Soal Erdogan ”Walk Out”, Seskab Teddy Pun Buka Suara

Bertukar pidato, Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan tinggalkan ruang KTT D-8 saat Presiden Prabowo berpidato. Namun, saat melintas, Erdogan senggol meja Prabowo.

23 Des 2024 19:28 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

Insiden Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan meninggalkan ruangan KTT D-8 saat Presiden Prabowo Subianto menyuarakan sikapnya terkait Palestina memicu beragam reaksi. Banyak yang menyebut Erdogan walk out saat Prabowo berpidato.

Presiden Prabowo memang hadir di KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi atau D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024) lalu. KTT yang diikuti delapan negara Islam terdiri atas dua sesi, sesi pleno dan sesi khusus yang membahas Palestina dan Lebanon.

Dalam sesi pleno, masalah kerja sama negara-negara D-8 secara umum dibahas. Adapun di sesi kedua, negara-negara berkembang yang bergabung sejak 1997 ini membahas perang yang berkepanjangan di Palestina dan kini merambat ke Lebanon.

Di sesi kedua, saat Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya yang berapi-api terkait harapannya supaya negara-negara Muslim bersatu dan menolak dipecah-belah, tampak Presiden Erdogan mendadak meninggalkan ruangan. Erdogan melintas di belakang kursi Prabowo serta sempat menyenggol kursi Prabowo. Kursi itu pun tampak bergetar saat tersenggol.

Quote

Selain Erdogan, anggota delegasinya pun tampak melintas di belakang Presiden Prabowo dan meninggalkan ruangan KTT. Spekulasi pun bermunculan dan banyak yang menyebut Erdogan ’walk out’.

Selain Erdogan, anggota delegasinya pun tampak melintas di belakang Presiden Prabowo dan meninggalkan ruangan KTT. Spekulasi pun bermunculan dan banyak yang menyebut Erdogan walk out.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana mengatakan, Erdogan tampak meninggalkan ruang sebelum Presiden Prabowo menyampaikan substansi pidato. Karena itu, apa yang terjadi saat itu semestinya diklarifikasi Sekretaris Kabinet atau Wakil Menteri Luar Negeri yang hadir mendampingi Prabowo.

Minta tukar jadwal

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT D-8 pun menjelaskan kepada wartawan, Senin (23/12/2024), di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurut Teddy, sesi pertama berlangsung lebih panjang dari jadwal. Sesi yang semestinya berlangsung pukul 11.00 sampai 12.30 baru berakhir pukul 14.30. Sesi kedua yang seharusnya dimulai pukul 14.00 pun akhirnya ikut mulur menjadi sekitar pukul 15.00.

Presiden Prabowo menekankan persatuan negara-negara selatan global dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Presiden Prabowo sesungguhnya menjadi pemimpin negara pertama yang mendapat giliran pertama untuk berbicara pada sesi pertama dan kedua. Namun, saat makan siang, Presiden Erdogan yang duduk bersebelahan dengan Presiden Prabowo sempat berbincang. Erdogan juga meminta supaya bisa menjadi pembicara pertama karena harus secepatnya meninggalkan KTT.

Quote

Karena itu, minta tukar (jadwal pidato).

”Karena itu, minta tukar (jadwal pidato),” ujar Teddy.

Setelah menyampaikan pidato, Presiden Erdogan pun segera meninggalkan KTT. ”Pas lunch, Presiden Erdogan juga setuju, Pak Prabowo sudah ngomong seperti itu (pendapatnya soal Gaza), (keduanya) memang sahabat baik sih, jadi memang enggak ada walk out,” tutur Teddy lagi.

Kerap terpecah belah

Dalam sesi kedua KTT D-8 itu, Presiden Prabowo mengingatkan negeri-negeri Muslim kerap terpecah belah. Karena itu, pentingnya persatuan dan kerja sama antarnegara Muslim ditekankan betul, apalagi potensi negara-negara Muslim dinilai sangat besar. Dengan populasi 2 miliar orang di dunia atau 25 persen dari populasi dunia, sumber daya ini sangat besar.

Masalahnya, menurut Prabowo, tak ada persatuan. ”Kita berseteru di antara kita sendiri. Baru ketika ada yang hancur, kita mendukung dan memberi bantuan kemanusiaan. Maaf ini pendapat saya, tapi mari lihat kenyataannya, kita harus bekerja sama erat di antara kita. Kita harus satu suara dan bukannya terpecah belah dengan strategi devide et impera yang diterapkan kaum imperialis selama seribu tahun ini,” tutur Prabowo dalam bahasa Inggris.

Quote

Kita berseteru di antara kita sendiri. Baru ketika ada yang hancur, kita mendukung dan memberi bantuan kemanusiaan. Maaf ini pendapat saya, tapi mari lihat kenyataannya, kita harus bekerja sama erat di antara kita. Kita harus satu suara dan bukannya terpecah-belah dengan strategi ’devide et impera’ yang diterapkan kaum imperialis selama seribu tahun ini.

Konflik di Sudan, Libya, dan Yaman, kata Prabowo mencontohkan, adalah konflik antarpemimpin Muslim. ”Bagaimana kita bisa menolong orang Palestina kalau kita bertarung di antara kita sendiri. Kita harus jujur,” ujar Prabowo.

Ditambahkan bahwa KTT serupa sangat banyak. Negara-negara memberikan deklarasi dukungan. Indonesia pun mengupayakan hal terbaik.

”Tapi, saya menyerukan persatuan. Saya menyerukan kerja sama. Biarkan kita, negara-negara Muslim menyadari apa yang terjadi. (Kenyataannya) kita tidak dihargai. Mereka tidak perduli dengan suara kita. Sekali lagi, saya katakan, mereka tidak perduli dengan suara kita. Hak asasi manusia (seakan) bukan untuk warga Muslim,” tutur Prabowo lagi.

Kendati menyampaikan keprihatinannya, Prabowo menegaskan bahwa itu kenyataan.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi khusus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8) di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Ancaman luar biasa

Adapun Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengingatkan KTT D-8 dilangsungkan saat Timur Tengah menghadapi ancaman luar biasa. Agresi Israel di Jalur Gaza sudah berlangsung lebih dari setahun dan sekarang meluas ke Lebanon. Suriah pun mengalami pelanggaran kedaulatan dengan latar belakang perebutan wilayah Suriah oleh Israel baru-baru ini. Agresi Israel di wilayah Suriah ditandai deklarasi sepihak pembatalan Perjanjian Pelepasan 1974.

”Mesir mengutuk pelanggaran ini dengan sekeras-kerasnya, dan menegaskan kembali dukungan penuhnya dan tak tergoyahkan terhadap persatuan, stabilitas, kedaulatan, dan integritas teritorial Suriah,” tutur El-Sisi seperti dipublikasi di situs sistem komunikasi dan informasi Pemerintah Mesir sis.gov.eg.

Quote

Mesir mengutuk pelanggaran ini dengan sekeras-kerasnya dan menegaskan kembali dukungan penuhnya dan tak tergoyahkan terhadap persatuan, stabilitas, kedaulatan, dan integritas teritorial Suriah.

Mesir, lanjut El-Sisi, menegaskan kembali posisinya dalam mendukung segala upaya yang berkontribusi pada keberhasilan proses politik di Suriah yang komprehensif dan inklusif dengan keterlibatan semua komponen dan segmen warga Suriah tanpa intervensi eksternal.

Agresi di Palestina yang terjadi sejak Oktober 2023 juga menyebabkan kerugian sangat besar. Warga meninggal mencapai lebih dari 45.000 dan kebanyakan perempuan dan anak-anak. Lebih dari 107.000 orang terluka, orang yang terpaksa mengungsi mencapai 1,9 juta orang.

Pelanggaran Israel pun meluas ke staf-staf internasional. Lebih dari 70 persen infrastruktur di Gaza hancur. Kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan bervariasi, mulai dari 80 sampai 100 persen. ”Diperkirakan lebih dari 90 persen warga Gaza akan menderita kekurangan pangan,” ujar El-Sisi.

Agresi ini juga meluas dan menargetkan warga Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Penderitaan warga wilayah ini pun terjadi akibat ekspansi aktivitas penempatan, kekerasan, serta serangan militer di Tepi Barat.

Mesir pun menegaskan kembali peran penting dan tak tergantikan dari Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dalam menyediakan dukungan yang sangat dibutuhkan rakyat Palestina. Ini juga menggarisbawahi hak yang tidak dapat dicabut untuk kembali ke tanah air bagi rakyat Palestina.

”Dengan kondisi ini, saya hanya bisa menekankan penting dan kritisnya kebutuhan gencatan senjata sesegera mungkin di Gaza dan mengatasi halangan Israel pada akses bantuan kemanusiaan,” tutur El-Sisi.

Presiden El-Sisi sekaligus menegaskan dukungan kepada negara Palestina merdeka dengan wilayah yang dibatasi perbatasan per 4 Juni 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Masalahnya, perang Israel meluas ke Lebanon dengan akibat lebih dari 4.000 orang meninggal serta 16.000 orang terluka. Sekitar 1,2 juta orang harus mengungsi.

”Sejak awal agresi, Mesir telah menyediakan bantuan yang mungkin diberikan untuk saudara kita, warga Lebanon. Mesir juga sudah membangun kembali jaringan udara langsung antara Kairo dan Beirut dan berhasil mengantarkan 92 ton bantuan medis,” ujar El-Sisi.

Kendati menyambut baik gencatan senjata di Lebanon, Mesir juga mengarisbawahi mendesaknya biaya rekonstruksi di Lebanon akibat agresi Israel. Diperkirakan, bantuan internasional yang diperlukan mencapai 5 miliar dollar AS.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Suhartono .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .