Siap-siap Giliran Farmasi dan Semikonduktor yang Kena Tarif Trump

Trump bersiap memasang tarif tinggi pada obat-obatan dan semikonduktor. Tak mau dibuat limbung oleh Trump, Korsel melindungi perusahaan semikonduktor dalam negeri.

15 Apr 2025 19:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

WASHINGTON, SENIN — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump siap-siap memasang tarif tinggi pada barang-barang impor farmasi, cip komputer, dan semikonduktor. Sebelum diterapkan, tim Trump terlebih dahulu menyelidiki bagaimana produk impor obat-obatan dan semikonduktor memengaruhi keamanan nasional.

Alasan pengenaan tarif sama seperti alasan tarif pada produk lain. AS memiliki ketergantungan besar pada produksi obat-obatan dan cip dari negara lain yang bisa mengancam keamanan nasional.

Penyelidikan pada farmasi dan semikonduktor itu disebutkan dalam dokumen Federal Register (publikasi harian resmi dari pemerintah federal AS berisi pemberitahuan resmi tentang perubahan hukum federal), Senin (14/4/2025).

Dokumen tersebut mengumumkan, ada periode untuk meminta komentar dari publik selama 21 hari. Meski Trump menghentikan sebagian besar kenaikan tarif selama 90 hari—kecuali untuk China—Trump masih akan mengenakan tarif pada obat-obatan, kayu, tembaga, dan cip komputer.

Bagian 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 mengizinkan presiden untuk memerintahkan tarif demi keamanan nasional. Penyelidikan tersebut mencakup penilaian potensi produksi cip komputer dalam negeri AS untuk memenuhi permintaan AS berikut peran manufaktur serta perakitan, pengujian, dan pengemasan yang dilakukan.

Terkait rantai pasok cip komputer, AS hendak mempelajari risiko pemusatan produksi cip komputer di negara lain dan dampaknya terhadap daya saing AS. AS tidak menginginkan praktik perdagangan asing yang tidak adil.

Trump sudah mengatakan, barang elektronik tidak akan dimasukkan ke dalam tarif timbal balik yang angkanya sampai 50 persen di sejumlah negara. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menjelaskan, farmasi, semikonduktor, dan otomotif akan ditangani dengan tarif ”sektor tertentu”.

Tarif ini tidak bisa dirundingkan. AS, kata Lutnick, mau membuat semua barang itu sendiri. ”Kita harus membuat obat-obatan dan semikonduktor di negeri ini,” ujarnya.

Aktivitas petugas dengan pakaian steril di dalam fasilitas produksi vaksin Covid-19 di lokasi produksi baru perusahaan Jerman BioNTech di Marburg, Jerman, Sabtu (27/3/2021). Langkah pertama adalah produksi mRNA, yang merupakan bahan aktif farmasi dari vaksin, yang dikembangkan BioNTech yang bermitra dengan rakasasa farmasi AS, Pfizer. Satu batch mRNA saat ini cukup untuk menghasilkan sekitar 8 juta dosis. AFP/ Thomas Lohnes

Penyelidikan terhadap produk impor farmasi mencakup bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. Lebih dari 70 persen bahan farmasi aktif yang digunakan untuk membuat obat-obatan yang dibuat di AS diproduksi di negara lain.

Selama ini, India, Uni Eropa, dan China menjadi pemasok utamanya. AS memproduksi sekitar seperlima dari semua farmasi yang dibuat di seluruh dunia. Namun, AS mengonsumsi sekitar 45 persen. Ini jauh lebih banyak daripada negara mana pun.

Trump bersikeras menyatakan AS harus lebih banyak membuat obat sendiri sehingga tidak bergantung pada negara lain. Perusahaan-perusahaan di industri farmasi sudah melobi Trump untuk memberlakukan tarif bertahap pada produk farmasi impor.

Mereka berharap hal ini dapat mengurangi dampak dari biaya tinggi dan memberi waktu untuk mengalihkan produksi. Produsen obat besar memiliki jejak manufaktur global, terutama di AS, Eropa, dan Asia. Memindahkan lebih banyak produksi ke AS melibatkan komitmen sumber daya yang besar dan dapat memakan waktu bertahun-tahun.

Bergantung pada Taiwan

AS juga merupakan produsen utama semikonduktor, tetapi hanya di beberapa bidang. AS sangat bergantung pada impor dari Taiwan dan Korea Selatan (Korsel) untuk beberapa jenis cip canggih. Menurut Administrasi Perdagangan Internasional, Taiwan mendominasi produksi cip logika canggih, yakni 92 persen dari semua kapasitas fabrikasi. Sementara Korsel menghasilkan 8 persen. Produk seperti laptop, ponsel pintar, dan komponen yang dibutuhkan untuk membuatnya menyumbang hampir 174 miliar dollar AS dalam impor AS dari China tahun lalu.

Produsen cip komputer besar, seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp (TSMC), sudah berinvestasi besar-besaran di fasilitas manufaktur AS. Sebagian karena insentif yang diberikan selama masa jabatan mantan Presiden AS Joe Biden.

CHICAGO, ILLINOIS - APRIL 14: Televisions are offered for sale at a consumer electronics store on April 14, 2025 in Chicago, Illinois. Technology stocks got a boost today after President Donald Trump removed smartphones and other electronics from its tariffs on China over the weekend.   Scott Olson/Getty Images/AFP (Photo by SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Pada waktu itu, Biden memberikan miliaran dollar AS dalam bentuk penghargaan Chips Act untuk menarik produsen cip agar memperluas produksinya di AS. Hal ini yang membuat AS kemudian jadi sangat bergantung pada cip impor dari Taiwan. Jika mau mengubah seluruh rantai pasok, prosesnya akan mahal dan memakan waktu bertahun-tahun.

Wakil Ketua Asosiasi Teknologi Konsumen AS Gary Shapiro mengatakan, Pemerintah AS sebenarnya mengakui, tarif tinggi pada ponsel pintar, komputer, dan semikonduktor akan merugikan konsumen. Itulah kenapa ada pengecualian untuk barang-barang itu.

Taiwan akan menyimulasikan dampak tarif AS terhadap industri semikonduktor dan mengupayakan pembicaraan dengan AS tentang masalah ini. Menteri Ekonomi Taiwan Kuo Jyh-huei mengatakan akan berusaha membahas masalah ini dengan AS dan memastikan persaingan yang adil bagi industri Taiwan. Lagi pula, sektor cip Taiwan dan AS saling melengkapi.

TSMC adalah pembuat cip kontrak terbesar di dunia dan pemasok utama bagi perusahaan-perusahaan AS, termasuk raksasa teknologi Apple dan Nvidia. Nvidia berencana membangun server AI senilai 500 miliar dollar AS di AS selama empat tahun ke depan dengan bantuan dari mitra, termasuk TSMC.

Langkah itu mengikuti janji Apple pada Februari lalu untuk menginvestasikan setengah triliun dollar AS dalam jangka waktu yang sama. Pada bulan lalu, TSMC mengumumkan investasi 100 miliar dollar AS di AS.

Perlindungan Korsel

Sementara Korsel, Selasa (15/4/2025), mengumumkan rencana untuk menginvestasikan hampir 4,9 miliar dollar AS tambahan pada industri semikonduktor. Alasannya, meningkatnya ketidakpastian atas tarif AS.

Korsel merupakan eksportir utama ke AS. Industri cip serta otomotif Korsel akan mengalami pukulan berat dari ancaman tarif Trump sebesar 25 persen. Kekhawatiran tentang sektor ini telah menghantam saham pembuat cip memori terbesar di dunia, Samsung, yang terdaftar di Seoul dan pemasok cip memori terbesar, SK Hynix.

Vehicles for export are parked at a port in Pyeongtaek, South Korea, Tuesday, April 15, 2025. (AP Photo/Lee Jin-man)

Pemerintah Korsel memberikan lebih banyak perlindungan bagi industri yang penting secara ekonomi dengan mengumumkan dana tambahan. Tambahan dana akan diberikan hingga tahun 2026.

”Guna mendorong ekosistem dinamis yang dipimpin sektor swasta untuk inovasi dan pertumbuhan semikonduktor, pemerintah akan meningkatkan investasi di sektor tersebut dari 26 triliun won (18,2 miliar dollar AS) menjadi 33 triliun won,” sebut Kementerian Perdagangan Korsel.

Menteri Keuangan Korsel Choi Sang-mok mengatakan, paket dana itu mencakup pendanaan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk jalur transmisi bawah tanah di kluster semikonduktor yang saat ini sedang dibangun. Paket juga mencakup pengamanan bakat-bakat untuk industri semikonduktor Korsel.

Defisit perdagangan AS dengan Korsel pada tahun lalu mencapai 66 miliar dollar AS dalam bentuk barang. Pada pekan lalu, Korsel sudah meluncurkan paket dukungan darurat senilai 2 miliar dollar AS untuk membantu para produsen mobil mengatasi badai tarif Trump. Ekspor terkait otomotif Korsel ke AS mencapai 42,9 miliar dollar AS pada tahun lalu. Namun, para analis mengatakan, untuk saat ini Korsel tidak perlu terlalu khawatir dengan sektor cipnya.

”Tidak seperti mobil, yang sudah dikenai tarif, semikonduktor bersifat unik karena AS tidak punya pengganti yang layak. Perusahaan Korsel sedang membangun pabrik semikonduktor berskala besar di AS. Perusahaan itu berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja lokal,” kata guru besar di Universitas Sejong, Kim Dae-jong.

Kim yakin akan ada perundingan antara Korsel dan AS yang dapat berakhir dengan positif. Masih ada kemungkinan tarif akan disesuaikan per item di masa mendatang. Pekan lalu, Trump sudah berbicara dengan Perdana Menteri Korsel Han Duck-soo yang bertindak sebagai presiden. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan Korsel akan berlangsung minggu depan. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti