Skenario Dini Liverpool Juara Liga Inggris, Selangkah Menyamai Manchester United

Liverpool melangkah menuju tangga juara Premier League. Jika skenario positif terjadi, The Reds akan mengangkat piala Liga Inggris-nya yang ke-20 akhir pekan ini.

17 Apr 2025 05:55 WIB · Riset

Oleh Vincentius Gitiyarko

Aroma pesta mulai tercium di Anfield, markas klub sepak bola elite Inggris, Liverpool. Memasuki pekan ke-33 Liverpool mantap memuncaki klasemen Liga Inggris. Mengantongi 76 poin, The Reds, julukan Liverpool, makin tak terkejar. Pesaing terdekatnya, Arsenal yang berada di posisi kedua, tertinggal 13 poin dengan mengantongi 63 poin.

Sisanya, tim-tim lain sudah tidak memungkinkan mengejar poin Liverpool. Di posisi ketiga Nottingham Forest mengumpulkan 57 poin. Sementara Newcastle berada di posisi keempat dengan 56 poin.

Akhir pekan nanti, Premier League akan memasuki pekan ke-33. Artinya saat ini, tinggal enam pertandingan tersisa menuju akhir musim. Poin maksimal yang dapat dikumpulkan oleh setiap tim adalah 18 poin. Inilah yang membuat Arsenal menjadi satu-satunya tim yang masih mungkin mengejar Liverpool, meski perlu keajaiban.

Skenario Liverpool juara

Pada pekan ke-33 atau Minggu (20/4/2025) malam, Liverpool bisa saja akan memastikan diri sebagai juara Liga Inggris musim ini. Skenario pertama ini bisa terjadi dengan kondisi. Pertama Liverpool harus menang saat bertandang ke kandang Leicester. Namun di pekan yang sama, Arsenal kalah ketika melawat ke kandang Ipswich.

Berapa pun skornya, jika kedua kondisi di atas terjadi, Liverpool sudah bisa merayakan pesta juara. Pasalnya, poin Liverpool akan menjadi 79 poin, sementara Arsenal tetap bertahan dengan 63 poin. Dengan selisih 16 poin dan menyisakan lima pertandingan, poin The Reds sudah tidak mungkin disamai, apalagi diungguli.

Jika kondisi di atas tidak terpenuhi, pesta juara Liverpool harus ditunda dulu. Misalnya, baik Liverpool maupun Arsenal sama-sama menang, maka The Reds belum memastikan diri sebagai pemenang.

Selisih poin keduanya akan tetap 13 poin. Menyisakan lima pertandingan, posisi Livepool masih dimungkinkan untuk dikejar. Begitu pun ketika Arsenal bermain seri saat Liverpool menang, The Reds masih harus menunda pesta sebab selisih poin masih 15 alias berada dalam hitungan kejaran poin maksimal dalam lima pertandingan tersisa.

Jika ini yang terjadi, gelar juara harus ditunda hingga pekan ke-34 dengan catatan harus mendapatkan kemenangan. Namun, skenario cepat ini akan menjadi lebih lama jika malah Liverpool yang kehilangan poin di pekan depan. Artinya, kemenangan menjadi hal yang wajib didapatkan oleh Liverpool pada akhir pekan nanti.

infografik Klasemen Liga Inggris Musim 2024/2025

Probabilitas meyakinkan, Arne effect

Begitu positifnya performa Liverpool di musim ini tecermin dari statistik pertandingan The Reds yang telah dilakoni sejauh ini. Dilihat probabilitasnya, Liverpool paling meyakinkan dibandingkan para pesaingnya.

Hingga pekan ke-32 Liverpool mengantongi 23 kemenangan. Artinya, probabilitas kemenangan The Reds sejauh ini mencapai 71,9. Jika dilihat perolehan poinnya, probabilitas Liverpool meraih poin penuh sebesar 79,2 persen.

Angka ini jauh nilainya bahkan dibandingkan dengan Arsenal sebagai pesaing terdekat. Hingga pekan ke-32, probabilitas kemenangan Arsenal berada di angka 53,1 persen. Artinya, dari 10 pertandingan, kemungkinan menang bagi The Gunners adalah 5 atau 6 pertandingan.

Selanjutnya di peringkat berikutnya probabilitas Nottingham Forest meraih poin maksimal sebesar 59,4 persen berbanding dengan 58,3 persen untuk Newcastle United yang berada di peringkat keempat.

Manajer Liverpool Arne Slot mengapresiasi suporter seusai berakhirnya laga versus Southampton pada babak perempat final Piala Liga Inggris di Stadion St Mary's, Southampton, Kamis (19/12/2024) dini hari WIB. Liverpool menang, 2-1.

Probabilitas kemenangan dan juara Liverpool musim ini bisa jadi mengejutkan. Akhir musim 2023/2024, Liverpool ditinggal salah satu pelatih hebatnya sepanjang sejarah, Jurgen Klopp. Arne Slot datang menggantikan.

Pada awal musim melatihnya, posisi Arne tak begitu nyaman. Dua pemain Liverpool, Joel Matip dan Thiago Alcantara, memutuskan gantung sepatu. Di tengah situasi tersebut, Arne Slot tak dibekali banyak uang belanja pemain.

Di awal musim, The Reds hanya mendatangkan Giogi Mamardashvili, kiper asal Georgia dan Federick Chiesa, eks gelandang Juventus. Dua pemain ini tampak tak kunjung menunjukkan taji yang berdampak besar.

Praktis sebenarnya skuad warisan Klopp yang harus diorkestrasi oleh Arne. Hasilnya, Arne menjawab segala keraguan. Bahkan pada November 2024, sekitar empat bulan ia menangani Liverpool, 14 kemenangan ia dapatkan dari 16 pertandingan di seluruh kompetisi.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kedua dari kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Abdukodir Khusanov (kanan) pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (24/2/2025) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 pada laga itu.

Mohamed Salah masih meraja

Performa apik Liverpool di Liga Inggris juga tidak dapat dilepaskan dari motor penggerak ampuh mereka di lapangan, Mohamed Salah. Hingga pekan ke-32, Salah telah mencetak 27 gol sekaligus menjadi raja pencetak gol sementara. Statistik ini menunjukkan Salah memiliki performa mencetak 0,84 gol per pekan.

Pesaingnya beberapa musim terakhir, Erling Haaland, mencetak 21 gol, atau 0,65 per pekan. Tak hanya menjadi raja gol, Salah pun menjadi raja assist. Di pekan ke-32, ia mencatatkan 18 umpan yang terkonversi menjadi gol.

Mohamed Salah pun menjelma menjadi legenda Liverpool apabila musim ini ia menjadi pemain kunci. Selain itu, pemain asal Mesir ini menjadi sintesis dari kecerdasan manajemen Liverpool. The Reds berhasil meyakinkan para pemain kuncinya untuk memperpanjang kontrak.

Tak hanya Mohamed Salah, ada nama-nama seperti Virgin van Dijk, Luiz Diaz, Alisson, Trent Alexander-Arnold, hingga Diogo Jota. Liverpool menjadi salah satu tim besar tersisa yang memiliki ikatan kuat dengan pemain kuncinya, dan masih terbukti ampuh untuk membangun kekuatan tim.

Kini, fenomena kontrak pemain di sepak bola modern cenderung lebih oportunis pragmatis. Artinya, hitung-hitungan nilai kontrak yang lebih menggiurkan bisa jadi lebih penting ketimbang sekadar loyalitas.

Liverpool di ambang pintu juara Liga Inggrisnya yang ke-20. Jumlah tersebut akan menyamai trofi Liga Inggris yang pernah diangkat oleh Manchester United. Bagi tim-tim lain, tampaknya harus merelakan Liverpool berjaya di tanah Inggris musim ini, bahkan tidak perlu menunggu hingga pertandingan ke-38.

(Litbang Kompas)


Kerabat Kerja

Penulis:

Vincentius Gitiyarko
 | 

Editor:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Infografik:

Dicky Indratno
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul