Siprus, Saat Geografi Menentukan Takdir

Pangkalan udara milik Inggris yang berada di Siprus telah membuat negara ini menjadi sasaran balasan Iran.

05 Mar 2026 07:07 WIB · Internasional

AP/Petros Karadjias

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Beberapa menit setelah tengah malam pada hari Senin, sebuah drone Shahed berhasil menghindari instalasi radar canggih Angkatan Udara Siprus di pangkalan mereka di Akrotiri. Pesawat tempur Typhoon dan enam pesawat tempur F-35 segera dikerahkan untuk menembak jatuh drone tersebut. 

Drone milik Iran berhasil ditembak jatuh dan menyebabkan sedikit kerusakan pada hanggar pesawat di dekat landasan pacu pangkalan. Tidak ada yang terluka, tetapi serangan itu menandai perluasan yang mengkhawatirkan dari perang AS-Israel dengan Iran ke wilayah Eropa. 

<p>Dua kapal fregat Yunani Psara dan Kimon berlayar di lepas pantai Limassol, Siprus, pada hari Rabu (4/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p>Kapal Fregat Yunani Kimon terlihat di lepas pantai Limassol, Siprus, Rabu (4/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p>Gerbang pangkalan udara RAF Akrotiri Inggris saat matahari terbenam setelah diserang oleh drone di pagi hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p>Sebuah Jet Tempur bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri setelah serangan pesawat tak berawak dini hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026).  AP/Petros Karadjias</p>

Dua kapal fregat Yunani Psara dan Kimon berlayar di lepas pantai Limassol, Siprus, pada hari Rabu (4/3/2026). AP/Petros Karadjias

Kapal Fregat Yunani Kimon terlihat di lepas pantai Limassol, Siprus, Rabu (4/3/2026). AP/Petros Karadjias

Gerbang pangkalan udara RAF Akrotiri Inggris saat matahari terbenam setelah diserang oleh drone di pagi hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026). AP/Petros Karadjias

Sebuah Jet Tempur bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri setelah serangan pesawat tak berawak dini hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026). AP/Petros Karadjias

Serangan itu juga menandai pertama kalinya negara ketiga melancarkan serangan di tanah Siprus sejak invasi Turki tahun 1974 yang memecah pulau itu berdasarkan garis etnis. Kembali pesawat tempur mencegat sepasang drone dalam upaya serangan kedua terhadap pangkalan tersebut tak lama setelah serangan drone pertama pada tengah hari. 

Serangan ini membuktikan bahwa serangan pertama bukanlah suatu kecelakaan. Para pejabat Siprus dan Inggris belum merinci dari mana drone Shahed lepas landas, tetapi spekulasi menyebutkan bahwa itu adalah ulah proksi Iran di Lebanon, Hizbullah. 

Pemerintah Inggris bersikeras bahwa serangan drone terhadap pangkalan Inggris bukanlah akibat dari keputusan Perdana Menteri Keir Starmer untuk mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk menyerang Iran. Alasannya, drone tersebut diluncurkan sebelum Starmer  membuat pengumuman pada Minggu malam.

Kapal perusak Angkatan Laut Tipe 45 HMS Dragon menuju ke Fasilitas Amunisi Pelabuhan Atas di Pelabuhan Portsmouth, di Hampshire, Inggris, Selasa, 3 Maret 2026, sebelum dikerahkan untuk melindungi personel militer Inggris di Siprus. AP/Andrew Matthews

Pangkalan udara Inggris di Akrotiri hanya berjarak 260 kilometer dari Iran atau lokasi Hizbullah dibandingkan pangkalan udara Inggris di Diego Garcia di tengah Samudra Hindia. Dengan landasan pacunya yang sangat besar, pangkalan ini merupakan komponen utama dari kompleks pangkalan udara Inggris di Siprus.

Takdir geografi Siprus

Pepatah ”geografi menentukan takdir” mungkin tepat disematkan untuk Siprus. Siprus yang kecil telah menjadi harta berharga bagi bangsa Yunani, Persia, Romawi, Ottoman, atau Inggris. Siprus juga mempunyai sejarah sebagai pusat konflik tertua di dunia.

Selain itu, negara ini juga diyakini sebagai kedekatan selama berabad-abad tempat kelahiran tiga agama besar dengan sumber daya energinya yang melimpah. Kini, setelah hampir 66 tahun sebagai negara merdeka, Siprus kembali mendapati dirinya terlibat dalam pusaran konflik Timur Tengah, terutama karena menjadi tuan rumah dua pangkalan militer besar Inggris peninggalan masa kolonial Inggris.

<p>Sebuah pesawat angkut bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p>Pesawat mata-mata U2 lepas landas dari pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p></p><p>Seorang tentara Inggris berjaga di gerbang utama pangkalan udara Inggris di Akrotiri setelah terkena serangan drone dini hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026). AP/Petros Karadjias</p><p></p><p>Sebuah pesawat angkut bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias</p>

Sebuah pesawat angkut bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias

Pesawat mata-mata U2 lepas landas dari pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias

Seorang tentara Inggris berjaga di gerbang utama pangkalan udara Inggris di Akrotiri setelah terkena serangan drone dini hari di dekat Limassol, Siprus, Senin (2/3/2026). AP/Petros Karadjias

Sebuah pesawat angkut bersiap untuk mendarat di pangkalan udara Akrotiri di dekat Limassol, Siprus, Selasa (3/3/2026). AP/Petros Karadjias

Pangkalan-pangkalan Inggris di Siprus kini selalu membayangi setiap kebijakan Pemerintah Siprus. Anna Koukkides-Procopiou, seorang peneliti dan presiden lembaga pemikir Politeia, menyamakan dilema Siprus dengan analogi meja biliar: sebuah bola diam dan hampir terlupakan di sudut meja. Namun, bola diam itu tiba-tiba terdorong masuk ke dalam lubang setelah bola-bola lain bertabrakan dengannya. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti