sasaran.
Dikutip Tasnim News, Vahidi menyebut bahwa rudal Iran menyasar Lanud Nevatim, Ovda, dan Tel Nof. Lanud-lanud itu disebut jadi asal dan pusat kendali jet tempur Israel yang menyerang Iran.
Sementara The New York Times melaporkan, rudal Iran menyasar markas besar Tzahal, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri Israel. Semua fasilitas itu berada di Tel Aviv dan di tengah-tengah pusat bisnis.
Rudal Iran ke Tel Aviv terpantau meledakkan sejumlah lokasi di Ramat Gan, Tel Nof, dan Rishon LeZion. Sebagian rudal itu meledak di perumahan dan perkantoran sekitar fasilitas militer dan pertahanan Israel.
Kawasan Hakriya di Tel Aviv, lokasi markas besar Tzahal dan Kemenhan, merupakan salah satu pusat perkantoran dan bisnis. Salah satu menara di kawasan itu, Menara Marganit, terkena rudal Iran pada Sabtu dini hari.
The New York Times pernah melaporkan bahwa markas besar Tzahal berada di jantung Tel Aviv. Di AS, Hakriya setara dengan Pentagon yang merupakan kompleks perkantoran Departemen Pertahanan dan instansi terkait.
Dalam pesan singkat yang disebar ke ponsel warga sejak Jumat, Tzahal melarang penyebaran foto dan video lokasi yang jadi sasaran rudal Iran di lokasi tertentu. Foto dan video yang boleh disebar hanya lokasi yang sama sekali tidak ada fasilitas militer. Dalam rekaman foto dan video sebelum rudal Iran mencapai Israel, terlihat tentara berseragam dan tidak berseragam di lokasi-lokasi yang jadi sasaran rudal.
Serial Artikel
Israel Terus Menyerang, AS-Eropa Desak Iran Tidak Membalas
Setidaknya tiga gelombang serangan Israel dilancarkan ke Iran. Alih-alih mengecam hal itu, AS-Eropa malah meminta Iran tak membalas dan fokus pada solusi diplomatik.
Amerika Serikat mengonfirmasi, sebagian rudal dan pesawat nirawak Iran dijatuhkan jauh sebelum menjangkau Israel. Selain Laut Merah, langit Jordania juga jadi gelanggang pencegatan. AS-Jordania terlibat dalam pencegatan itu.
Rudal dan pesawat yang gagal dicegat AS-Jordania dijatuhkan lapisan sistem pertahanan udara Israel. Untuk penangkis jarak jauh, Israel mengandalkan dua baterai THAAD milik AS. Pada 2019, AS menempatkan satu baterai THAAD di Israel. Baterai tambahan ditempatkan di tengah serangan Israel ke Gaza sejak 2023.
THAAD berfungsi menembak rudal pada ketinggian di atas 30 kilometer dan mengarah ke sasaran. THAAD fokus menjatuhkan rudal yang sudah dalam tahap akhir mencapai sasaran.
Rudal yang gagal dicegat THAAD ditangkis dengan Arrow-2, Arrow-3, Ketapel Daud, dan Iron Dome. AS terlibat dalam pengembangan arhanud jarak menengah dan pendek itu.
Belum ada informasi terverifikasi soal penggunaan Iron Beam, penangkis rudal yang menggunakan laser. Dalam laporan The Jerusalem Post pada Mei 2025, Iron Beam menjatuhkan pesawat nirawak Hizbullah di Israel utara.
Rudal andalan
Tzahal mendeteksi sedikitnya 150 rudal dan lebih dari 100 pesawat nirawak Iran diarahkan ke Israel. Rudal-rudal Iran menjangkau Israel dalam rentang 10-15 menit sejak diluncurkan. Kecepatan itu mengindikasikan Iran menembakkan rudal hipersonik.
Jarak lurus terdekat dari perbatasan Iran-Irak ke lokasi sasaran di Israel adalah 1.200 kilometer. Sementara lokasi peluncuran rudal Iran berada beberapa ratus kilometer dari perbatasan Iran-Irak. Selain itu, rudal juga perlu terbang beberapa kilometer ke langit sebelum mengarah ke sasaran.
Ada setidaknya dua rudal Iran yang mampu melaju paling kurang 3 kilometer per detik. Rudal itu adalah Shahab-3 dan Khoramshahr dan bisa menjangkau sasaran 1.300 kilometer hingga 1.800 kilometer dari lokasi peluncuran.
Lajunya setara hingga 10 kali kecepatan suara. Setiap proyektil atau peluncur yang melaju di atas lima kali kecepatan suara disebut senjata hipersonik.
Serial Artikel
Fattah, Rudal Hipersonik Iran yang Menggetarkan Barat
Serangan Iran ke Israel menjawab pertanyaan dunia soal kemampuan Iran menembakkan rudal hipersonik.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Iran juga punya Qassem Basir, versi peningkatan dari rudal Qassem. Rudal itu pernah dipakai Houthi menyasar Bandara Ben Gurion beberapa pekan lalu.
Qassem Basir dilengkapi penjejak optik elektronik (EO) mandiri. Peneliti pada International Institute for Strategic Studies (IISS), Fabian Hinz, menyebut, rudal dengan EO mandiri lebih aman dari pengacakan sinyal. Sebab, rudal tidak mengandalkan komunikasi dengan markas komando peluncur untuk mencapai sasaran.
EO, singkatnya kamera di kepala rudal, merekam kondisi dalam penerbangan menuju sasaran. Rekaman itu menjadi pemandu menuju sasaran.
Aman dari pengacak penting bagi persenjataan masa kini. Salah satu perangkat pertahanan serangan udara adalah pengacak sinyal. Israel menerapkan itu sejak Jumat kemarin. Buktinya, banyak kapal tersasar karena sinyal pemandu navigasi mereka tidak berfungsi.
Selain rudal, Iran juga menerbangkan pesawat nirawak ke Israel. Pesawat butuh sedikitnya enam jam dari Iran ke Israel. Sebab, lajunya lebih lambat.
Iran punya beberapa varian Shahed, pesawat nirawak yang telah diuji di beberapa medan laga. Iran juga memproduksi sejumlah pesawat nirawak lain untuk keperluan pengintaian hingga penyerangan. (AP/AFP)