Sinyal Reshuffle Kabinet, Dasco Peringatkan Para Menteri soal Pakta Integritas

Presiden Prabowo telah mengingatkan berkali-kali agar semua instansi bekerja sesuai tuntutan rakyat. Jika ada yang tidak sejalan, ia tidak akan segan menindaknya.

06 Feb 2025 17:23 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS - Sejumlah elite Partai Gerindra menanggapi isu sinyal reshuffle atau perombakan kabinet Merah Putih setelah 100 hari kerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Diakui masih ada menteri yang kurang sejalan dengan arahan Prabowo. Para menteri pun diingatkan kembali soal pakta integritas yang pernah ditandatangani ketika mereka dimintai kesediaan menjadi anggota kabinet Prabowo.

Sebelumnya, saat menghadiri acara "Hari Lahir Ke-102 Nahdlatul Ulama" di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025), Presiden Prabowo mengingatkan seluruh instansi agar bekerja sesuai dengan tuntutan rakyat. Menurut Prabowo, dirinya sudah memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk melakukan perbaikan di 100 hari kerja pemerintahannya. Oleh karena itu, jika masih ada pihak yang tetap tidak sejalan dengan prinsip tersebut, ia menegaskan tidak akan segan-segan untuk menindaknya.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/2/2025), tidak menjawab tegas apakah pernyataan Prabowo tersebut mengindikasikan bahwa akan ada sinyal perombakan kabinet dalam waktu dekat. Ia hanya mengatakan bahwa Prabowo sebagai presiden paling mengerti tentang pembantu-pembantunya.

Setiap waktu, lanjut Dasco, Prabowo terus mengamati sejauh mana para menterinya mampu mengimbangi kerja Presiden dalam menunaikan janji kampanye Prabowo-Gibran pada saat ini. Dalam evaluasi 100 hari kerja pemerintahan ini, Prabowo juga dapat merasakan apakah para menterinya tersebut sudah maksimal atau tidak maksimal dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Oleh karena itu, presiden yang mempunyai hak prerogatif. Kami serahkan kepada presiden untuk kemudian dalam setelah 100 hari ini apakah kemudian melakukan evaluasi atau kemudian membuat langkah-langkah perbaikan di internal," ujar Dasco.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Menurut Dasco, pernyataan Prabowo di acara Nahdlatul Ulama, kemarin, sudah sangat jelas di mana Prabowo secara terbuka tengah memberikan peringatan terhadap para menterinya untuk kemudian melakukan evaluasi secara internal di kementerian masing-masing.

"Saya pikir, kan, Pak Prabowo itu orangnya terbuka. Kalau dia sudah bicara terbuka, artinya itu adalah warning (peringatan) kepada pembantu-pembantunya, yaitu menteri untuk kemudian melakukan evaluasi secara internal di kementerian masing-masing," tutur Dasco.

Ia justru mengingatkan bahwa semua menteri dan wakil menteri telah menandatangani pakta integritas sebelum dilantik oleh Prabowo. Dalam pakta integritas tersebut, terdapat beberapa pasal yang akan menjadi dasar evaluasi bagi Prabowo. Prabowo akan menilai kinerja masing-masing menteri untuk menentukan apakah mereka telah memenuhi ketentuan dalam pakta integritas.

Dasco pun tak memungkiri bahwa memang saat ini ada keluhan terkait menteri yang kurang seirama dengan Presiden Prabowo. "Nah, memang saya ada dengar keluhan sedikit-sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama. Nah apakah itu yang dimaksud nanti kita akan lihat seperti apa demikian," ucapnya.

Ketua MPR Ahmad Muzani

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menuturkan, perombakan kabinet merupakan hak sepenuhnya dari presiden selaku kepala pemerintahan untuk menilai para pembantunya. "Kapan beliau akan mengangkat dan kapan beliau akan mencopot seseorang menjadi pembantu atau menteri di dalam Kabinet Merah Putih, itu hak prerogatif beliau (Prabowo)," ujarnya.

Gerindra, lanjut Muzani, sepenuhnya mendukung semua pandangan dan pemikiran, termasuk keputusan yang akan dilakukan oleh Prabowo sebagai presiden untuk mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu bagi efektivitasnya pemerintahan ini. Ia pun percaya bahwa apapun keputusan Prabowo pasti disertai penilaian dan pertimbangan yang sangat matang.

"Tetapi, kapan (bakal dilakukan perombakan kabinet), kami terus terang belum tahu. Siapa (menteri yang akan terkena perombakan kabinet) apalagi, saya lebih nggak tahu," kata Muzani.

Muzani hanya meminta kepada para menteri Prabowo agar membantu Prabowo dengan sepenuh hati, ketulusan, dan kerelaan. Semua ini demi mencapai program Astacita, seperti yang dijanjikan di dalam kampanye Prabowo. "Sehingga, saya minta untuk bekerja keras dan sungguh-sungguh membantu presiden," ujar Muzani.

Secara terpisah, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku siap menghadapi kemungkinan perombakan kabinet setelah 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, menteri sebagai pembantu presiden harus siap menghadapi kemungkinan dicopot dari jabatannya.

"Ya, kami, kan, sebagai pembantunya harus siap, dong, kami harus siap," kata Maruarar.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka menyalami para menteri saat sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). Rapat kabinet paripurna diikuti menteri, wakil menteri, dan kepala badan setingkat menteri. Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan hasil lawatannya ke luar negeri, penanganan bencana alam letusan Gunung Lewotobi Laki-laki serta persiapan pemerintah menjelang libur Natal dan tahun baru. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Maruarar melanjutkan, sebagai pembantu presiden, jajaran Kabinet Merah Putih juga harus siap menjalankan tugas. Para menteri mesti siap untuk bekerja sama dan tidak korupsi.

"Kami pembantu presiden, ya, menjalankan tugas presiden. Saya pikir begitu dan kami bekerja seperti kata visi Prabowo, bekerja keras. Tidak boleh korupsi dan kerja sama, karena enggak mungkin kami bekerja sendirian," ucap Maruarar.

Peringatan berkali-kali

Kemarin, saat menghadiri acara "Hari Lahir Ke-102 Nahdlatul Ulama" di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025), Presiden Prabowo mengingatkan seluruh instansi bekerja dengan bersih. Ia menegaskan akan menindak siapa pun yang tidak sejalan dengan prinsip tersebut.

"Saya sudah beri peringatan berkali-kali, sekarang siapa yang bandel, siapa yang ndableg, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, dengan tuntutan rakyat, pemerintah yang bersih, saya akan tindak," kata Presiden.

Prabowo berpendapat bahwa setiap pemimpin harus memberi contoh baik, meski langkah yang diambil tidak populer. Ia pun mengajak semua jajarannya untuk berani berbenah diri. "Kita harus berani, saya ajak semua rekan-rekan saya, kita harus berani," ujarnya.

Presiden pun mengungkap tekad pemerintahannya. "Berani mengoreksi diri, berani membangun suatu pemerintahan ke depan, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan korupsi, itu tekad kami," kata Prabowo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji