Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka. Unggulan pertama tunggal putri ini ditantang bintang remaja Iva Jovic.
25 Jan 2026 17:01 WIB · Olahraga
AFP
MELBOURNE, MINGGU — Petenis unggulan pertama, Aryna Sabalenka, harus berjuang melawan sejumlah bintang remaja yang sedang naik daun dalam upayanya meraih gelar Australia Terbuka untuk ketiga kalinya. Ia berhasil mengalahkan satu remaja tersebut pada babak keempat, petenis berusia 19 tahun Victoria Mboko, dengan skor 6-1, 7-6 (1) di Rod Laver Arena, Minggu (25/1/2026).
Namun, petenis berusia 27 tahun tersebut kembali ditantang remaja yang lain, petenis berusia 18 tahun Iva Jovic, pada babak perempat final. Jovic yang merupakan unggulan ke-29 mendominasi Yulia Putintseva, 6-0, 6-1 dengan waktu 53 menit di John Cain Arena, untuk berhak melaju ke delapan besar menantang petenis peringkat pertama dunia.
Jovic mendapat masukan Novak Djokovic, peraih 24 gelar Grand Slam, selama turnamen berlangsung. Djokovic mengatakan, dia senang membantu bintang muda yang sedang naik daun, terutama karena ia memiliki darah Serbia.
Tahun lalu, Jovic menyatakan bahwa ia ingin mendapatkan kesempatan untuk menghadapi petenis peringkat pertama dunia. Kesempatan itu datang pada perempat final Grand Slam, setelah kemenangannya atas Putintseva.
Sabalenka, yang bercanda bahwa ia tengah menanti undangan untuk berpartner dengan Djokovic pada ganda campuran, tak mengeluarkan tenaga yang banyak saat mendominasi Mboko. Ia hanya membutuhkan waktu 31 menit meskipun laga sedikit lebih sulit pada set kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/e57922b798b8d7ed15bf4664e0cb3825-wires_photo_74_.jpg)
Mboko beberapa kali menyelamatkan match points dan bermain cukup bagus, tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan dua kali juara Australia Terbuka ini.
”Sungguh pemain yang luar biasa untuk usianya yang masih sangat muda,” kata Sabalenka tentang Mboko. ”Sungguh luar biasa melihat anak-anak muda ini muncul di dunia tenis profesional. Aku tidak percaya aku mengatakan itu. Aku merasa seperti masih anak-anak!”
Menurut Sabalenka, pemain remaja tersebut memberikan perlawanan keras dalam pertandingan. ”Ia memberikan tekanan keras dan saya gembira bisa lolos,” tambah Sabalenka.
Sabalenka memimpin 4-1 pada set kedua, tetapi kemudian gagal menutup pertandingan dengan tiga kali match points saat memimpin 5-4. Mboko mendapatkan momentum untuk memaksakan tiebreaker, tetapi Sabalenka tak mau mengulang kesalahan.
Ia pun kembali mendominasi. Itu merupakan kemenangan tiebreak ke-20 kali secara beruntun untuk Sabalenka. ”Saya mencoba untuk tidak menganggap ini sebagai tiebreak dan bermain poin demi poin. Saya rasa kuncinya adalah konsistensi,” kata Sabalenka, yang memenangkan gelar berturut-turut di Australia pada tahun 2023 dan 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/afc7d3da25824fedd8ff57c390725627-wires_photo_76_.jpg)
Seusai mengalahkan Putintseva, Jovic mengatakan ia akan berkonsentrasi untuk memainkan gaya permainannya sendiri saat menghadapi Sabalenka. ”Tentu saja, ada alasan mengapa ia petenis nomor satu dan sangat sukes di turnamen ini. Namun, itu yang saya inginkan. Tahun lalu saya mengatakan, saya berharap bisa melawannya tahun ini, karena Anda tentu saja ingin melawan yang terbaik,” kata Jovic.
Tunggal putri lainnya, Coco Gauff, yang juga masih remaja ketiga memenangi gelar Grand Slam pertamanya pada 2023, kembali ke perempat final di Australia Terbuka untuk ketiga kalinya beruntun setelah mengalahkan unggulan ke-19, Karolina Muchova, 6-1, 3-6, 6-3. Sebagai pertanda baik bagi Gauff, empat kemenangan sebelumnya atas Muchova terjadi selama perjalanannya menuju gelar juara, termasuk di semifinal AS Terbuka 2023.
Adapun unggulan pertama tunggal putra, Carlos Alcaraz, juga berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan Tommy Paul, 7-6 (6), 6-4, 7-5. Ini merupakan perempat final ketiganya secara beruntun di Melbourne.
Petenis berusia 22 tahun ini tengah berupaya mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mampu meraih seluruh gelar Grand Slam. Melbourne Park kurang bersahabat dengan Alcaraz karena belum sekalipun ia berhasil melewati babak perempat final dalam empat penampilan. (AP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan