Solidaritas untuk Sumatera, Turunkan Tim Medis hingga Bebaskan Uang Kuliah

Kampus di Jabar dan Sulsel berbagi solidaritas dalam beragam bentuk. Ada yang mengirim sukarelawan kesehatan hingga membebaskan uang kuliah sampai lulus.

03 Des 2025 18:33 WIB · Lingkungan

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Reny Sri Ayu, Fabio Maria Lopes Costa, Cornelius Helmy Herlambang

Setelah menempuh penerbangan enam jam dari Makassar via Jakarta, Dokter Andy Usman, spesialis ortopedi dan traumatologi di Universitas Hasanuddin (Unhas), akhirnya tiba di Aceh, Selasa (2/12/2025). Bersama tim medis lainnya yang dikirim Unhas, dia sudah sangat siap bekerja.

”Hari ini kami langsung rapat koordinasi dengan Pemprov Aceh. Hasilnya, prioritas utama membuka akses ke daerah terisolasi. Tim kesehatan akan jalan bersama tim yang membawa air bersih, makanan, dan pakaian,” kata Andy saat dihubungi dari Makassar, Rabu (3/12/2025).

Sejak Senin (1/12/2025), secara bertahap, Unhas mengirim tim medis ke Sumatera. Hingga Rabu, sudah ada tiga gelombang tim yang diberangkatkan. Mereka masing-masing ditempatkan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satu gelombang terdiri atas 12-15 orang.

Dapur umum bagi penyintas bencana banjir dan longsor di pos pengungsian Kasai Permai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).

Pengiriman tim medis Unhas ini bukan yang pertama kali. Pada gempa dan tsunami Aceh 2004, Unhas juga mengirimkan banyak sukarelawan.

Ketika gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Palu pada 2018 serta gempa Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat pada 2021, tim juga dikirim ke daerah-daerah tersebut.

Ditanya sampai kapan dia dan tim akan berada di Aceh, Andy mengatakan belum tahu pasti. Namun, ia tidak mempermasalahkannya. Sejak awal, ia ingin membantu penyintas bencana sekuat tenaganya.

Andy menyebutkan, tantangan utama di lapangan nanti adalah jalur yang tertutup material longsor dan banjir bandang serta pasokan listrik terbatas.

”Untuk sementara, sembari menunggu penempatan, kami akan bekerja di Pidie Jaya. Di sini fasilitas kesehatannya masih sangat baik sehingga kami masih bisa bekerja,” tambahnya.

Dr Muhammad Phetrus Johan, spesialis ortopedi dari Unhas, juga berharap pemulihan listrik dan jaringan untuk menunjang kerja tim medis. ”Listrik penting untuk menyalakan alat-alat medis yang kami gunakan,” ucapnya.

”Pelayanan kesehatan tertentu yang membutuhkan alat khusus, seperti hemodialisis, juga mengalami hambatan karena banyak mesin rusak,” katanya.

Selain tim medis, Unhas juga telah membuka donasi untuk siapa pun yang akan memberikan bantuan keuangan. Ishaq Rahman, Kepala Bidang Humas Unhas, menuturkan, nanti dana yang terkumpul akan dikirim ke daerah terdampak.

Tim Basarnas dan relawan SAR bersama warga menyisir daerah yang masih terdampak banjir luapan Sungai Meureudu di Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama Basarnas, relawan SAR, TNI, Polri, PMI, dan masyarakat Pidie Jaya masih menyisir dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.

Di Jawa Barat, Universitas Padjadjaran (Unpad) juga memberangkatkan 17 anggota Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue (FKPR) untuk membantu penanganan bencana Sumatera.

Tim ini terdiri atas 7 anggota Unit Search and Rescue (SAR) Unpad, 3 anggota Perhimpunan Mahasiswa Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Mahatva Unpad, 3 anggota Resimen Mahasiswa Batalyon II Unpad, serta 4 anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad. 

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Unpad Yoga Andriana Sendjaja menyampaikan, sukarelawan akan membagi tugas dalam tiga fokus utama. Dua regu untuk tim pencarian, dua regu untuk tim medis, serta dua regu untuk tim pendirian posko terpusat Unpad di lokasi terdampak.

Selain itu, Unpad juga menyertakan satu ambulans serta sejumlah logistik untuk mendukung operasi kemanusiaan di wilayah bencana.

”Personel yang berangkat merupakan mahasiswa dan alumni yang telah memiliki kesiapan serta kompetensi dalam penanganan kondisi darurat,” katanya.

Salah satu sukarelawan yang akan berangkat ke lokasi bencana, Kakan, berharap keberadaan tim di lokasi bencana dapat mempererat hubungan dengan alumni maupun keluarga mahasiswa Unpad yang berada di wilayah terdampak. 

”Kami akan fokus pencarian dan pertolongan para korban di lokasi terdampak. Mudah-mudahan kami dapat membantu menyampaikan informasi serta memastikan kondisi mereka tetap aman,” ujar Kakan, yang juga Ketua Divisi Kebencanaan IKA Unpad.

Aparat TNI membantu warga memikul bantuan bahan pokok saat kembali menuju desa mereka yang masih terisolasi di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025).

Lain lagi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kampus mengeluarkan kebijakan membebaskan biaya uang kuliah tunggal (UKT) bagi Olivia Yuliana, salah satu mahasiswi yang keluarganya terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar.  

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi angkatan 2024 ini kehilangan orangtua serta dua kakaknya dalam bencana yang kampung halamannya di Jorong Kampung Tanggah, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. 

Kebijakan pembebasan UKT bagi Olivia ini hingga dirinya meraih gelar sarjana. Selain itu, pihak kampus juga menawarkan tempat tinggal di Asrama Putri Kampus UPI untuk memastikan lingkungan yang aman dan kondusif selama masa pemulihan.

”UPI menetapkan kebijakan pembebasan UKT bagi Olivia hingga lulus. Hal ini menjadi perhatian khusus kami agar pendidikannya tidak terhenti,” ucap Kepala Divisi Pengelolaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UPI Sandey Tantra Paramitha. 

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK Dr Dian Budiana mengungkapkan, Olivia tinggal bersama kerabatnya di Bojongsoang, Bandung. Saat ini dia berada dalam pendampingan kerabatnya. 

Dian menuturkan, kondisi rumah keluarga korban di Palembayan rusak parah. Material lumpur, batu, dan kayu menyapu kawasan permukiman setelah aliran sungai meluap. 

”Secara mental Olivia berusaha tegar. Kami telah bertemu dan menyatakan dukungan penuh. Ia tetap menyampaikan tekad untuk melanjutkan kuliah hingga selesai,” tutur Dian.

Bantuan pemda

Selain kampus, pemerintah daerah juga tak tinggal diam. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pada Rabu (3/12/2025) menyatakan telah mengumpulkan bantuan barang dan uang senilai Rp 7 miliar bagi korban di Sumatera. Bantuan uang dari kantong pribadi Dedi dan berbagai pihak seperti Bank BJB yang tulus membantu para korban. 

Dedi menyebut memiliki kerabat yang bermukim di wilayah terdampak bencana di Aceh. Hingga kini, Dedi belum dapat menghubungi kerabatnya. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

”Rencananya, saya akan ke Padang pada Kamis esok. Penyaluran bantuan ke daerah terdampak dilaksanakan dari Padang dengan menyewa pesawat,” ungkap Dedi. 

Pemprov Sulsel juga mengirimkan solidaritasnya. Setelah mengirim bantuan uang Rp 1,5 miliar, Selasa (2/12/2025) malam, sebanyak 40 personel juga dikirim ke Sumatera.

Sebanyak 16 orang di antaranya adalah tenaga kesehatan dan dokter spesialis. Para tenaga medis ini akan dibagi ke tiga wilayah terdampak untuk memperkuat penanganan darurat, termasuk layanan kesehatan primer hingga tindakan medis khusus.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, di Makassar, Senin (6/10/2025).

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, kehadiran tenaga medis spesialis menjadi kebutuhan mendesak mengingat kompleksitas kondisi di lapangan. Selain mengirim tim medis, Pemprov Sulsel juga mengirim personel dari BPBD, dinas sosial, satpol PP, Tagana, dan Tim Reaksi Cepat.

”Mereka akan membentuk posko pelayanan kedaruratan di lokasi masing-masing untuk memberikan bantuan logistik, pendampingan, serta penanganan bencana secara terkoordinasi,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu, Fabio Maria Lopes Costa, Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul