Sinar Pemain Muda Bawa Timnas Putri Indonesia Tekuk Nepal

Timnas sepak bola putri Indonesia menekuk Nepal, 2-1. Meski masih mencari harmoni, kemenangan ini jadi modal berharga untuk SEA Games Thailand 2025.

26 Nov 2025 22:23 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Rebiyyah Salasah

SLEMAN, RABU — Para pemain muda menunjukkan sinarnya ketika bermain di timnas sepak bola putri senior Indonesia dalam persiapan SEA Games Thailand 2025. Meski begitu, performa timnas secara keseluruhan masih jauh dari maksimal lantaran para pemain masih mencari harmoni.

Timnas sepak bola putri Indonesia menaklukkan Nepal 2-1 pada laga persahabatan internasional dalam kalender FIFA di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (26/11/2025). Kendati skuad resmi untuk SEA Games Thailand 2025 belum diumumkan, pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan untuk ajang multicabang se-Asia Tenggara tersebut.

Pelatih timnas putri Akira Higashiyama menurunkan enam pemain muda, yaitu kiper Alleana Ayu Arumy, pemain sayap Ayunda Dwi Anggraini, bek Gea Yumanda, penyerang Aulia Al Mabruroh, gelandang Ajeng Sri Handayani dan Aulia Arifah. Gea (menit ke-58) dan Aulia Al Mabruroh (menit ke-67) menyumbang gol untuk kemenangan Indonesia.

Para pemain Indonesia tampak masih belum beradaptasi satu sama lain, terutama pada babak pertama. ”Garuda Pertiwi” pun tertinggal lebih dahulu lewat gol bunuh diri bek Vivi Oktavia Riski pada menit ke-20.

Pemain timnas putri Indonesia, Vivi Oktavia Riski (kiri), berebut bola dengan pemain Pakistan, Aqsa Mushtaq, dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/7/2025). Pakistan menang dengan skor 2-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
02-07-2025

Berniat menghalau bola hasil sundulan pemain Nepal di depan kotak penalti, Vivi justru mengarahkan bola ke gawang tanpa bisa diantisipasi Alleana. Gol tersebut menjadi puncak serangan bertubi-tubi dari Nepal yang melepaskan lima tembakan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang pada babak pertama.

Adapun para pemain kerap melakukan kesalahan umpan. Miskomunikasi antarpemain pun terjadi. Tim, yang merupakan kombinasi pemain muda yang jadi andalan di tim kelompok umur dan pemain senior yang berkali-kali memperkuat timnas senior, masih mencari harmoni. Gea, Alleana, dan Ayunda, yang diturunkan sejak sepak mula, bermain bersama pemain senior Vivi, Sheva Imut, Viny Silfianus, Reva Octaviani, Zahra Muzdalifah, Helsya Maesyaroh, dan Emily Nahon.

Mulanya, pelatih timnas putri memanggil 27 pemain untuk pemusatan latihan nasional untuk SEA Games Thailand 2025. Menjelang laga kontra Nepal, total ada 36 pemain yang dipanggil untuk bergabung dengan timnas. Ada tambahan pemain-pemain muda yang sebelumnya bersinar dengan tim kelompok umur, seperti Alleana dan Diva Aulia yang jadi andalan timnas di Kejuaraan ASEAN U-16 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-17 Putri 2026.

Adapun Gea, yang baru berusia 19 tahun pada Juni, menjadi motor tim ketika meraih peringkat ketiga di Kejuaraan ASEAN U-19 2025. Sementara itu, Aulia Mabruroh (20) jadi bagian tim Indonesia saat berlaga di ajang yang sama pada edisi 2023.

Pemain timnas putri Indonesia, Gea Yumanda (kanan), berebut bola dengan pemain Pakistan, Nadia, dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (2/7/2025). Pakistan menang dengan skor 2-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
02-07-2025

Kemenangan atas Nepal merupakan capaian positif timnas putri. Apalagi, Nepal bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Bahkan, hingga babak kedua, mereka masih unggul penguasaan bola dengan 59 persen dan unggul peluang dengan 12 tendangan yang separuhnya tepat sasaran, berbanding 7 tendangan Indonesia 4 di antaranya mengarah ke gawang.

Nepal juga datang dengan catatan meyakinkan. Dalam lima laga terakhir yang mereka lakoni tahun ini, Nepal mencatatkan dua kemenangan dan dua hasil imbang. Peringkat mereka pun melejit dari posisi ke-100 dunia menjadi ke ranking ke-89, tertinggi bagi negara tersebut sepanjang sejarah.

Sementara itu, Indonesia yang menempati peringkat ke-106 dunia, kalah empat kali dalam total lima pertandingan. Satu laga sisanya berakhir imbang, yakni melawan Kamboja dengan skor 1-1.

Alhasil, kemenangan atas Nepal merupakan modal berharga bagi Indonesia yang akan menatap SEA Games untuk pertama kalinya setelah absen dalam dua edisi terakhir. Pada SEA Games Kamboja 2023 dan SEA Games Vietnam 2021, Garuda Pertiwi mundur dari turnamen. 

Pemain Thailand Chattaya Pratumkul (biru) berebut bola dengan pemain timnas Indonesia Aulia Al Mabruroh dalam pertandingan Semifinal Sepak Bola Putri, AFF 2023 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/7/2023). Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah telak 1-7 dari Thailand.

Timnas putri terakhir kali tampil pada SEA Games Filipina 2019. Saat itu, langkah Indonesia terhenti pada babak grup. Indonesia, yang tergabung di Grup B bersama Thailand dan Vietnam, hanya bisa finis pada peringkat ketiga.

Di SEA Games mendatang, Indonesia akan menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Segrup dengan Thailand akan menjadi tantangan berat bagi Garuda Pertiwi. Selain berstatus tuan rumah yang akan mendapatkan dukungan dari publik sendiri, Thailand juga adalah tim yang sudah berlevel dunia.

Thailand pernah dua kali tampil di Piala Dunia Putri, yakni pada edisi 2015 dan 2019. Thailand boleh saja sedang dalam kondisi terluka setelah untuk pertama kalinya sejak 1997 gagal menembus Piala Asia 2026. Alhasil, mereka juga dipastikan tidak akan bisa berlaga di Piala Dunia Putri 2027.

Apalagi, di SEA Games, Thailand merupakan tim tersukses kedua setelah Vietnam. Tim ”Gajah Putih Betina” berhasil meraih lima emas dari perhelatan multicabang dua tahunan ini.

Thailand juga rutin mengirim tim ke SEA Games sejak sepak bola putri pertama kali dipertandingkan pada edisi 1985 di Bangkok, berbeda dengan Indonesia.

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Marsela Awi dan Helsya Maeisyaroh, berusaha merebut bola dari pemain Vietnam dalam laga Kejuaraan ASEAN Putri 2025 di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Vietnam, Sabtu (9/8/2025).

Walakin, Indonesia sudah persiapan sejak September. Para pemain juga melaksanakan pemusatan latihan di area Urawa Reds Lands, Tokyo, Jepang, selama dua pekan di Jepang. Menurut tim pelatih, agenda ini dirancang untuk membentuk kerangka tim yang solid serta menguji kemampuan pemain menghadapi lawan berlevel tinggi.

”Kami dari tim kepelatihan optimistis bisa mendapatkan hasil yang baik. Kami ingin membawa pulang emas di SEA Games tahun ini. Kami ingin menciptakan sejarah agar sepak bola putri di Indonesia bisa terus berkembang,” kata asisten manajer timnas putri, Iwan Setiawan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, target timnas putri di Thailand adalah perunggu. Erick mengatakan, target itu ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi tim dari Kemenpora.

”Dari hasil evaluasi tim Kemenpora, kemarin kalau tidak salah, PSSI mengusulkan tim sepak bola putri (target) perunggu,” kata Erick.

Berdasarkan jadwal tentatif yang diumumkan di laman resmi SEA Games 2025, pertandingan sepak bola putri akan dimulai dari fase grup pada 4-11 Desember di Chonburi. Setelah itu, semifinal digelar pada 14 Desember dan final pada 17 Desember.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra