TAJUK RENCANA

Sinyal Kehadiran El Nino

Risiko iklim lebih kering pada akhir tahun 2026 sudah terprediksi. Saatnya pemangku kebijakan mengantisipasi secara berjenjang.

06 Mar 2026 07:00 WIB · Tajuk Rencana

Kompas/P Raditya Mahendra Yasa

Oleh Redaksi

Hujan masih mengguyur sebagian wilayah Tanah Air. Namun, waspada kekeringan sudah muncul seiring prediksi kemunculan El Nino.

Fenomena El Nino membawa kondisi iklim menjadi lebih kering, bahkan bisa ekstrem. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (3/3/2026), memprediksi El Nino akan mulai membesar pada pertengahan tahun ini dan berisiko lebih kuat (Kompas.id, 4/3/2026). 

Sebelumnya, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) telah menyampaikan kemungkinan 50-60 persen El Nino akan berkembang pada periode Juli-September dan seterusnya. Prediksi ini patut kita anggap sebagai sebuah seruan yang perlu diantisipasi di lapangan.

Kondisi kebakaran lahan gambut di kawasan Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Selasa (30/8/2016). Pemadaman terus dilakukan aparat Kepolisian, TNI, Pemerintah daerah, Manggala Agni dan BNPT.

Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)
30-08-2016

Kehadiran El Nino telah mendatangkan bencana di banyak tempat, termasuk di Indonesia. Selain suplai air langka, sawah produktif mengering atau gagal panen, sejumlah daerah dengan lahan gambut kering pun terbakar hebat. Tidak hanya repot memadamkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga membahayakan mobilitas dan menelan korban jiwa, seperti siklus beberapa tahun terakhir.

Dengan kata lain, El Nino membawa dampak nyata pada kualitas lingkungan dan ketahanan pangan. Bahkan, menurut penelitian, El Nino bisa memperlambat ekonomi. Besarannya relatif, tergantung skala keparahan kekeringan. Merujuk data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), kejadian El Nino pada 2014-2016 menyebabkan kekeringan di Kanada dan Asia. Ini berujung pada gagal panen dan goyahnya ketahanan pangan lebih dari 60 juta manusia di dunia (Kompas.id, 20/6/2023).

Sektor lingkungan dan kehutanan pun terdampak. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, luasan kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2015 mencapai 2,6 juta hektar, hampir setara akumulasi luas karhutla sepanjang 2016-2019.

Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo menyebut bahwa prakiraan musiman untuk El Nino dan La Nina membantu para pihak, termasuk pemerintah, mencegah kerugian ekonomi jutaan dolar AS. Prediksi ini menjadi alat perencanaan penting bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap cuaca dan iklim, seperti pertanian, kesehatan, energi, dan pengelolaan air.

Mesirante (50) berdiri di sawahnya yang mengering dan terancam gagal panen, Rabu (11/9/2019), di Ranomeeto, Konawe Selatan. Ratusan hektar sawah di wilayah ini terancam gagal panen karena kemarau yang datang lebih cepat, sementara pengairan tidak maksimal. Sawah tidak lagi hijau tetapi memutih karena kering kerontang.

Saat ini, ketika sebagian Pulau Jawa masih cenderung basah dan diguyur hujan, sejumlah daerah di Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat sedang mengalami ”kemarau kecil”. Bahkan, Riau sudah meminta bantuan modifikasi cuaca membasahi lahan gambut. Memang diprediksi masih akan ada hujan lagi sebelum puncak kemarau pada Juni-Agustus 2026.

Fenomena El Nino dengan segala dampaknya adalah fenomena alam. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi, memitigasi risikonya secara serius. Jangan tunggu lebih parah, susah dikendalikan, dan terlambat diatasi. Sebagai negeri khatulistiwa dengan fenomena cuaca yang bisa ekstrem, sepatutnya kita mampu beradaptasi dengan situasi demi mencegah dampak buruknya.

Selain berbicara kepada publik, data dan prediksi musim juga berbicara kepada para pemangku kebijakan di pusat dan daerah. Langkah-langkah nyata dan berkelanjutan harus cepat dilakukan. Sebaik-baiknya upaya melindungi warga adalah melakukan mitigasi dan adaptasi iklim dalam tataran kebijakan dan lapangan, berbasis data dan pengalaman, mulai dari sekarang.  

Produksi beras dan potensi El Nino

Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Gesit Ariyanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar