Sinner Tak Remehkan Shelton di Semifinal Australia Terbuka

Meski menghadapi lawan yang berperingkat jauh lebih rendah, Jannik Sinner tak mau lengah ketika menghadapi Ben Shelton pada semifinal Australia Terbuka.

23 Jan 2025 11:59 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

MELBOURNE, KAMIS - Tak ada jaminan bagi Jannik Sinner ia akan bisa dengan mudah untuk kembali ke partai puncak Australia Terbuka. Meski ”beruntung” bisa menghadapi lawan dengan peringkat terendah yang tersisa di semifinal, petenis Italia itu mengakui dirinya harus tampil lebih baik jika ingin ke laga final.

Petenis nomor satu dunia ini akan menghadapi Ben Shelton asal Amerika Serikat, Jumat (24/1/2025), usai mengalahkan petenis tuan rumah, Alex de Minaur pada perempat final di Melbourne Park, Rabu (22/1/2025). Sinner menyudahi perlawanan petenis peringkat delapan dunia itu dengan skor 6-3, 6-2, 6-1, dalam waktu hanya 108 menit.

Shelton yang akan dihadapi sang unggulan pertama ini adalah petenis berperingkat 20 dunia sebelum turnamen dimulai. Sang juara bertahan terhindar dari 10 kali juara Australia Terbuka, Novak Djokovic, dan unggulan kedua Alexander Zverev, yang akan bertemu pada partai semifinal lainnya.

Sinner mengatakan, ia sangat terkejut dengan performa gemilangnya saat tampil menghadapi De Minaur, yang ia kalahkan 10 kali beruntun. ”Kami saling mengetahui, kami bertanding begitu banyak tahun lalu, dan mencoba untuk memahami permainan masing-masing, mencoba mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Saya sangat gembira dengan performa saya hari ini,” kata Sinner.

Penampilan Sinner saat mengalahkan De Minaur memang sangat bagus. Menghadapi salah satu pemain dengan pertahanan terbaik, Sinner mengandalkan pukulan groundstrokes yang membuat De Minaur tak berdaya.

APTOPIX Australian Open Tennis

Meski demikian, Sinner menepis anggapan bahwa ia akan mudah melewati Shelton untuk tampil di partai puncak. Sinner menyatakan bahwa ia harus tampil ”lebih baik, lebih kuat” untuk bertemu dengan Djokovic atau Zverev nanti di partai final.

Shelton adalah unggulan ke-21 di Australia Terbuka, dan baru kedua kalinya tampil di babak empat besar turnamen mayor setelah Amerika Serikat Terbuka pada 2023 ketika ia dikalahkan Djokovic di semifinal. Sinner sendiri mencatatkan sejarah dengan menyamai perolehan legenda tenis Italia, Nicola Pietrangeli, tampil di lima semifinal turnamen Grand Slam.

”Saya sudah berada dalam situasi ini beberapa kali sekarang. Tapi, seperti Anda tahu, pada akhirnya setiap pertandingan berawal dari skor 0-0. Dan Anda harus mencoba yang terbaik. Ini satu-satunya yang bisa saya kontrol,” kata Sinner.

Sinner tak mau menganggap remeh Shelton meskipun memiliki peringkat jauh lebih baik. “Jika seseorang bermain lebih baik dari saya hari itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kami tidak pernah menganggap remeh. Kami di sini mencoba memahami setiap situasi, mencoba menjadi lebih baik dan lebih kuat, dan kemudian kita lihat bagaimana kelanjutannya. Tidak hanya di sini, tapi juga untuk sisa musim ini,” tambah Sinner.

Jannik Sinner melakukan pukulan pengembalian saat pertandingan perempat final Australia Terbuka melawan Alex De Minaur di Melbourne, Rabu (22/1/2025).

Sinner tak lagi merasakan efek sakit yang dialaminya ketika bertanding pada babak keempat, sehingga mampu tampil sangat baik di perempat final. Kemenangan atas De Minaur memperpanjang rekor kemenangannya di lapangan keras Grand Slam menjadi 19 pertandingan, menyusul kemenangannya di Australia Terbuka dan AS Terbuka 2024.

Shelton yang berusia 22 tahun atau setahun lebih muda dari Sinner, tak merasa minder menghadapi petenis yang lebih diunggulkan. Ia bertekad tampil tanpa beban dan hanya ingin menikmati pertandingan semifinal.

”Tentu saja, Jannik, juara bertahan. Kita tahu apa yang telah dilakukannya. Saya siap untuk menghadapinya. Saya pikir setiap kali Anda bertanding melawan yang terbaik dunia, itu adalah kesempatan Anda untuk meningkatkan permainan," kata Shelton.

Setelah mengawali turnamen di peringkat ke-20 dunia, keberhasilan melaju ke babak empat besar membuat peringkatnya naik enam tingkat menjadi 14. Bahkan, peringkatnya bisa melonjak hingga kelima jika mampu memenangi Grand Slam pertamanya.

Ben Shelton merayakan kemenangannya atas Lorenzo Sonego untuk melaju ke semifinal Australia Terbuka di Melbourne, Rabu (22/1/2025).

Siapa pun yang akan keluar sebagai pemenang, akan berhadapan dengan Djokovic atau Zverev pada final, Minggu (26/1/2025). Djokovic menargetkan gelar Grand Slam ke-25 untuk melewati pencapaian Margaret Court sedangkan Zverev mengincar gelar pertamanya.

Djokovic mampu mengatasi rasa sakit di bagian atas kaki kirinya untuk mengalahkan Carlos Alcaraz pada pertandingan klasik perempat final. Pertanyannya sekarang adalah apakah legenda asal Serbia ini mampu melakukan hal sama dengan Zverev.

”Saya khawatir, sejujurnya, secara fisik. Tetapi, entah bagaimana, jika secara fisik saya bagus, secara mental, emosional, saya sangat termotivasi. Saya menghadapi Zverev, yang tengah dalam performa bagus, dan mengincar Grand Slam pertama,” kata Djokovic.

”Ia memiliki servis keras. Ia adalah lawan yang sangat berbahaya di permukaan lapangan ini melawan siapa pun,” tambah Djokovic.

Djokovic memimpin rekor pertemuan dengan Zverev, 8-4, termasuk 3-0 di turnamen Grand Slam. Adapun Sinner memimpin Shelton 4-1, termasuk 1-0 di turnamen mayor.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji