Arsenal mendapatkan pemain bintang Chelsea Noni Madueke. Namun, para pendukung Arsenal menilai tim mereka justru dirugikan karena Madueke terlalu mahal dan biasa.
12 Jul 2025 07:00 WIB · Olahraga
Biasanya kedatangan pemain baru selalu disambut dengan hegemoni para pendukung. Namun, anomali terjadi di Arsenal dalam rumor pembelian penyerang sayap Chelsea Noni Madueke. Transfer itu dinilai kurang berguna, terlalu mahal, dan salah sasaran.
Para penggemar Arsenal terbelah, kebanyakan tidak setuju. Respons negatif terhadap Madueke tampak jelas di dunia maya. Tagar #NoToMadueke sempat ramai bermunculan di media sosial X. Petisi daring sebagai bentuk penolakan juga dibuat dan sudah ditandatangani lebih dari 4.000 orang.
Meskipun begitu, hasrat Arsenal agaknya tidak bisa dibendung. Menurut jurnalis spesialis transfer Fabrizio Romano, Arsenal telah menyepakati pembelian Madueke dari Chelsea dengan bayaran total 52 juta poundsterling atau Rp 1,14 triliun pada Jumat (11/7/2025) WIB.
Nilai transfer itu cukup besar. Madueke segera menjadi pembelian termahal keenam dalam sejarah Arsenal. Hal tersebut pula yang paling mengganggu para penggemar. Banyak pihak berpendapat, tidak perlu dana sebesar itu hanya demi mendatangkan pelapis untuk Bukayo Saka.
Efek domino dikhawatirkan terjadi. Pemain yang dirumorkan akan datang ke Arsenal, seperti Rodrygo dan Eberechi Eze, terancam batal. Belum lagi, pengalaman Arsenal sering kurang baik saat kedatangan pemain dari Chelsea. Terakhir adalah Raheem Sterling dengan status pinjaman di musim lalu.
Di balik pro dan kontra perspektif penggemar, Arsenal punya alasan kuat dalam mendatangkan pemain tim nasional Inggris itu. Manajer Mikel Arteta membutuhkan sosoknya untuk kebutuhan variasi taktik dan rotasi skuad. Madueke menjadi pilihan paling ideal sekaligus realistis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/06/bdf894ca-5e38-4bdb-90d8-034813981c8f_jpg.jpg)
Dari seluruh posisi, Arsenal hanya memiliki sedikit lubang untuk peran pelapis. Salah satunya di posisi penyerang sayap kanan. Saka menjadi satu-satunya pemain yang murni berada di posisi tersebut. Arteta pun begitu ketergantungan terhadap Saka sejak musim 2021.
Tiga musim beruntun, 2021-2024, Saka selalu menjadi starter dalam minimal 35 pertandingan di setiap musim. Hal serupa bisa terulang di musim lalu, tetapi Saka mengalami cedera otot paha. Dia harus menepi selama tiga bulan. ”Si Meriam” begitu kesulitan tanpa sang bintang.
Gelandang 18 tahun dari akademi, Ethan Nwaneri, diberikan tugas darurat sebagai pengganti Saka. Dia bermain cukup baik dalam mengisi kekosongan itu. Hanya, serangan sayap kanan Arsenal menjadi kurang tajam karena Nwaneri lebih akrab dengan posisi gelandang serang.
Produksi gol dari permainan terbuka merupakan kekurangan terbesar Arsenal di musim lalu. Mereka sangat bergantung terhadap bola mati. Tidak banyak pemain yang bisa menjadi pembeda saat berhadapan dengan ”parkir bus” lawan. Mereka perlu pemain yang bisa memercikkan peluang.
Sebagai sayap yang sangat lugas, Madueke bisa mengisi peran tersebut. Tujuannya selalu mencetak gol di kesempatan. Wajar jika Madueke bisa mencatat hingga 3,54 kali tembakan per 90 menit. Menurut FBref, jumlah itu yang terbanyak di antara pemain sayap Liga Inggris pada musim lalu.
Dari keberanian mencoba, peluang tercipta. Volume jumlah tembakan Madueke itu berbanding lurus dengan nilai peluangnya yang mencapai 9,6 xG atau expected goals. Sebagai pembanding, tidak ada satu pun pemain Arsenal yang melebihi nilai xG tersebut.
Selain insting, kelebihan utama Madueke terletak di kemampuan dribel. Ketika bola di kakinya, bola nyaris selalu akan lebih maju mendekati pertahanan lawan. Hal itu tecermin dalam statistik dribel progresif atau dribel yang sukses memajukan bola setidaknya 9,1 meter (10 yards).
Madueke mencatatkan dribel progresif kedua terbanyak di liga pada musim lalu, 154 kali, sama dengan megabintang Liverpool, Mohamed Salah. Menariknya, sebanyak 60,3 persen dari dribel progresif itu berujung ke kotak penalti lawan. Itu memperlihatkan betapa tajam pergerakan sang pemain.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/20/b4d49997-69aa-4d07-874e-0f1b0feb2c9b_jpg.jpg)
Pelatih Liverpool Arne Slot saja sempat mengungkapkan kekaguman terhadap aksi dribel Madueke saat kalah dari Chelsea, Mei 2025. ”Saya rasa hanya Madueke yang bisa langsung menggiring bola di antara empat atau lima pemain kami. Saya belum pernah melihat itu sebelumnya,” katanya kepada BBC Sport.
Saka dan Madueke sama-sama pemain kidal yang ahli dalam dribel. Bedanya, Madueke menawarkan pergerakan lebih banyak ke sisi luar. Dia sering memaksimalkan kaki lemah atau kaki kanan dengan pergerakan tersebut. Saka cenderung lebih sering bergerak ke arah dalam.
Itulah alasan utama, mengapa Madueke dibutuhkan. Dia bukan hanya bisa menjadi pelapis, melainkan juga pesaing untuk Saka. Madueke merupakan salah satu bintang utama Chelsea di musim lalu. Potensi besarnya semakin terlihat setelah menjalani debut bersama timnas Inggris pada September 2024.
Dari sisi harga, Madueke sebenarnya tidak terlalu mahal jika melihat perebutan pemain sayap di jendela transfer kali ini. Anthony Elanga, contohnya. Pemain Nottingham Forest itu dibeli seharga 55 juta pound sterling oleh Newcastle United.
Prospek Madueke dengan status pemain ”Tiga Singa” tentu lebih menjanjikan. Dia juga bisa bermain di dua posisi sayap dengan kemampuan sama baik. Semua potensi itu didukung dengan sang pemain yang berusia 23 tahun. Dia masih bisa meningkat pesat dalam beberapa musim ke depan.
Namun, beberapa hal menjadi catatan khusus untuk Madueke. Motivasi adalah salah satu yang paling dikhawatirkan oleh Pelatih Chelsea Enzo Maresca. ”Noni adalah salah satu pemain terbaik kami. Tetapi, terkadang dia menurun sedikit setelah mencetak gol ataupun asis,” ujarnya, Januari lalu.
Madueke harus bisa menunjukkan konsistensi di dalam dan luar lapangan jika ingin bersaing dengan Saka. Dia bukan opsi utama di sayap kanan Arsenal, tidak seperti di Chelsea. Produk akhirnya juga perlu diperbaiki. Madueke hanya menyumbang tujuh gol dan tiga asis di liga musim lalu.
Di sisi lain, Chelsea akan kehilangan penyerang yang tampil dalam 32 dari 38 pertandingan liga musim lalu. Meskipun begitu, mereka tidak terlalu khawatir karena terdapat pemain baru yang bisa mengisi kekosongan itu, seperti Jamie Gittens dan Estevao.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/05/cd30df2d-d80b-4e04-846d-3eaeceebca84_jpg.jpg)
Chelsea juga berada dalam tekanan untuk mematuhi aturan finansial UEFA. Menurut The Times, ”Si Biru” harus mendapatkan uang sekitar 60 juta pound sterling dari penjualan untuk mendaftarkan pemain pada musim depan. Penjualan Madueke akan membantu klub keluar dari masalah.
Lantas, siapa yang lebih diuntungkan dari transfer Madueke? Pertanyaan itu agaknya terlalu cepat untuk dijawab. Semua baru akan terlihat lebih jelas satu atau dua musim berikutnya. Hal terpenting, baik Arsenal maupun Chelsea sama-sama menemukan solusi untuk masalah jangka pendek mereka.
(AP/Reuters)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase