Arne Slot tak diragukan lagi merupakan salah satu pelatih terbaik Eropa. Mengalahkan Pep Guardiola akan menyempurnakan predikatnya sebagai pelatih level elite.
30 Nov 2024 14:02 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, SABTU — Kesempurnaan Liverpool mendapat ujian berat saat menjamu Manchester City. Liverpool jauh lebih diunggulkan setelah City kesulitan keluar dari tren negatif. Meski begitu, tekanan terbesar justru dirasakan Arne Slot. Ia pun mengakui akan sulit mengantisipasi City yang sedang dalam motivasi besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Bagaimanapun akan lebih mudah meraih sesuatu dibandingkan mempertahankan.
Kedua tim akan bertemu di Stadion Anfield, Minggu (1/12/2024) pukul 23.00 WIB, dalam situasi yang sangat bertolak belakang. Liverpool merupakan pemuncak klasemen sementara Liga Inggris. Setelah menjalani 12 laga, Liverpool hanya pernah menelan satu kekalahan dan satu hasil imbang. ”Si Merah” pun mencatatkan pencapaian fenomenal dengan menyapu bersih lima laga di Liga Champions Eropa dengan kemenangan.
Di sisi sebaliknya, City sedang dalam performa buruk usai menelan lima kekalahan beruntun dan satu hasil imbang pada enam laga terakhir. ”The Citizens” kini tertinggal delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen. Jika kalah, jarak City dengan Liverpool akan melebar jadi 11 poin.
Dengan kondisi seperti itu, wajar jika banyak pihak menilai tekanan kini mengarah kepada Manajer City Pep Guardiola. Namun, Manajer Liverpool Arne Slot tidak kalah merasakan tekanan yang lebih berat. Kesempurnaan adalah beban dan mempertahankan kemenangan selalu lebih sulit dibandingkan meraihnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/30/7404b652bc54731e4b69b9a2a65145f4-Britain_Soccer_Champions_League_125794412.jpg)
Mereka masih tim yang sangat, sangat, sangat bagus dan salah satu alasan saya pikir, Pep adalah manajer terbaik di dunia karena ia selalu bisa menemukan solusi.
Slot akan menghadapi City yang sedang dalam motivasi besar untuk mengakhiri tren negatif. Selain itu, Guardiola pun bukan tipikal pelatih yang bisa berlama-lama menderita hasil buruk. Mereka selalu bisa tampil lebih kuat saat berada pada titik nadir. Dua musim lalu, City secara mengejutkan bisa mengatasi ketertinggalan delapan poin dari Arsenal lalu berbalik menjuarai Liga Inggris.
Slot menyadari hal ini. Beberapa hari jelang melawan City, manajer asal Belanda itu memperingatkan para pemainnya agar tidak terlena dan cepat puas dengan keunggulan delapan poin atas City saat ini.
”Mereka masih tim yang sangat, sangat, sangat bagus dan salah satu alasan saya pikir, Pep adalah manajer terbaik di dunia karena ia selalu bisa menemukan solusi. Masalahnya sekarang mungkin Rodri absen, tetapi kita semua tahu ia akan menemukan solusi dan mereka akan menang lagi. Saya berharap itu akan terjadi setelah kami melawan mereka,” ujar Slot dikutip dari Sky Sports.
Laga ini sekaligus menjadi ujian penting bagi kredibilitas Slot. Ia dituntut bisa memperbaiki catatan minor Liverpool setiap kali bertemu City. Dalam sembilan pertandingan terakhir, Liverpool hanya mampu meraih satu kemenangan atas City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/23/78ccc78aeb9188bb7f6e56a61a99122c-FBL_ENG_PR_LIVERPOOL_ASTON_VILLA_125393940.jpg)
Selain itu, kemenangan atas Guardiola benar-benar akan bisa meyakinkan para pendukung Liverpool bahwa Slot merupakan pengganti sepadan dari Juergen Klopp. Sejak tiba di City pada 2016, Guardiola langsung menyulap City menjadi tim yang sangat dominan di Inggris.
Dominasi itu hanya konsisten bisa ditandingi oleh Klopp saat masih membesut Liverpool. Dari sekian banyak pelatih top Eropa, hanya Klopp yang paling sering memberi kekalahan kepada Guardiola. Kedua pelatih itu telah bertemu sebanyak 30 kali. Guardiola memenangi 11 laga, sementara Klopp 12 laga. Tujuh pertandingan lainnya berakhir tanpa pemenang.
Klopp pun sukses menjadikan Liverpool sebagai penantang serius City. Liverpool adalah satu-satunya tim selain City yang bisa memenangi Liga Inggris dalam tujuh musim terakhir.
Slot memang telah mencuri hati mayoritas pendukung Liverpool berkat kerja bagusnya pada musim perdana. Ia diprediksi akan lebih menuai dukungan lebih besar bila bisa mengikuti jejak Klopp, yaitu menundukkan Guardiola.
Mentalitas yang tertanam pada diri Guardiola adalah tidak takut bereksperimen. Manajer asal Spanyol itu dipercaya telah menyiapkan pendekatan taktik berbeda untuk mengatasi Liverpool. Perubahan taktik ini, secara minor, sudah Guardiola perlihatkan saat City menghadapi Tottenham Hotspur, dua laga sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/72f54d90d37f93a11de71493bd1ea2de-98cc8623673a41ebbfe414778a19346c_0_d241fdb328a0420fafed82f32d78be90.jpg)
Kecenderungan Guardiola yang tidak takut bereksperimen bisa terlihat dari pilihan formasi yang digunakan City sepanjang musim ini. Guardiola terus mengubah-ubah pendekatan tergantung lawan yang dihadapi dan kondisi internal tim. Saat menghadapi Spurs, Guardiola mengubah pilihan formasinya dari 4-1-4-1 menjadi 4-3-3. Savinho yang biasa bermain menyisir sisi sayap pun ditempatkan lebih ke tengah.
Namun, perubahan-perubahan itu belum cukup membawa City keluar dari tren negatif. Semakin buruk hasil yang diperoleh City, kian besar hasrat Guardiola untuk bereksperimen.
Menghadapi Liverpool, eksperimen Guardiola akan menyasar dua hal yang jadi kelemahan utama City, yaitu cara pressing dan inkonsistensi pertahanan.
Isu cara pressing City yang tidak kolektif belum terpecahkan dalam dua laga terakhir. Para pemain depan City menekan lawan secara sendiri-sendiri, tidak dalam satu kesatuan sehingga menciptakan ruang terbuka antarlini yang bisa diekspos lawan.
”Ini akhir November, masih banyak bulan untuk bertanding. Kami harus belajar, belajar, dan belajar. Kesuksesan diukur dari seberapa sering kita bangkit ketika terjatuh,” ujar Guardiola pada laman City.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan