Skuad Pelapis Menangi Semua Nomor

Indonesia menang 5-0 atas Hong Kong pada Grup B Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Beregu Campuran. Ini menjadi modal baik untuk melawan Malaysia.

11 Feb 2025 16:59 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

QINGDAO, SELASA — Bagi atlet dari tiga nomor, pertandingan melawan Hong Kong dalam Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Beregu Campuran menjadi momen unjuk kemampuan tanpa senior. Mereka belajar bertanggung jawab ketika diandalkan meraih kemenangan bagi tim.

Momen tersebut didapat di Qingdao Conson Gymnasium, China, Selasa (11/2/2025). Hong Kong menjadi lawan pertama untuk Indonesia dalam persaingan Grup B selain Malaysia yang akan dihadapi pada pertandingan Kamis. Selain Indonesia, kemenangan dengan skor 5-0 juga didapat Korea Selatan yang berhadapan dengan Makau di Grup D.

Kejuaraan Asia ini menjadi salah satu kejuaraan kontinental, selain di Eropa, Oseania, Afrika, dan Pan Amerika, yang menjadi ajang kualifikasi untuk Piala Sudirman di Xiamen, China, 27 April-4 Mei. Maka, persaingan 12 tim pada Kejuaraan Asia sama seperti Piala Sudirman yang mempertandingan tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Pada babak penyisihan grup, semua nomor harus dimainkan.

Dengan jumlah peserta tiga tim yang bersaing dalam format round robin pada setiap grup, kemenangan pada laga pertama menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya. Indonesia bisa menempati peringkat dua teratas grup, sebagai syarat lolos ke perempat final, jika Malaysia menang atas Hong Kong, Rabu. Namun, apa pun hasil pertemuan kedua tim tersebut, pemain-pemain Indonesia setidaknya sudah mendapat kepercayaan diri seusai menang 5-0 atas Hong Kong.

Tunggal putra Alwi Farhan menjadi atlet yang sangat terpengaruh kemenangan tersebut. Apalagi, Alwi mengalahkan Ng Ka Long Angus, pemain yang lebih berpengalaman dalam turnamen BWF World Tour.

Alwi Farhan membuat Indonesia unggul 3-0 atas Hong Kong pada Kejuaraan Asia Beregu Campuran di Qingdao, China, Selasa (11/2/2025). Alwi mengalahkan Ng Ka Long Angus, 21-12, 18-21, 21-19.

Seperti pada dua pertemuan sebelumnya, ketika kedua pemain berbagi kemenangan, persaingan dalam partai ketiga Indonesia-Hong Kong tersebut berlangsung tiga gim. Alwi menang dengan skor 21-12, 18-21, 21-19 setelah bertanding selama 1 jam 11 menit, yang menjadi durasi terlama dari lima laga.

Salah satu indikator ketatnya pertandingan tersebut terjadi pada gim penentuan ketika skor sering kali berselisih antara satu hingga tiga poin. Selisih terjauh, yaitu empat poin, hanya terjadi pada awal gim saat Alwi unggul 4-0.

Ketika akhirnya bisa memperoleh angka terakhir, dari skor 20-19, Alwi melampiaskan perasaan dengan beberapa kali berteriak sambil mengepalkan tangan, layaknya menjadi juara turnamen. Dia tak hanya lega karena membawa Indonesia unggul 3-0, tetapi juga bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai tunggal putra nomor satu dalam tim.

Quote

Di sini pasti ada beban tersendiri bagi kami di tunggal putra, tetapi ini bagian dari proses untuk lebih baik dan matang.

Alwi, yang berperingkat ke-43 dunia, dan Yohanes Saut Marcellyno (63) adalah dua tunggal putra yang dipercaya memperkuat Indonesia pada kejuaraan dua tahunan di tahun ganjil ini. Meskipun pernah bermain pada kejuaraan beregu lain, seperti Kejuaraan Asia Beregu Putra dan Putri serta Piala Thomas dan Uber 2024, baru kali ini Alwi menjadi tunggal putra pertama.

Pada Kejuaraan Asia 2024, Alwi berada di bawah Chico Aura Dwi Wardoyo. Adapun saat tim Piala Thomas Indonesia mencapai final di tahun yang sama, dua pemain lain yang lebih senior, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, menjadi tulang punggung tunggal putra. Dalam Piala Thomas 2024, Alwi bermain sekali sebagai tunggal ketiga pada penyisihan grup.

”Rasanya memang agak berbeda pada kejuaraan ini. Biasanya saya dan Bang Saut dibimbing senior kami, seperti Kak Chico, Koh Jonatan, ataupun Aa Ginting. Di sini pasti ada beban tersendiri bagi kami di tunggal putra, tetapi ini bagian dari proses untuk lebih baik dan matang,” komentar Alwi.

Pengalaman sebagai tunggal putra pertama pernah dialami Alwi ketika bersaing dalam Kejuaraan Beregu Campuran Yunior (Piala Suhandinata) 2023 dan mengantarkan Indonesia menjadi juara. Atlet yang saat ini berusia 19 tahun itu melengkapinya dengan menjadi juara yunior tunggal putra.

Kemenangan atas Ng memberi Alwi kepercayaan diri dan adaptasi di lapangan jika diturunkan saat melawan Malaysia yang diperkuat Leong Jun Hao dan Justin Hoh di tunggal putra. Alwi belum pernah berhadapan dengan Leong dan unggul 3-2 atas Hoh yang bersaing sejak masa yunior.

Putri Kusuma Wardani mengalahkan Yeung Sum Yee, 21-8, 21-15, saat Indonesia melawan Hong Kong dalam Kejuaraan Asia Beregu Campuran di Qingdao, China, Selasa (11/2/2025).

Atasi tekanan

Sebelum Alwi bermain, Indonesia unggul 2-0 berkat kemenangan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati dan Putri Kusumawardani pada partai pertama dan kedua. Meski tidak berhadapan dengan ganda campuran terbaik Hong Kong yang berperingkat kelima dunia, yaitu Tang Chun Man/Tse Ying Suet, Rinov/Lisa bermain ketat melawan Lui Chun Wai/Fu Chi Yan.

Rinov/Lisa, yang berpasangan sejak awal 2025, bahkan membuat tim Indonesia berdebar ketika keunggulan 19-13 pada gim ketiga berubah menjadi 19-19. Melalui permainan cepat, mereka merebut dua poin berikutnya dan menang 18-21, 21-8, 21-19.

Rinov, yang dipilih rekan-rekannya sebagai kapten tim, tidak memungkiri bahwa bermain dalam kejuaraan beregu terasa lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan perorangan. Momen menjelang akhir gim ketiga itu menjadi contoh. ”Kami sempat tertekan, tetapi akhirnya bisa mengatasi. Dalam kejuaraan beregu, kami harus belajar keluar dari situasi tersebut,” kata Rinov.

Putri, yang menjadi andalan tunggal putri tanpa kehadiran Gregoria Mariska Tunjung, mengawali penampilan di Qingdao dengan baik. Dia menang 21-8, 21-15 atas Yeung Sum Yee. Putri berharap bisa terus menyumbangkan kemenangan setiap diturunkan. Apalagi, atlet berusia 22 tahun tersebut selalu senang setiap kali mendapat kesempatan bermain dalam ajang beregu.

Keunggulan Indonesia bertambah melalui nomor ganda putri dan putra melalui Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Fadia/Lanny mengalahkan Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, 21-15, 21-17. Sementara Fikri/Daniel menang atas Law Cheuk Him/Yeung Shing Choi, 21-19, 21-23, 21-8.

Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin menang atas Law Cheuk Him/Yeung Shing Choi, 21-19, 21-23, 21-8. Fikri/Daniel membawa Indonesia menang 5-0 atas Hong Kong pada Kejuaraan Asia Beregu Campuran di Qingdao, China, Selasa (11/2/2025).

”Dari pertandingan tadi, kami harus fokus sejak awal hingga akhir jika bermain lagi pada laga berikutnya. Kami tidak boleh lengah dan terburu-buru,” ujar Daniel.

Bersama Fikri, rekan duetnya sejak Agustus 2024, Daniel menjadi ganda putra terbaik di tim ”Merah Putih” karena tak ada senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Lawan lebih tangguh bagi Fikri/Daniel atau Rahmat Hidayat/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan akan dihadapi saat melawan Malaysia. Tim lawan membawa Man Wei Chong/Tee kai Wun, juara Indonesia Masters pada Januari lalu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey