WASHINGTON, SENIN — Tidak ada tanda-tanda perang tarif China dan Amerika Serikat akan mereda. China mendesak AS agar segera membatalkan sepenuhnya semua tarif timbal balik.
Seruan China menyusul pengumuman AS untuk mengecualikan tarif bea masuk impor (BMI) atas 20 jenis komoditas. Akan tetapi, tak sampai sehari, pemerintahan Donald Trump membuat pernyataan berbeda lagi.
Dilaporkan Associated Press, Senin (14/4/2025), mengutip Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, pengecualian tarif pada ponsel pintar dan komputer buatan China hanya berlaku sementara waktu. Kemungkinan hanya akan berlaku satu atau dua bulan.
Barang-barang elektronik dari China tetap akan kena tarif. Bahkan, AS akan menyelidiki soal perdagangan keamanan nasional terhadap sektor semikonduktor.
”Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya dengan membatalkan sepenuhnya tarif timbal balik yang salah dan kembali ke jalan yang benar untuk saling menghormati,” kata seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China, Minggu (13/4/2025).
Pernyataan Trump yang sering berubah membingungkan semua pihak. Dunia usaha AS juga bingung.
Mereka meminta Pemerintah AS tidak mengubah pernyataan setiap hari. Setelah mengatakan ada pengecualian bagi ponsel pintar dan komputer, beberapa jam kemudian di media sosial Trump mengatakan tidak ada pengecualian sama sekali karena barang-barang itu hanya ”dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda”.
China tetap akan menghadapi tarif 20 persen sebagai bagian dari upaya AS menghukum China karena berperan dalam perdagangan fentanil. Sementara Badan Perbatasan dan Cukai AS (CBP) mengatakan, barang-barang seperti ponsel pintar, komputer jinjing, hard drive, monitor layar datar, beberapa cip, dan mesin pembuat semikonduktor termasuk dalam pengecualian tarif.
Pengecualian itu akan menguntungkan perusahaan teknologi AS, seperti Nvidia, Dell, dan Apple, yang membuat iPhone dan produk premium lainnya di China. Data CBP AS menunjukkan, barang-barang yang dikecualikan mencakup lebih dari 20 persen dari impor China. Namun, semikonduktor tetap masih bisa menjadi target tarif khusus industri yang ingin dikenakan Trump pada impor dari semua negara.
Lutnick menjelaskan, produk teknologi penting dari China akan dikenai tarif baru yang terpisah bersama dengan semikonduktor dalam dua bulan ke depan. Akan ada tarif khusus pada ponsel pintar, komputer, dan produk elektronik lainnya, bersamaan dengan tarif pada semikonduktor dan farmasi.
Tarif baru itu di luar dari tarif timbal balik Trump. Alasan AS, ini untuk keamanan nasional AS sehingga produk-produk itu harus dibuat di AS.
Pada Jumat (11/4/2025), Menteri Perdagangan China Wang Wentao memperingatkan, tarif Trump akan merugikan negara-negara berkembang. Segera setelah Trump mengumumkan tarif tinggi, China mendekati negara-negara lain dan menampilkan diri sebagai alternatif yang stabil dibandingkan AS yang serba tidak menentu.
Presiden China Xi Jinping memulai tur Asia Tenggara, Senin, selama lima hari. Ia akan berunding dengan Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. Bagi China, tarif timbal balik Trump tidak hanya gagal menyelesaikan masalah AS, tetapi juga merusak tatanan ekonomi dan perdagangan dunia.
AS menaikkan tarif untuk barang-barang China menjadi 145 persen. China lalu membalas dengan tarif 125 persen untuk barang-barang AS. Namun setelah tarifnya membuat pasar global terpuruk, Trump mengumumkan penundaan selama 90 hari untuk sebagian besar negara.
China tidak termasuk dalam penangguhan. China sudah berulang kali menyatakan tetap terbuka untuk berunding dengan AS. Sementara Trump mengharapkan China yang menghubungi terlebih dahulu.
Pendiri dan Kepala Strategi Pasar untuk Northman Trader, Sven Henrich, menyarankan agar Pemerintah AS tidak mengubah pernyataannya setiap hari. Pasalnya, dunia usaha AS tidak bisa merencanakan atau berinvestasi jika pernyataan pemerintah berubah terus.
Senator AS Elizabeth Warren dari Partai Demokrat juga mengkritik revisi terus-menerus dari Trump yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi. Ray Dalio, miliarder pendiri dana lindung nilai terbesar di dunia, khawatir AS akan terjerumus ke dalam resesi.
”Kita sudah sangat dekat dengan resesi. Saya khawatir sesuatu yang lebih buruk dari resesi akan terjadi jika ini tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.
Palu godam
Rick Woldenberg, CEO Learning Resources, mengira sudah punya rencana jitu untuk melindungi perusahaan mainan edukasinya di Chicago dari tarif Trump. Ia sudah membuat rencana agar produksinya di China selama 40 tahun terakhir tetap bisa bertahan pada tarif 40 persen.
Namun, ternyata skenario terburuknya belum cukup buruk. Trump menaikkan tarifnya menjadi 54 persen lalu 145 persen. Itu berarti tagihan tarif perusahaan Woldenberg dari 2,3 juta dollar AS akan menjadi 100,2 juta dollar AS tahun ini. ”Rasanya seperti akhir zaman,” ujarnya.
Woldenberg terhuyung-huyung karena besarnya dan mendadaknya tarif Trump. ”Produk-produk yang saya buat di China, sekitar 60 persen dari apa yang saya buat, menjadi tidak layak secara ekonomi dalam semalam. Dalam sekejap, dengan satu jentikan jari, mereka musnah,” ujarnya.
Paling tidak, ini mungkin menjadi akhir dari era barang-barang konsumen murah di AS. Selama 40 tahun, dan terutama sejak China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, AS bergantung pada pabrik-pabrik China untuk segala hal, mulai dari ponsel pintar hingga mainan dan hiasan Natal. Seiring meningkatnya ketegangan AS-China, selama 10 tahun terakhir, Meksiko dan Kanada telah menggantikan posisi China sebagai sumber utama barang dan jasa impor AS.
Namun, China masih berada di peringkat ketiga, kedua setelah Meksiko dalam hal barang saja. China memproduksi 97 persen kereta bayi impor AS, 96 persen bunga dan payung buatan, 95 persen kembang api, 93 persen buku mewarnai anak-anak, dan 90 persen sisir.
Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan AS telah menyiapkan rantai pasok yang bergantung pada ribuan pabrik China. Tarif rendah memperlancar sistem tersebut. Menurut Chad Bown dari Peterson Institute for International Economics, hingga Januari 2018, tarif AS terhadap China rata-rata hanya sekitar 3 persen.
”Konsumen Amerika yang menciptakan China. Konsumen Amerika kecanduan barang murah. Jenama dan pengecer kecanduan kemudahan membeli dari China,” kata Joe Jurken, pendiri ABC Group di Milwaukee, yang membantu bisnis AS mengelola rantai pasok di Asia.
Kini Trump menuntut agar produsen mengembalikan produksi ke AS. Ini bagaikan mengayunkan palu godam tarif kepada importir Amerika dan pabrik-pabrik China yang mereka andalkan.
Yale University Budget Lab memperkirakan tarif yang diumumkan Trump secara global sejak menjabat akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1,1 poin persentase pada 2025. Tarif tersebut juga kemungkinan akan membuat harga-harga naik. Survei sentimen konsumen Universitas Michigan, yang terbit pada Jumat, menemukan, warga AS memperkirakan inflasi jangka panjang akan mencapai 4,4 persen. Angka ini naik dari 4,1 persen pada bulan lalu.
”Bukan hanya besarnya tarif yang diberlakukan Trump yang membuat para pelaku bisnis bingung dan panik, melainkan juga kecepatan dan ketidakpastian Trump soal tarif,” kata Stephen Roach, mantan Ketua Morgan Stanley Asia dan kini di Yale Law School’s China Center.
Isaac Larian, pendiri MGA Entertainment, yang membuat boneka L.O.L. dan Bratz serta mainan lainnya, mengingatkan tidak ada bisnis yang dapat berjalan dalam ketidakpastian. Perusahaannya memperoleh 65 persen produk dari pabrik-pabrik China. MGA berusaha menguranginya hingga menjadi 40 persen pada akhir tahun.
MGA juga memproduksi di India, Vietnam, dan Indonesia. Masalahnya, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif yang tinggi terhadap ketiga negara itu. Larian memperkirakan harga boneka Bratz bisa naik dari 15 dollar AS menjadi 40 dollar AS. Boneka L.O.L. bisa naik dua kali lipat menjadi 20 dollar AS menjelang musim liburan tahun ini. (REUTERS/AFP/AP)
WASHINGTON, SENIN — Tidak ada tanda-tanda perang tarif China dan Amerika Serikat akan mereda. China mendesak AS agar segera membatalkan sepenuhnya semua tarif timbal balik.
Seruan China menyusul pengumuman AS untuk mengecualikan tarif bea masuk impor (BMI) atas 20 jenis komoditas. Akan tetapi, tak sampai sehari, pemerintahan Donald Trump membuat pernyataan berbeda lagi.
Dilaporkan Associated Press, Senin (14/4/2025), mengutip Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, pengecualian tarif pada ponsel pintar dan komputer buatan China hanya berlaku sementara waktu. Kemungkinan hanya akan berlaku satu atau dua bulan.
Serial Artikel
Tarif Trump Berubah Lagi, iPhone Batal Mahal
Pengecualian tarif Trump memasukkan sebagian komoditas andalan Indonesia menembus pasar AS. Pengecualian menunda lonjakan harga iPhone di AS.
Barang-barang elektronik dari China tetap akan kena tarif. Bahkan, AS akan menyelidiki soal perdagangan keamanan nasional terhadap sektor semikonduktor.
”Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya dengan membatalkan sepenuhnya tarif timbal balik yang salah dan kembali ke jalan yang benar untuk saling menghormati,” kata seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China, Minggu (13/4/2025).
Pernyataan Trump yang sering berubah membingungkan semua pihak. Dunia usaha AS juga bingung.
Mereka meminta Pemerintah AS tidak mengubah pernyataan setiap hari. Setelah mengatakan ada pengecualian bagi ponsel pintar dan komputer, beberapa jam kemudian di media sosial Trump mengatakan tidak ada pengecualian sama sekali karena barang-barang itu hanya ”dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda”.
China tetap akan menghadapi tarif 20 persen sebagai bagian dari upaya AS menghukum China karena berperan dalam perdagangan fentanil. Sementara Badan Perbatasan dan Cukai AS (CBP) mengatakan, barang-barang seperti ponsel pintar, komputer jinjing, hard drive, monitor layar datar, beberapa cip, dan mesin pembuat semikonduktor termasuk dalam pengecualian tarif.
Serial Artikel
Tarif Trump Picu ”Black Monday” Bursa Global
Musim dingin ekonomi akibat perang nuklir ekonomi yang dipicu tarif Trump mendekat. Masih ada waktu memperbaiki sebelum kesuraman melanda.
Pengecualian itu akan menguntungkan perusahaan teknologi AS, seperti Nvidia, Dell, dan Apple, yang membuat iPhone dan produk premium lainnya di China. Data CBP AS menunjukkan, barang-barang yang dikecualikan mencakup lebih dari 20 persen dari impor China. Namun, semikonduktor tetap masih bisa menjadi target tarif khusus industri yang ingin dikenakan Trump pada impor dari semua negara.
Lutnick menjelaskan, produk teknologi penting dari China akan dikenai tarif baru yang terpisah bersama dengan semikonduktor dalam dua bulan ke depan. Akan ada tarif khusus pada ponsel pintar, komputer, dan produk elektronik lainnya, bersamaan dengan tarif pada semikonduktor dan farmasi.
Tarif baru itu di luar dari tarif timbal balik Trump. Alasan AS, ini untuk keamanan nasional AS sehingga produk-produk itu harus dibuat di AS.
Pada Jumat (11/4/2025), Menteri Perdagangan China Wang Wentao memperingatkan, tarif Trump akan merugikan negara-negara berkembang. Segera setelah Trump mengumumkan tarif tinggi, China mendekati negara-negara lain dan menampilkan diri sebagai alternatif yang stabil dibandingkan AS yang serba tidak menentu.
Presiden China Xi Jinping memulai tur Asia Tenggara, Senin, selama lima hari. Ia akan berunding dengan Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. Bagi China, tarif timbal balik Trump tidak hanya gagal menyelesaikan masalah AS, tetapi juga merusak tatanan ekonomi dan perdagangan dunia.
AS menaikkan tarif untuk barang-barang China menjadi 145 persen. China lalu membalas dengan tarif 125 persen untuk barang-barang AS. Namun setelah tarifnya membuat pasar global terpuruk, Trump mengumumkan penundaan selama 90 hari untuk sebagian besar negara.
China tidak termasuk dalam penangguhan. China sudah berulang kali menyatakan tetap terbuka untuk berunding dengan AS. Sementara Trump mengharapkan China yang menghubungi terlebih dahulu.
Pendiri dan Kepala Strategi Pasar untuk Northman Trader, Sven Henrich, menyarankan agar Pemerintah AS tidak mengubah pernyataannya setiap hari. Pasalnya, dunia usaha AS tidak bisa merencanakan atau berinvestasi jika pernyataan pemerintah berubah terus.
Senator AS Elizabeth Warren dari Partai Demokrat juga mengkritik revisi terus-menerus dari Trump yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi. Ray Dalio, miliarder pendiri dana lindung nilai terbesar di dunia, khawatir AS akan terjerumus ke dalam resesi.
”Kita sudah sangat dekat dengan resesi. Saya khawatir sesuatu yang lebih buruk dari resesi akan terjadi jika ini tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.
Palu godam
Rick Woldenberg, CEO Learning Resources, mengira sudah punya rencana jitu untuk melindungi perusahaan mainan edukasinya di Chicago dari tarif Trump. Ia sudah membuat rencana agar produksinya di China selama 40 tahun terakhir tetap bisa bertahan pada tarif 40 persen.
Namun, ternyata skenario terburuknya belum cukup buruk. Trump menaikkan tarifnya menjadi 54 persen lalu 145 persen. Itu berarti tagihan tarif perusahaan Woldenberg dari 2,3 juta dollar AS akan menjadi 100,2 juta dollar AS tahun ini. ”Rasanya seperti akhir zaman,” ujarnya.
Woldenberg terhuyung-huyung karena besarnya dan mendadaknya tarif Trump. ”Produk-produk yang saya buat di China, sekitar 60 persen dari apa yang saya buat, menjadi tidak layak secara ekonomi dalam semalam. Dalam sekejap, dengan satu jentikan jari, mereka musnah,” ujarnya.
Serial Artikel
Pabrik-pabrik China Lepas Ketergantungan pada Amerika Serikat
Tarif Trump menggoyang banyak pabrik di China. Berkat pengalaman dengan tarif Trump sebelumnya, mereka bisa bertahan karena memperluas pasar ke negara lain.
Paling tidak, ini mungkin menjadi akhir dari era barang-barang konsumen murah di AS. Selama 40 tahun, dan terutama sejak China bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2001, AS bergantung pada pabrik-pabrik China untuk segala hal, mulai dari ponsel pintar hingga mainan dan hiasan Natal. Seiring meningkatnya ketegangan AS-China, selama 10 tahun terakhir, Meksiko dan Kanada telah menggantikan posisi China sebagai sumber utama barang dan jasa impor AS.
Namun, China masih berada di peringkat ketiga, kedua setelah Meksiko dalam hal barang saja. China memproduksi 97 persen kereta bayi impor AS, 96 persen bunga dan payung buatan, 95 persen kembang api, 93 persen buku mewarnai anak-anak, dan 90 persen sisir.
Selama bertahun-tahun, perusahaan-perusahaan AS telah menyiapkan rantai pasok yang bergantung pada ribuan pabrik China. Tarif rendah memperlancar sistem tersebut. Menurut Chad Bown dari Peterson Institute for International Economics, hingga Januari 2018, tarif AS terhadap China rata-rata hanya sekitar 3 persen.
”Konsumen Amerika yang menciptakan China. Konsumen Amerika kecanduan barang murah. Jenama dan pengecer kecanduan kemudahan membeli dari China,” kata Joe Jurken, pendiri ABC Group di Milwaukee, yang membantu bisnis AS mengelola rantai pasok di Asia.
Kini Trump menuntut agar produsen mengembalikan produksi ke AS. Ini bagaikan mengayunkan palu godam tarif kepada importir Amerika dan pabrik-pabrik China yang mereka andalkan.
Yale University Budget Lab memperkirakan tarif yang diumumkan Trump secara global sejak menjabat akan menurunkan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 1,1 poin persentase pada 2025. Tarif tersebut juga kemungkinan akan membuat harga-harga naik. Survei sentimen konsumen Universitas Michigan, yang terbit pada Jumat, menemukan, warga AS memperkirakan inflasi jangka panjang akan mencapai 4,4 persen. Angka ini naik dari 4,1 persen pada bulan lalu.
”Bukan hanya besarnya tarif yang diberlakukan Trump yang membuat para pelaku bisnis bingung dan panik, melainkan juga kecepatan dan ketidakpastian Trump soal tarif,” kata Stephen Roach, mantan Ketua Morgan Stanley Asia dan kini di Yale Law School’s China Center.
Isaac Larian, pendiri MGA Entertainment, yang membuat boneka L.O.L. dan Bratz serta mainan lainnya, mengingatkan tidak ada bisnis yang dapat berjalan dalam ketidakpastian. Perusahaannya memperoleh 65 persen produk dari pabrik-pabrik China. MGA berusaha menguranginya hingga menjadi 40 persen pada akhir tahun.
MGA juga memproduksi di India, Vietnam, dan Indonesia. Masalahnya, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif yang tinggi terhadap ketiga negara itu. Larian memperkirakan harga boneka Bratz bisa naik dari 15 dollar AS menjadi 40 dollar AS. Boneka L.O.L. bisa naik dua kali lipat menjadi 20 dollar AS menjelang musim liburan tahun ini. (REUTERS/AFP/AP)