”Si Meriam” Muram

Niat hati ingin memangkas jarak dengan Liverpool, Arsenal justru menelan kekalahan perdana di kandang. Tanda kian panjang pacekilk gelar liga bayangi Arsenal.

23 Feb 2025 06:21 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, SABTU — Seluruh pemain dan pendukung Arsenal berwajah muram saat meninggalkan Stadion Emirates seusai derbi London hadapi West Ham United, Sabtu (22/2/2025). Kekalahan 0-1 dari rival sekota mulai melahirkan keraguan untuk bisa mengakhiri dahaga trofi Liga Inggris di musim ini.

Duel pekan ke-26 itu sejatinya adalah kesempatan terbaik Arsenal untuk memperkecil jarak poin dengan Liverpool di puncak klasemen. Pasalnya, Arsenal menjamu West Ham yang berada di peringkat ke-16 alias berjarak 14 tangga klasemen sementara. Perbedaan kualitas pun amat jauh akibat selisih poin di antara kedua tim mencapai 26 poin.

Di sisi lain, Liverpool bertandang ke markas Manchester City, Minggu (23/2/2025). Tren negatif Liverpool di laga tandang selama bulan Februari adalah kesempatan berharga ”Si Meriam” untuk memanaskan perburuan kampiun.

Namun, harapan hanya tinggal harapan. Secara mengejutkan, Arsenal tumbang berkat gol sundulan penyerang sayap sekaligus kapten ”The Hammers”, Jarrod Bowen, pada menit ke-44. Gol ketujuh Bowen di liga kampanye musim ini memberikan kekalahan pertama bagi Arsenal di Emirates pada Liga Inggris edisi 2024-2025.

West Ham United's English striker #20 Jarrod Bowen celebrates scoring the opening goal during the English Premier League football match between Arsenal and West Ham United at the Emirates Stadium in London on February 22, 2025. (Photo by Ian Kington / IKIMAGES / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 45 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.

”Kerugian besar. Performa kami tidak cukup bagus. Sangat-sangat mengecewakan,” ujar gelandang serang dan kapten Arsenal, Martin Odegaard, kepada BBC.

Kekalahan dari West Ham kian menyulitkan—jika tak ingin disebut mustahil—peluang Arsenal mengakhiri paceklik trofi liga sejak 2004. Seandainya Liverpool mengalahkan City, maka Arsenal akan tertinggal 11 poin.

Arsenal bakal menghadapi tiga pertandingan berat sejak akhir Februari hingga pengujung Maret. Mereka akan bertandang ke kandang tim kejutan musim ini, Nottingham Forest, lalu rival legendaris, MU. Arsenal menutup bulan Maret sebelum jeda internasional dengan menghadapi Chelsea.

Di sela-sela tiga laga krusial itu, Arsenal juga akan menjalani dua laga babak 16 besar Liga Champions menghadapi PSV Eindhoven. Dengan kedalaman skuad yang menipis, terutama di lini depan, Manajer Arsenal Mikel Arteta bakal sulit menjaga konsistensi skuadnya dalam sebulan ke depan.

APTOPIX Britain Soccer Premier League

Kualitas buruk

Arsenal telah mengerahkan segalanya untuk menaklukkan West Ham. Mereka menyerang sejak awal laga. Dalam mayoritas durasi pertandingan, Si Meriam mengurung pertahanan tim tamu setengah lapangan.

Catatan 69 persen penguasaan bola dan 570 operan akurat menunjukkan Si Meriam amat berambisi mengalahkan West Ham. Namun, superioritas permainan gagal diimbangi dengan kualitas serangan yang baik.

Odegaard dan kawan-kawan mengkreasi 20 tembakan yang hanya berbuah dua tembakan tepat sasaran. Bahkan, Arsenal hanya memiliki satu peluang besar. Hanya Riccardo Calafiori dan Leandro Trossard yang mampu memaksa kiper West Ham, Alphonse Areola, melakukan penyelamatan.

Catatan 1,23 expected goals (xG) juga membuktikan pemain-pemain Arsenal tidak mampu membongkar pertahanan lima bek sejajar West Ham. Besaran xG Si Meriam bahkan nyaris sama dengan 1,2 xG miliki West Ham yang cuma melepaskan lima tembakan.

Arsenal's English midfielder #49 Myles Lewis-Skelly reacts after having been shown a red card during the English Premier League football match between Arsenal and West Ham United at the Emirates Stadium in London on February 22, 2025. (Photo by Ian Kington / IKIMAGES / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 45 images, no video emulation. No use in betting, games or single club/league/player publications.

Odegaard pun tidak ingin beralasan cedera sejumlah pemain menyerang, seperti Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Kai Havertz, dan Gabriel Jesus, sebagai biang keladi kekalahan timnya.

Kemuraman Arsenal pun semakin bertambah dengan kartu merah yang didapatkan bek sayap kiri pengganti, Myles Lewis-Skelly, di menit ke-73. Lewis-Skelly ceroboh menekel penyerang West Ham, Mohammed Kudus, yang mampu merebut bola darinya.

Padahal, Lewis-Skelly masuk bersama Oleksandr Zinchenko pada menit ke-56 untuk mengisi tempat Calafiori dan Declan Rice. Pergantian ganda itu dimaksudkan Arteta untuk meningkatkan sisi defensif sektor kiri pertahanan timnya yang kecolongan gol West Ham lewat situasi fast break alias serangan balik.

”Kami memang memiliki beberapa pemain yang absen, tetapi pemain yang tersedia cukup bagus. Kami kurang baik di depan gawang. Kartu merah juga membuat keadaan semakin sulit,” tutur Odegaard.

Eskpresi manajer Arsenal Mikel Arteta saat timnya ketinggalan 0-1 dari West Ham United pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (23/2/2025).

Pertama di Emirates

Sementara itu, gol yang diawali umpan silang Aaron Wan-Bissaka melalui skema serangan balik cukup bagi West Ham untuk meninggalkan zona degradasi dengan keunggulan 13 poin. West Ham yang duduk di peringkat ke-17 memiliki poin sama dengan Manchester United. Hanya selisih gol yang membuat West Ham gagal menggusur tempat MU yang pada laga sebelumnya bermain imbang 2-2 di kandang Everton.

Bagi West Ham ini adalah koleksi kemenangan keempat pada gim tandang musim ini. ”The Hammers” mencatatkan kemenangan beruntun pertama kali pada dua kunjungan ke Emirates.

Dalam sejarah pertemuan dengan Arsenal, West Ham pernah dua periode menang berturut-turut di markas Arsenal. Hal itu tercipta pada 1959 dan 2006 hingga 2007. Dua kemenangan pada dua duel tahun 1959 tercipta di Stadion Highbury.

Kemudian, pada 2006 dan 2007, Arsenal tumbang pada laga terakhir kontra West Ham di Highbury. Mereka juga kalah pada gim perdana derbi London menghadapi The Hammers di Emirates.

Para pemain West Ham United merayakan kemenangan 0-1 atas Arsenal pada laga Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (23/2/2025).

”Semua pemain bekerja sangat keras. Kami tahu harus bersama-sama bertahan dengan baik. Ketika semua pihak meremehkan kami, kami membuktikan bahwa kami bisa memenangi pertandingan apa pun meski peluang sangat kecil,” ujar Bowen, yang mencetak gol ke-50 di Liga Inggris, kepada Sky Sports.

Rob Green, mantan kiper timnas Inggris, menyebut performa menyerang Arsenal sangat buruk. Mereka kehilangan keputusan akhir yang efektif untuk menaklukkan pertahanan West Ham.

”Sulit melihat Arsenal mencetak gol karena buruknya penampilan lini depan. West Ham juga sangat konsisten dalam menjaga bentuk pertahanan mereka. Performa brilian dari West Ham dan bencana untuk Arsenal,” ucap Green kepada BBC.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto