Fokus pebulu tangkis dunia pada Februari ialah kejuaraan kontinental beregu. Indonesia mengandalkan para pemain muda dalam Kejuaraan Asia Beregu Campuran di China.
10 Feb 2025 20:21 WIB · Olahraga
Tak ada nama Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di tim bulu tangkis Indonesia yang tampil dalam Kejuaraan Asia Beregu Campuran. Mereka yang tampil di Qingdao, China, 11-16 Februari 2025, merupakan atlet yang akan membawa nama ”Merah Putih” dalam persaingan bulu tangkis dunia di era mendatang.
Indonesia membawa 15 atlet dalam kejuaraan dua tahunan yang diselenggarakan sejak 2017 dan menjadi kualifikasi untuk Piala Sudirman tersebut. Selain Asia, tiket untuk tampil dalam Piala Sudirman di Xiamen, China, 27 April-4 Mei, diperebutkan oleh negara lain melalui kejuaraan Oseania, Afrika, dan Pan Amerika yang juga digelar pada pekan ini.
Di Qingdao, sebanyak 12 tim bersaing sejak fase penyisihan yang dibagi dalam empat grup. Tim Indonesia, bersama Malaysia dan Hong Kong di Grup B, dan peserta lain bersaing dengan format round robin untuk menjadi dua tim teratas setiap grup agar lolos ke perempat final.
Empat tim yang melaju ke semifinal berhak mewakili Asia dalam Piala Sudirman. Namun, jika juara bertahan dan atau tuan rumah (China sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan) masuk ke dalam posisi empat besar Kejuaraan Asia, tim lain dengan peringkat dunia terbaik, yang tak lolos berdasarkan hasil akhir kejuaraan kontinental, akan menggantikan hingga peserta Piala Sudirman berjumlah 16 tim.
Dengan posisi sebagai tim peringkat ketiga dunia saat ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil di Piala Sudirman. Meski demikian, Kejuaraan Asia tetap tak boleh diremehkan, apalagi Indonesia belum pernah juara, bahkan, menembus final.
Hasil terbaik Indonesia dalam ajang yang digelar setiap tahun ganjil ini ialah saat tampil pada semifinal di Hong Kong 2019. Pada 2017 dan 2023—kejuaraan 2021 batal diselenggarakan karena pandemi Covid-19—Indonesia tersingkir di perempat final.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/09/b91004414fb09157791add68c68f3c2e-1.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/09/ebebb6a8412fcff0c6ec3b936d884291-2.jpg)
Pada persaingan di Dubai, Uni Emirat Arab 2023, kekalahan dari Korea Selatan di perempat final terjadi saat Indonesia berstatus unggulan ketiga. Padahal, saat itu, skuad Merah Putih diperkuat pemain-pemain senior seperti Gregoria, Fajar/Rian, dan Anthony Sinisuka Ginting.
Beruntung, Indonesia bisa tetap tampil di Piala Sudirman 2023 sebagai salah satu dari empat tim tambahan dengan ranking dunia terbaik. Namun, dalam perjalanannya, Anthony dan kawan-kawan hanya menjadi peringkat kedua grup karena kalah dari Thailand dan disingkirkan China di perempat final.
Jika tak ingin mengandalkan lagi ranking dunia tim untuk mendapat tiket Piala Sudirman 2025, Indonesia harus tancap gas sejak pertandingan pertama di Qingdao pada Selasa (11/2/2025), mulai pukul 09.30 waktu setempat atau pukul 08.30 WIB. Persaingan pada Grup B bisa berlangsung ketat dengan adanya Hong Kong dan Malaysia.
Meskipun berada di bawah Malaysia (posisi kelima) dalam peringkat dunia tim, materi pemain Hong Kong (ranking ke-10) tak boleh dipandang sebelah mata. Hasil melawan Hong Kong bisa menjadi kunci perjalanan Indonesia: lanjut ke fase gugur atau untuk pertama kali tersingkir di penyisihan grup.
Pertandingan melawan Hong Kong juga bisa menjadi tes bagi skuad Indonesia yang tanpa pemain senior, seperti yang akan dialami Alwi Farhan. Juara dunia tunggal putra yunior 2023 itu punya pengalaman setara ketika bermain dalam Kejuaraan Asia Beregu 2024 di Malaysia sebagai ajang kualifikasi Piala Thomas dan Uber. Akan tetapi, baru kali ini Alwi akan berperan sebagai tunggal pertama karena saat tampil di Malaysia, dia berada di bawah Chico Aura Dwi Wardoyo.
Alwi pun akan berhadapan dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman darinya selama di Qingdao, termasuk pada fase grup. Jika diturunkan, calon lawannya dari Hong Kong yaitu Lee Cheuk Yiu atau Ng Ka Long Angus. Adapun Malaysia akan mengandalkan Leong Jun Hao atau Justin Hoh pada tunggal putra.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/4c474bdedd7f583c25defc20b55d350d-Putri2_Latihan_BAMTC2025_PBSI_20250210.jpg)
Pemain lain, yaitu Putri Kusuma Wardani, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Daniel Marthin, dan Rinov Rivaldy, pernah merasakan menjadi pemain utama pada sektor masing-masing dalam kejuaraan beregu, dalam kualifikasi Piala Sudirman 2023 atau Piala Thomas dan Uber 2024. Namun, bagi pemain ganda khususnya, Kejuaraan Asia di Qingdao akan menjadi tantangan berbeda karena tampil dengan partner baru.
Daniel, misalnya, akan bermain bersama Muhammad Shohibul Fikri setelah Daniel berpisah dari Leo Rolly Carnando dan Fikri dipisahkan dari Bagas Maulana. Di Qingdao, pemain ganda putra lain yang bisa tampil bergantian dengan Fikri/Daniel ialah Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat.
Tantangan terbesar bagi Daniel dan kawan-kawan pada fase awal akan datang dari Malaysia. Meski tidak diperkuat dua ganda putra terbaik, Malaysia memiliki pasangan dengan penampilan solid pada awal 2025, yaitu Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Pasangan ranking ke-12 dunia ini menjadi semifinalis Malaysia Terbuka Super 1000 dan menjuarai Indonesia Masters Super 500 di antaranya dengan mengalahkan senior sesama Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dan Fajar/Rian di semifinal dan final.
Pada ganda putri, pilihan untuk menurunkan formasi tetap ada pada Fadia/Lanny Tria Mayasari atau Rachel Alessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Selain itu, Fadia juga bisa bermain ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah sebagai alternatif dari pasangan Rinov/Lisa Ayu Kusumawati.
Siapa pun pemain yang diturunkan, pemain Hong Kong akan menjadi lawan yang sulit dikalahkan pada ganda putri dan campuran. Hong Kong memiliki ganda putri ranking ke-13 dunia, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, dan ganda campuran berpengalaman peringkat kelima dunia, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Rinov tertinggal 1-3 dari Tang/Tse saat berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari. Adapun Lisa (bersama Rehan Naufal Kusharjanto) selalu kalah dalam delapan pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/84fd8dc0baa0addc382cc2d1891fa130-DejanFadia2_Latihan_BAMTC2025_PBSI_20250210.jpg)
Kalau lawan yang bertukar pasangan, kami harus bisa cepat membaca pola mereka.
Duet pasangan baru, Rinov/Lisa atau Dejan/Fadia, juga akan diuji cukup berat saat melawan Malaysia, Kamis. Mereka membawa pasangan ranking keempat dunia yang tampil konsisten pada tiga turnamen awal 2025, yaitu Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Goh/Lai mencapai semifinal di Malaysia dan India Terbuka, lalu perempat final di Indonesia Masters.
Menghadapi tantangan yang akan dijalani di Qingdao, Fikri mengatakan bahwa pemain-pemain ganda putra harus siap bermain dengan siapa pun pasangannya. Apalagi, pertukaran pasangan lazim dilakukan dalam kejuaraan beregu.
”Kalau lawan yang bertukar pasangan, kami harus bisa cepat membaca pola mereka. Apalagi, semua laga dalam kejuaraan beregu adalah penentuan. Kami harus bisa bermain tanpa beban,” kata Fikri.
Finalis Thailand Masters bersama Daniel itu menyebut, salah satu yang dia waspadai jika bermain melawan Hong Kong ialah kemungkinan diturunkannya Tang pada nomor ganda putra. Meski memiliki spesialisasi di ganda campuran, Fikri menyebut, bukan tak mungkin Tang akan bermain ganda putra karena memiliki banyak pengalaman.
Pelatih ganda campuran Rionny Mainaky tak menampik kemungkinan diturunkannya Fadia dalam dua nomor. Apalagi, pemain yang ditunjuk sebagai kapten pemain putri itu dinilai sudah bisa menikmati tampil dalam ganda putri dan ganda campuran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/10/ecb39b59d11c1236504a00bf7336627f-Rionny_Latihan_BAMTC2025_PBSI_20250210.jpg)
”Sejauh ini, Fadia sangat menikmati perannya bermain rangkap. Saya dan Pras (Prasetyo Restu Basuki, pelatih ganda putri) berdiskusi dengan baik bagaimana Fadia bisa mendapat latihan yang pas di dua sektor,” kata Rionny.
Sementara, mewakili rekan-rekannya, Rinov dan Fadia, yang ditunjuk sebagai kapten dan wakil kapten Tim Indonesia, mengutarakan, kekompakan bisa menjadi kunci dalam kejuaraan beregu. Mereka pun berharap kekompakan tersebut bisa memberi hasil baik, apa pun tantangannya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji Dewabrata