Sinner Tak Akan Bersaing dengan Alcaraz di Shanghai

Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz menambah gelar juara pada 2025 dalam turnamen di Asia. Sinner juara di China, sementara Alcaraz menjadi yang terbaik di Jepang.

01 Okt 2025 18:15 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BEIJING, RABU – Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner sudah bertemu lima kali pada 2025 yang semuanya berlangsung di final. Namun, mereka jarang bersaing dalam turnamen tenis ATP Masters 1000 dan itu akan terulang di Shanghai Masters, 1-12 Oktober.

Alcaraz dan Sinner sebenarnya berpeluang bersaing di final Shanghai Masaters karena mereka menempati dua posisi teratas daftar peringkat dunia dan dalam daftar unggulan turnamen. Mereka juga mendapat hasil baik dalam turnamen di Asia yang digelar sepekan terakhir, yaitu menjadi juara di tempat yang berbeda.

Sinner menjuarai ATP 500 Beijing, China, setelah mengalahkan Learner Tien dalam final yang berlangsung Rabu (1/10/2025). Kemenangan dengan skor 6-2, 6-2 atas petenis AS keturunan Vietnam berusia 19 tahun itu menjadi gelar ketiga dari tujuh final Sinner pada tahun ini. Kecuali di Beijing dan final Australia Terbuka (melawan Alexander Zverev), Sinner bertemu Alcaraz dalam final lainnya.

“Ini adalah tempat spesial bagi saya. Terima kasih untuk tim yang mendukung saya meski tidak semuanya hadir di sini. Kami akan tetap berusaha yang terbaik pada sisa musim ini,” ujar Sinner yang menjuarai ATP Beijing untuk kedua kali setelah 2023.

Dalam turnamen selevel yang berlangsung di Tokyo, Jepang, 24-30 September, Alcaraz juara. Dia meraih gelar dalam debutnya di Tokyo dalam kondisi cedera engkel kiri sejak babak pertama. Alcaraz menahan rasa sakitnya, termasuk ketika mengalahkan Taylor Fritz 6-4, 6-4 di final, Selasa.

Petenis Italia, Jannik Sinner, berpose dengan trofi yang dimenanginya seusai mengalahkan Learner Tien (Amerika Serikat) pada final ATP 500 Beijing di China, Rabu (1/10/2025).

Tak lama setelah meraih gelar ketujuh dari sembilan final secara beruntun sejak April, Alcaraz menyatakan mundur dari Shanghai Masters yang mempertandingkan babak pertama sejak Rabu. Padahal, turnamen yang diselenggarakan sejak 2009 itu merupakan level tertinggi turnamen ATP di Asia. Nama Alcaraz pada posisi teratas undian pun diganti Corentin Moutet, adapun Sinner berada dalam posisi paling bawah undian.

“Sayangnya, saya bergelut dengan masalah fisik dan setelah diskusi dengan tim, kami yakin bahwa keputusan terbaik adalah beristirahat dan memulihkan diri,” kata Alcaraz dalam akunnya di Instagram.

Petenis berusia 22 tahun itu memang menjalani jadwal ketat. Sejak April, Alcaraz mengikuti sembilan turnamen dan selalu lolos ke final. Artinya, Alcaraz selalu tampil hingga hari terakhir turnamen sebelum berpindah ke turnamen lainnya.

Setelah menjuarai Grand Slam Amerika Serikat Terbuka di New York, 25-31 Agustus, dia berpartisipasi pada kejuaraan beregu putra Piala Laver di San Francisco, 19-21 September, sebelum pindah ke Asia. Semula, Shanghai Masters tercatat dalam agendanya, tetapi kondisi tubuh tidak memungkinkan Alcaraz tampil di depan publik China.

Dengan demikian, pemilik enam gelar juara Grand Slam ini akan menghadapi tantangan berikutnya dalam turnamen di Eropa yang berlangsung sejak pekan ketiga Oktober. “Jadwal turnamen terlalu ketat. Mereka (organisasi tenis profesional) harus berbuat sesuatu tentang jadwal,” kata Alcaraz dengan suara yang sama seperti yang disampaikan petenis putri, Iga Swiatek dan Cori Gauff.

Petenis Spanyol, Carlos Alcaraz, merayakan kemenangannya atas Nicolas Jarry (Chile) pada babak kedua tunggal putra ATP Masters 1000 Paris 2024, Rabu (30/10/2024) dini hari waktu Indonesia. Alcaraz menang atas Nicolas Jarry dengan skor 7-5, 6-1.

Bagi Sinner, final di Beijing menjadi yang ketujuh pada tahun ini. Fisiknya lebih bugar dari Alcaraz karena Sinner tak tampil di turnamen setelah Australia Terbuka pada awal tahun. Dia menjalani skors pada 9 Februari-4 Mei karena kasus doping.

Atas dasar itulah, Sinner dan Alcaraz jarang berada pada turnamen yang sama pada level Masters 1000, pada tahun ini. Mereka baru dua kali tampil di ajang yang sama, yaitu Roma dan Cincinnati Masters, dan bersaing di final yang dimenangi Alcaraz.

Setelah kalah di final AS Terbuka dari Alcaraz, Sinner sempat beristirahat sebelum tampil di Beijing. Maka, petenis Italia ini seharusnya bisa memanfaatkan peluang di Shanghai dengan absennya Alcaraz. Apalagi, petenis Spanyol itu selalu menjadi pesaing terberat sehingga Sinner pun empat kali kalah dari lima pertemuan pada tahun ini.

Sinner akan mengawali perjalanan di Shanghai Masters, yaitu sebagai juara bertahan, dengan melawan Daniel Altmaier pada babak kedua, setelah mendapat bye di babak pertama. Pada paruh bawah undian, dia berpeluang bersaing dengan unggulan lain seperti Fritz, Holger Rune, Ben Shelton, dan Novak Djokovic, yang dikalahkannya pada final 2024.

Suasana pertandingan Carlos Alcaraz (Spanyol) melawan Jannik Sinner (Italia) pada final tunggal putra Amerika Serikat Terbuka 2025 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Minggu (7/9/2025) waktu setempat. Alcaraz menang, 6-2, 3-6, 6-1, 6-4.

Djokovic tiba di Shanghai setelah kalah dari Alcaraz pada semifinal AS Terbuka. Meskipun lebih sering kalah saat bertemu Alcaraz atau Sinner, empat kali juara Shanghai Masters itu masih layak diperhitungkan sebagai pemenang jika berhadapan dengan petenis lain.

Andreeva takluk

Pada persaingan tunggal putri di Beijing yang berlevel WTA 1000, unggulan keempat, Mirra Andreeva, gagal menyamai pencapaian pada 2024 ketika lolos ke perempat final. Andreeva, yang menjadi unggulan keempat, disingkirkan Sonay Kartal 5-7, 6-2, 5-7 pada babak keempat, Rabu.

Kartal, petenis Inggris yang baru bermain pada turnamen di Indian Wells dalam level WTA 1000, akan melanjutkan perjalanan dengan melawan Linda Noskova. Pada babak keempat, Noskova mengalahkan Anastasia Potapova 6-2, 6-4.

Gauff, yang merupakan juara bertahan, memastikan lolos ke perempat final, sehari sebelumnya. Petenis unggulan kedua ini menjalani laga ketat dalam dua babak terakhir, masing-masing dalam tiga set, ketika berhadapan dengan Leylah Fernandez dan Belinda Bencic.

Dia menang atas Bencic 4-6, 7-6 (4), 6-2 pada babak keempat setelah sehari sebelumnya lolos dari tekanan Fernandez, 6-4, 4-6, 7-5. (ap/afp/iya)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati