Jannik Sinner tampil di ATP Masters 1000 Roma 2025 setelah absen setahun sebelumnya. Turnamen itu juga jadi yang pertama seusai dia menjalani skors karena doping.
13 Mei 2025 16:32 WIB · Olahraga
Setelah menanti selama dua tahun, publik di Italia akhirnya bisa melihat kembali ”pahlawan” tenis negara itu, yakni Jannik Sinner. Meski memiliki tiga gelar Grand Slam dan menempati puncak peringkat dunia sejak 10 Juni 2024, Sinner merasa seperti orang baru ketika berada dalam suasana kompetisi dalam turnamen ATP Masters 1000 Roma di Foro Italico, Roma, Italia, 7-18 Mei.
Sinner, bahkan, merasa bahwa dia seperti anak yang baru masuk sekolah di hari pertama. Dia harus membiasakan diri dikelilingi dan menjadi sorotan banyak orang di arena tenis meski petenis berusia 23 tahun itu berada di lingkungannya sendiri.
Sinner merupakan petenis Italia walaupun tidak berasal dari Roma. Dia lahir di kota kecil, Innichen, Tyrol Selatan, di bagian utara Italia.
Setelah memulai perjalanan di arena tenis profesional pada 2018, menjalani fase naik-turun dalam berkompetisi, Sinner menjadi petenis Italia pertama yang menempati posisi teratas ranking dunia. Posisi yang ditempati sejak 10 Juni 2024 itu didapat berkat performanya yang konsisten pada tahun tersebut. Sinner meraih gelar pertama dari ajang Grand Slam, yaitu di Australia Terbuka, pada Januari 2024. Tiga bulan kemudian, dia menjuarai Miami Masters.
Dalam tiga bulan terakhir musim kompetisi 2024, yaitu sejak pertengahan Agustus, performanya makin tak bisa diimbangi petenis lain. Sinner hanya sekali kalah dari 31 pertandingan yang menghasilkan gelar juara Cincinnati Masters, Grand Slam Amerika Serikat Terbuka, Shanghai Masters, dan Final ATP.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/39dae535-9658-4a9c-9953-940afa0c6105_jpg.jpg)
Petenis yang tak pernah bermain dalam kategori yunior di ajang Grand Slam itu melengkapi penampilan gemilangnya pada 2024 dengan mengantarkan Italia mempertahankan gelar juara Piala Davis. Satu-satunya kekalahan Sinner menjelang akhir 2024 dialami dari rival terberatnya, Carlos Alcaraz, pada final ATP 500 Beijing.
Perjalanannya masih mulus pada awal 2025 dengan menjuarai kembali Australia Terbuka di Melbourne Park. Namun, setelah itu, Sinner harus meninggalkan kompetisi tenis pada 9 Februari-4 Mei untuk memenuhi kesepakatan dengan Badan Antidoping Dunia (WADA) terkait dua kasus doping yang terjadi pada Maret 2024.
Sinner dinilai terkontaminasi zat doping secara tak sengaja oleh Agen Integritas Tenis Internasional (ITIA) melalui obat semprot untuk menyembuhkan luka pada tangan fisioterapisnya. Clostebol, yang tergolong anabolic steroid, masuk ke dalam tubuh Sinner melalui tangan fisioterapis yang memijat punggung dan kaki Sinner.
WADA mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tentang Sinner yang dinyatakan tak bersalah tersebut. CAS menerima pengajuan banding itu, tetapi pada akhirnya terjadi kesepakatan antara WADA dan Sinner bahwa petenis yang mempunyai 19 gelar juara tersebut harus menjalani skors selama tiga bulan.
Dalam sebagian besar aktivitas selama tak bertanding, Sinner menjauh dari dunia tenis. Dia tak pernah memperhatikan persaingan dari turnamen ke turnamen, kecuali hanya mengetahui sang juara pada beberapa kejuaraan. Sinner pun banyak menggunakan waktunya bersama keluarga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/0691466f-7f33-4a66-ac5f-6e7f10f6ea9b_jpg.jpg)
Dia mulai serius mengikuti tenis lagi saat berlangsung Madrid Masters, 23 April–4 Mei, sambil bersiap untuk kembali ke lapangan. Seperti atlet yang akan menjalani awal musim kompetisi, latihan lebih banyak dilakukan untuk membangun semua aspek fisik.
Tentang apa yang ingin dicapainya di Roma, Sinner tak berbicara tentang hasil dengan detail. Dia hanya mengatakan ekspektasinya sangat rendah dari sisi hasil.
”Saya ingin mengetahui di mana level saya saat ini setelah lama tidak bertanding. Awalnya, saya, bahkan, merasa aneh saat berada di antara banyak orang dan menjadi perhatian mereka. Namun, saya dan tim sangat senang bisa kembali,” kata Sinner dalam laman resmi ATP.
Seusai memenangi dua babak, setelah mendapat bye di babak pertama, masih ada yang menjadi kekhawatirannya meski selalu menang dua set pada babak kedua dan ketiga. Dia mengalahkan petenis lucky loser, Jesper de Jong, dengan skor 6-4, 6-2, pada babak ketiga, Senin (12/5/2025) malam, setelah dua hari sebelumnya menyingkirkan Mariano Navone. Sinner khawatir karena merasa kehilangan momentum menjelang akhir set pertama melawan De Jong. Padahal, dia mengawali pertandingan tersebut dengan baik.
Tes yang sebenarnya bagi Sinner akan datang dari petenis Argentina, Francisco Cerundolo, pada babak keempat, Selasa malam waktu Indonesia. Cerundolo bisa mengimbangi Sinner dengan berbagi dua kemenangan dari empat pertemuan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/13/02007885-dbd5-48fd-9fcb-b8bdeddb8ab5_jpg.jpg)
Dia, bahkan, mengalahkan Sinner pada pertemuan terakhir, dua tahun lalu. Momen itu terjadi di turnamen dan fase yang sama seperti yang akan mereka jalani Selasa, babak kempat Roma Masters. Saat itu, Sinner kalah 7-6 (3), 2-6, 2-6.
Meski tampil di hadapan publik sendiri, Sinner mendapat hasil yang tak begitu baik di Roma Masters sejak debut pada 2019. Perjalanan terjauhnya ialah ketika lolos ke perempat final 2022. Setelah itu, dia kalah dari Cerundolo di tahun berikutnya dan absen pada 2024 karena cedera pinggul.
Walaupun perjalanannya di Roma Masters 2025 belum begitu jauh, Sinner setidaknya memiliki kesempatan menjalani pemanasan untuk Grand Slam Perancis Terbuka, 25 Mei-8 Juni. Dan, ketika suara para kompetitor terbagi dua tentang kasus dopingnya, Sinner tetaplah pahlawan di hati publik Italia. ”Kami mencintaimu, Jannik,” teriak salah satu remaja Italia yang menontonnya di Foro Italico. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto