Sikat Dua "Raksasa", Jakarta Pertamina Enduro Optimistis Guncang ”Final Four”

Kunci kesuksesan Pertamina Enduro adalah evaluasi menyeluruh sebelum berangkat mengarungi dua laga pamungkas babak reguler Proliga 2025 di Palembang.

22 Feb 2025 19:55 WIB · Nusantara

Oleh Adrian Fajriansyah

PALEMBANG, KOMPAS — Setelah memutus rekor 10 kemenangan beruntun Jakarta Popsivo Polwan, tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro melibas Jakarta Electric PLN dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-16, 25-22) pada hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025). Dua kemenangan atas dua tim papan atas itu membuat Pertamina Enduro optimistis bisa membuat kejutan di babak final four.

Pertamina Enduro menunjukkan grafik luar biasa di pekan terakhir babak reguler. Pada hari pertama, secara mengejutkan, mereka menumbangkan Popsivo Polwan dengan skor 3-1 (32-30, 16-25, 25-16, 25-18). Selain memastikan tiket ke final four, kemenangan itu sekaligus menodai performa sempurna Posivo Polwan yang sebelumnya tidak terkalahkan.

Kepercayaan diri Pertamina Enduro pun memuncak. Itu menjadi modal berharga yang mengantarkan mereka melibas Electric PLN. Kemenangan itu membuat Pertamina Enduro merangsek ke urutan kedua dengan 22 poin dari 12 laga. Sebaliknya, Electric PLN melorot ke urutan ketiga dengan 20 poin dari 12 laga.

Pelatih Pertamina Enduro asal Turki, Bulent Karslioglu, mengatakan, performa positif itu merupakan buah evaluasi menyeluruh setelah mereka menelan dua kekalahan beruntun, yakni 1-3 dari Bandung Bjb Tandamata pada 15 Februari di Pontianak, Kalimantan Barat, dan 1-3 dari Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada 8 Februari di Bandung, Jawa Barat. Dua kekalahan beruntun itu sempat membuat mereka panik.

Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (merah muda) melibas Jakarta Electric PLN (kuning) dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-16, 25-22) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025).

”Proliga adalah kompetisi yang baru untuk saya sehingga saya butuh waktu untuk belajar mengenai kompetisi ini dan karakter pemain lokal. Namun, dengan evaluasi sepekan lalu, kami bisa lebih memahami satu sama lain. Itu membuat kami bisa menyiapkan strategi yang lebih sesuai sehingga lebih siap untuk menghadapi dua laga pekan terakhir di sini,” tutur Karslioglu.

Setter Pertamina Enduro, Tisya Amallya Putri, tidak menafikan bahwa kemenangan atas Popsivo Polwan dan Electric PLN membuat kepercayaan diri mereka membaik. Mereka pun lebih optimistis dalam menatap final four. ”Tetapi, kami tidak boleh cepat berpuas diri. Kami harus tetap menyiapkan diri dengan baik dengan membenahi setiap kekurangan. Sebab, tim-tim lain juga akan berbenah untuk menyiapkan diri ke final four,” kata Tisya.

Quote

Tetapi, kami tidak boleh cepat berpuas diri. Kami harus tetap menyiapkan diri dengan baik dengan membenahi setiap kekurangan. Sebab, tim-tim lain juga akan berbenah untuk menyiapkan diri ke ’final four’.

Manajer Pertamina Enduro Widi Triyoso menyampaikan, mental timnya sempat jatuh karena dua kekalahan beruntun sebelum berangkat ke Palembang. Akan tetapi, dua kemenangan di Palembang membuat mereka kembali percaya diri. ”Kepercayaan diri ini yang harus dijaga untuk menatap final four,” tuturnya.

Tidak memaksa diri

Asisten pelatih Electric PLN, Alim Suseno, menuturkan, timnya tidak memaksakan diri dalam laga pamungkas tersebut. Hal itu ditunjukkan dengan tidak menurunkan salah satu pemain asing mereka. ”Kami sudah masuk empat besar. Jadi, kami memilih menyimpan salah satu pemain asing untuk babak selanjutnya,” ujar Alim.

Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (merah muda) melibas Jakarta Electric PLN (kuning) dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-16, 25-22) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025).

Mengenai persaingan di final four, Alim menilai, hasil babak reguler tidak bisa mencerminkan peta persaingan pada babak selanjutnya tersebut. Pasalnya, memasuki final four, setiap tim pasti akan berbenah. Maka itu, persaingan bakal lebih ketat dan sulit ditebak. ”Empat besar adalah sesuatu yang berbeda. Semuanya akan kembali dimulai dari nol. Nantinya, siapa yang lebih siaplah yang lebih berpeluang,” katanya.

Setter Electric PLN, Dewi Intan Sari, mengatakan, laga melawan Pertamina Enduro adalah kesempatan bagi para pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain. Dirinya percaya kesempatan itu sangat berguna untuk menyiapkan mental bertanding sebelum final four.

”Pada dasarnya, kehadiran pemain asing untuk membantu para pemain lokal. Kalau pemain lokal lebih siap bertanding, tentunya kehadiran pemain asing akan membuat tim menjadi lebih kuat,” kata Dewi menegaskan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra