Sinner Mengatur Ulang Mental di Cincinnati

Petenis yang tampil pada babak ketiga ATP/WTA Cincinnati menghadapi situasi sulit karena gangguan listrik. Walau sempat emosi, Sinner bisa mengatasi gangguan itu.

12 Agt 2025 13:54 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

CINCINNATI, SENIN — Meskipun merupakan cabang olahraga outdoor, pertandingan tenis harus berlangsung dalam suasana setenang mungkin. Gangguan sekecil apa pun menjadi tambahan tantangan bagi atlet, selain lawan di seberang net.

Tunggal putra nomor satu dunia, Jannik Sinner, termasuk petenis yang harus mengatur ulang mentalnya saat menjalani babak ketiga ATP Masters 1000 Cincinnati melawan Gabriel Diallo. Sinner memang menang dua set dengan skor 6-2, 7-6 (6) di Lindner Family Tennis Centre, Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025). Akan tetapi, pertandingan itu berjalan tak mudah baginya.

Selain lawan yang memiliki servis keras, hingga bisa menghasilkan sepuluh as, Sinner juga harus berusaha fokus dengan berbagai kejadian sepanjang pertandingan. Pertandingan berhenti ketika Sinner unggul 4-2 saat tie break karena electronic line-calling system mati.

Alat itu adalah teknologi elektronik yang digunakan untuk menilai posisi jatuhnya bola, menggantikan peran hakim garis. Saat sistem tersebut mati, keputusan untuk menilai posisi jatuhnya bola berada di tangan wasit yang melihat melalui tablet yang dipegangnya.

Sebelum itu, pertandingan terhenti karena layar LED di stadion berkedip. Kondisi ini mengganggu pandangan mereka karena silau. Pada awal set kedua, saat Sinner unggul 1-0, gangguan muncul karena bunyi alarm.

Gestur petenis Italia, Jannik Sinner, seusai mengalahkan Gabriel Diallo (Kanada) pada laga babak ketiga ATP Masters 1000 Cincinnati di Lindner Family Tennis Centre, Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025). Sinner menang 6-2, 7-6 (6),

Gangguan-gangguan itu merupakan dampak dari matinya listrik di kompleks lapangan tenis yang digunakan untuk menggelar ATP/WTA Cincinnati sejak 1979 tersebut. Dua jam sebelum pertandingan Sinner melawan Diallo berlangsung, listrik padam hingga pertandingan di semua lapangan berhenti sekitar 75 menit.

Sinner, yang dikenal sebagai petenis dengan karakter tenang, sempat frustrasi oleh berbagai gangguan nonteknis itu. Video pertandingan memperlihatkan momen ketika dia melemparkan botol minum saat change over (jeda di antara dua gim).

Quote

Apa yang harus saya lakukan? Saya harus meminta bayi itu keluar stadion?

Fokusnya buyar hingga keunggulan 4-2 saat tie break berubah menjadi 6-6. Petenis Italia itu menang dengan memenangi dua perebutan poin berikutnya.

”Situasi yang sulit untuk diatasi. Saya harus menyeimbangkan fokus untuk melawan petenis dengan servis keras dan untuk mengatasi keadaan nonteknis. Akan tetapi, saya membutuhkan pertandingan sulit seperti tadi, terutama sebelum Grand Slam,” ujar Sinner.

Turnamen Cincinnati menjadi salah satu kejuaraan pemanasan menjelang Grand Slam terakhir pada setiap tahun, Amerika Serikat Terbuka, di Flushing Meadows, New York. Pada 2025, AS Terbuka berlangsung pada 24 Agustus-7 September. Sinner adalah juara bertahan tunggal putra.

Petenis Italia, Jannik Sinner, merayakan kemenangan atas Tommy Paul (Amerika Serikat) pada semifinal ATP Masters 1000 Roma di Roma, Italia, Jumat (16/5/2025) waktu setempat. Sinner menang, 1-6, 6-0, 6-3.

Petenis AS, Taylor Fritz, mengalahkan Lorenzo Sonego 7-6 (4), 7-5, juga dalam pertandingan yang terdampak padamnya listrik. Set kedua laga itu tertunda satu jam.

Gangguan listrik dan dampaknya pada hari kelima turnamen bisa dikatakan sebagai gangguan besar meskipun akhirnya semua pertandingan selesai. Namun, di luar faktor tersebut, tenis adalah pertandingan yang harus diselenggarakan dalam suasana sunyi. Hal ini bertolak belakang dengan bulu tangkis (sebagai olahraga indoor) yang bisa berlangsung dalam suasana sebising apa pun.

Teriakan penonton, tepuk tangan, gerakan dari tribune penonton saat perebutan poin berlangsung bisa membuat wasit pertandingan tenis memberi peringatan. Wasit akan meminta penonton hening sebelum atlet melakukan servis.

Suara bayi

Petenis putri, Emma Raducanu, membatalkan servisnya ke arah lawannya, Aryna Sabalenka. Hal itu terjadi ketika tiba-tiba suara tangisan bayi dari tribune pecah sehingga mengganggu fokusnya. Raducanu meminta wasit mengendalikan keadaan tersebut.

”Apa yang harus saya lakukan? Saya harus meminta bayi itu keluar stadion? Saya bisa melakukan itu, tetapi, untuk sementara, pertandingan harus berjalan,” kata wasit.

Ekspresi petenis Inggris Raya, Emma Raducanu, saat menghadapi Aryna Sabalenka (Belarus) pada babak ketiga WTA Cincinnati di Lindner Family Tennis Center, Mason, Ohio, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025) waktu setempat. Raducanu kalah 6-7 (3), 6-4, 6-7 (5).

Raducanu dan Sabalenka akhirnya langsung melanjutkan pertandingan dan Sabelenka kehilangan poin saat bola dari drop shot tak melewati net. Padahal, dia seharusnya memenangi perebutan poin tersebut dengan mudah.

Terpengaruh atau tidak oleh momen tersebut, Raducanu akhirnya kalah dengan skor 6-7 (3), 6-4, 6-7 (5). Hasil ini membuat Raducanu tak bisa menang atas Sabalenka dalam tiga pertandingan.

Dua pertemuan mereka lainnya berlangsung pada babak ketiga WTA Indian Wells 2024 dan babak ketiga Wimbledon 2025 masing-masing dalam dua set. Namun, setidaknya, Raducanu bisa membuat pertandingan berjalan lebih ketat di Cincinnati dengan durasi tiga jam sembilan menit.

Momen paling ketat terjadi pada gim kedelapan set ketiga. Raducanu mempertahankan servis hingga skor menjadi 4-4, ketika Sabalenka memiliki empat kesempatan break point. Gim ini berlangsung 25 menit dengan 13 deuce.

”Saya mendapat beberapa pelajaran dari pertandingan tadi. Dengan latihan dan kerja keras, saya bisa mempertahankan performa level tinggi dengan lebih lama. Aryna menjadi petenis nomor satu dunia bukan tanpa sebab. Saya pun senang dengan sebagian besar momen dalam pertandingan tadi,” ujar Raducanu.

Petenis Emma Raducanu terjatuh saat bertanding melawan Iga Swiatek dalam pertandingan babak perempat final WTA 500 Stuttgart di Porsche Arena, Stuttgart, Jerman, Jumat (19/4/2024). Swiatek mengalahkan Raducanu, 7-6(2), 6-3. **Britain's Emma Raducanu lies on the court after falling as she plays Poland's Iga Swiatek during her quarterfinals tennis match at the WTA Tour in Stuttgart, Germany, Friday April 19, 2024. (Marijan Murat/dpa via AP)

Sementara Sabalenka mengatakan, penentu kemenangan adalah keberaniannya mengambil risiko pada poin-poin akhir. ”Saya mencoba pukulan yang berisiko, mencoba ke depan net. Semuanya tentang momen yang tepat,” ujar Sabalenka, juara bertahan WTA 1000 Cincinnati.

Salah satu pesaing beratnya, Elena Rybakina, juga harus bermain tiga set untuk mendapat tempat di babak keempat. Dia mengalahkan Elise Mertens 4-6, 6-3, 7-5 pada pertandingan yang berakhir pada Selasa dini hari waktu setempat. Di babak keempat, Rybakina akan berhadapan dengan juara Australia Terbuka yang menjadi andalan tuan rumah, Madison Keys. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto